Kecemasan Petani Tembakau Akibat Naiknya Harga Rokok

Harga rokok telah naik. Bagaimana kondisi para petani tembakau? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Berikut ulsannya!

Kenaikan Harga Rokok

petani tembakau
pixabay.com

Baca juga: Banjir Jakarta dan Bekasi Membuat Pemasok Sayuran Mengalami Kerugian Besar

Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Pemerintah memastikan harga jual rokok naik mulai 1 januari 2020. Hal itu menyusul keputusan pemerintah menaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) rata-rata 21,56%, dengan Kenaikan Harga Eceran (HJE) rokok rata-rata sebesar 35% pada 1 Januari 2020.

Ada beberapa alasan yang membuat pemerintah memutuskan untuk manaikan tarif CHT dan HJE mulai awal tahun 2020. Dengan keputusan tersebut maka harga rokok akan melonjak 35%

Berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau, keputusan tersebut mulai berlaku awal tahun kemarin.

Kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni da pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96%. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49% dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%

Pemerintah juga meyadari bahwa sektor cukai rokok ini banyak keterkaitannya dengan sektor industri lainnya yaitu industri, tenaga kerja dan petani baik petani temakau atau cengkeh.

Oleh karenanya, pemerintah perlu memperhitungkan semua sektor di atas di dalam mengambil keputusan cukai hasil tembakau.

Kecemasan Petani Tembakau

petani tembakau
pixabay.com

Baca juga: Pemerintah Akan Buka Impor Sapi Bakalan dan Daging Kerbau

Petani tembakau menyatakan kenaikan cukai rokok 23% dan harga jual eceran (HJE) 35% jauh dari yang diharapkan. Pihaknya pada tahun lalu mengusulkan kenaikan cukai rokok 8%.

jika kenaikan sesuai dengan inflasi kan masih terkejar itu karena kan pendapatan secara umum kan juga akan meningkat karena pertumbuhan. Oleh karena itu, jika kenaikan cukai rokok pada tahun ini jauh dari yang diharapkan petani tembakau.

Petani khawatir kenaikan cukai yang terlalu tinggi membuat hasil panen tembakau yang dibeli oleh pabrik rokok berkurang. Pasalnya ada kemungkinan produsen rokok mengurangi produksi jika konsumen berkurang imbas harga rokok semakin mahal.

Paling tidak pabrikan akan menaikkan harga rokok. Dikarenakan cukai biasanya dibebankan kepada konsumen, kalau konsumennya harganya naik, konsumennya lalu berkurang, produksi berkurang, serapan tembakau juga akan berkurang.

Namun dia belum bisa memperkirakan sebesar apa penurunan penjualan tembakau imbas kenaikan cukai rokok.
Jika berkaca dari kenaikan cukai 10,04% pada 2018, penjualan tembakau berkurang hingga 4 ribu ton, setara dengan 4 miliar batang rokok.


Itulah informasi mengenai keadaan petani tembakau akibat naiknya harga rokok. Semoga informasinya bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Bulog Dapat Suntikan Dana 1 Triliun Dari Bank BJB

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.