Ingin Membuat Media Tanam Organik? Ini Caranya

Media tanam adalah faktor esensial atau hal yang harus ada dalam kegiatan bercocok tanam. Selain harus ada, media tanam juga menjadi faktor keberhasilan kegiatan budidaya. Terdapat banyak media tanam termasuk air (hidroponik) dan udara (aeroponik).

Karena setiap tanaman memiliki syarat hidup yang berbeda-beda, maka dibutuhkan media tanam yang berbeda pula.

Artikel ini akan membahas mengenai media tanam yang umumnya digunakan dalam budidaya sayuran dalam polybag. Bahan media tanam tersebut dapat ditemukan dengan mudah dan pembuatannya dapat dilakukan sendiri.

Media tanam berfungsi untuk menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang, memberikan nutrisi bagi tanaman serta menopang tanaman.

Media tanam harus dapat menggantikan fungsi tanah bagi tanaman, terlebih lagi untuk tanaman dalam pot atau polybag.

Media tanam yang baik harus mempunyai sifat kimia, fisik, dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Media tanam yang baik harus memiliki kriteria sebagai berikut:

Baca Juga: Ingin Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Sendiri? Coba Cara Ini

  1. Dapat menyimpan air, memiliki pondasi yang baik, memiliki aerasi (pertukaran udara) dan drainase (kemampuan menukarkan air) yang baik. Media tanam dapat mempertahankan kelembaban tanah, tapi dapat membuang air yang berlebih. Contoh media tanam yang baik adalah porous yang dapat mempertahankan kelembaban dan membuang kelebihan air, karena porous memiliki rongga kosong antar materialnya.
  2. Mampu menopang tanaman dan menyediakan ruang tumbuh bagi akar. Sehingga media tanam harus gembur agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Namun media tanam harus cukup kuat untuk menopang tanaman sehingga tidak roboh.
  3. Tidak berpotensi menimbulkan penyakit. Media tanam harus terbebas dari penyakit dan hama, karena dapat menyebabkan kematian tanaman. Meskipun demikian, media tanam tidak harus bebas dari mikroorganisme, karena banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan tanaman.
  4. Media tanam menyediakan nutrisi bagi tanaman yang terdiri atas unsur hara makro dan mikro. Ketersediaan unsur hara dapat ditambahkan dengan pupuk atau berasal dari aktivitas mikroorganisme dari tanah/media tanam.
media tanam
pertanianku.com

Bahan dan Cara Membuat Media Tanam Organik

Seperti yang sudah disebutkan diatas, artikel ini akan membahas mengenai media tanam yang umumnya digunakan dalam budidaya sayuran dalam polybag, berikut ini adalah bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan media tanam:

Bahan Utama (Tanah)

Lapisan tanah yang baik untuk dijadikan media tanam adalah bagian atas atau top soil.

Secara umum, terdapat jenis tanah lempung yang memiliki drainase kurang baik dan tanah berpasir yang kurang baik dalam menyimpan air, namun memiliki aerasi yang baik.

Media tanam yang baik harus bersifat gembur, tidak terlalu lempung dan tidak terlalu berpasir.

tanah
pertanianku.com

Baca Juga: Cara Mengolah Keong Mas Menjadi Pupuk Organik Cair

Humus atau Kompos

Kompos adalah bahan organik yang berasal dari sisa-sisa bahan organik yang mengurai. Bagi tanaman, kompos penyedia unsur hara.

Selain itu, dengan menambahkan kompos maka fisik tanah dan KTK (kapasitas tukar kation) akan diperbaiki. Secara umum, hampir semua kompos padat dapat digunakan menjadi media tanam.

Kompos yang belum matang memiliki potensi untuk menyebarkan penyakit, sehingga kompos yang digunakan sebaiknya kompos yang matang.

Selain kompos, Anda juga dapat menggunakan tanah humus sebagai bahan tambahan media tanam karena memiliki unsur hara yang tinggi.

Humus dapat didapatkan dengan mudah di daerah hutan atau di sekitar tanaman yang terdapat pakis-pakisan.

Sabut Kelapa atau Arang Sekam

Arang sekam dapat meningkatkan kapasitas porositas tanah. Dari pembakaran sekam padi yang tidak sempurna dapat menjadi arang sekam.

Arang sekam dapat mempengaruhi pergerakan partikel dalam tanah yang mempengaruhi pergerakan udara dan air sehingga berpengaruh pada kelembaban tanah.

Arang sekam juga dapat meningkatkan daya ikat terhadap air, menetralisir keasaman tanah dan menetralisir racun, menjadikan tanah gembur dan kesuburan tanah yang baik, karena dapat merangsang mikroba untuk tumbuh.

Selanjutnya, berikut adalah metode pembuatan media tanam organik :

Bahan baku yang digunakan adalah top soil, kompos dan arang sekam.

  1. Siapkan tanah (top soil) yang subur dan gembur. Kemudian ayak menjadi butiran-butiran halus. Tanah harus dalam keadaaan kering untuk menghindari penggumpalan, karena tanah yang menggumpal menyebabkan bahan lainnya tidak tercampur dengan merata.
  2. Siapkan kompos yang sudah matang dan arang sekam.
  3. Campurkan ketiga bahan tersebut ke dalam sebuah wadah dengan perbandingan tanah, kompos dan arang sekam 2 : 1 : 1 atau 1 : 1 : 1 tergantung tanaman yang Anda tanam. Tidak ada rumus yang akurat, Anda harus mencoba dengan trial and error.
  4. Setelah dicampur, masukkan media tanam ke dalam polybag dan media tanam siap digunakan.

Demikianlah artikel mengenai cara membuat media tanam organik. Semoga bermanfaat, selamat mencoba.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Pemanfaatan Batang Pisang Menjadi Pupuk Ramah Lingkungan

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber gambar utama: pertanianku.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.