Banjir Jakarta Membuat Pemasok Sayuran Mengalami Kerugian Besar

Banjir sedang melanda Jakarta dan sekitarnya. Bagaimana keadaan Pemasok sayur? Pak Tani digital akan memberikan informasi tersebut. Berikut ulasannya!

Bencana Bajir di Jakarta dan Sekitarnya

banjir jakarta
pikiran-rakyat.com

Baca juga: Pemerintah Akan Buka Impor Sapi Bakalan dan Daging Kerbau

Cuaca di Jakarta dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengungkapkan,  perubahan iklim yang terjadi meningkatkan risiko dan peluang curah hujan ekstrem sehingga menjadi pemicu banjir Jakarta. Kejadian ini sama dengan banjir besar yang terjadi di DKI Jakarta pada 2007 dan 2015 lalu.

Analisis statistik ekstrem data series 150 tahun Stasiun Jakarta Observartory BMKG untuk perubahan risiko dan peluang terjadinya curah hujan ekstrem penyebab kejadian banjir dengan perulangan.

Hal ini seperti yang terjadi pada periode ulang kejadian 2014, 2015, dan termasuk 2020 bila diperhitungkan, menunjukkan peningkatan sebesar 2-3 persen, jika dibandingkan dengan kondisi iklim 100 tahun lalu.

Banjir yang melanda wilayah Jabodetak berdampak juga bagi petani dan pemasok sayuran di Cianjur, Jawa Barat. Permintaan pasokan sayur mengalami penurunan hingga 30% dengan kerugian mencapai puluhan juta.

Kerugian Petani Sayur

banjir jakarta
antarnews.com

Banjir yang terjadi menjadi yang terparah hingga berdampak pada pendistribusian pasokan ke wilayah tersebut. Sebab, meskipun biasanya banjir, pasokan sayuran tetap normal. Tapi kali ini terjadi penurunan permintaan 30%.

Permintaan secara normal dari Jakarta itu bisa mencapai 15 ton per hari dari semua jenis sayuran secara rutin. Tetapi kali ini turun, dalam sehari maksimal hanya 10 ton, bahkan beberapa hari kemarin kurang dari segitu

Baca juga: Jokowi Resmikan Bendungan Kamijoro Yogyakarta Untuk Ketahanan Pangan

Penurunan permintaan dari Jakarta, karena daya belanja konsumen yang berkurang, beberapa pasar yang dilanda banjir, sejumlah harga sayuran ada yang naik, serta daya tahan sayuran yang tak bisa lama karena terendam air.

Penurunan permintaan itu membuat pemasok mengalami kerugian, sebab pasokan yang datang dari petani tetap normal normal.

Untuk beberapa jenis sayuran masih bisa kembali diolah menjadi bibit, tapi tidak sedikit juga yang dimusnahkan karena mudah membusuk jika didiamkan selama satu atau dua hari.

Diperkirakan dari harga setiap jenis sayuran, minimal nya lima ton yang tidak berhasil dikirim karena permintaan dari Jakarta menurun, kerugiannya sampai puluhan juta, dan yang mengalami kerugian paling besar dirasakan adalah pikah bandar.

Selain itu, banjir juga membuat proses pengiriman menjadi terlambat. Bahkan pengiriman tidak bisa dilakukan ke lokasi tertentu yang terdampak banjir parah.

Sehari lebih dari satu ton sayuran yang dipasok ke supermarket di Jakarta. Ada yang tetap dikirim meski terlambat, ada yang dialihkan ke supermarket lain sebab kalau dipaksakan tidak ada aksesnya. Sedangkan n jika didiamkan lama, takutnya sayuran menjadi busuk.

Para pemasok sangat berharap bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya segera ditangani karna banyak pihak yang dirugikan serta tidak ada terulang lagi bencana seperti ini.


Itulah informasi mengenai kerugian akibat bencana banjir. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Kementan Akan Tingkatkan Ketahanan Pangan di Indonesia Timur

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.