pengusaha daging

Mau tau informasi mengenai kekhawatiran pengusaha daging? Berikut Pak tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Pengusaha Daging

Kekhawatiran Adanya Wabah Covid-19

pengusaha daging
merdeka.com

Baca juga: Melonjaknya Permintaan Jamu Corona di Pasaran

Mewabahnya virus corna hingga masuk ke negara indonesia membuat banyak pihak yang khawatir akan dampaknya.

Pada sektor pertanian pastinya akan mempengaruhi beberapa harga pangan di pasaran, sehingga beberapa lalu Indonesia harus mengimpor gula dan bawang putih untuk menjamin persediaan masyarakat tetap aman.

Beberapa pengusaha daging sapi khawatir penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia akan mengganggu bisnis. Sebab, masyarakat dapat mengubah pola konsumsi yang akan menekan penjualan daging jelang ramadan dan Idul Fitri.

Untuk pasokan daging saat ini masih aman karena pemerintah tidak menutup keran impor daging sapi.

Walaupun demikian, pedagang daging masih khawaatir masyarakat menghindari makan daging karena takut tertular virus lewat daging impor, ditambah lagi aktivitas sosialisasi masyarakat di luar rumah juga berkurang.

Biasanya masyarakat berkumpul menjelang bulan puasa dengan berbagai menu dan tidak ketinggalan yaitu dengan mengkonsumsi daging, namun adanya perubahan konsumsi maka ada pengaruh ekonomi.

Namun untuk saat ini permintaan akan daging masih stabil dan pengaruh sentimen virus corona belum terasa.

Penyebab Khawatirnya Pengusaha Daging

pengusaha daging
beritasatu.com

Baca juga: Kenaikan Permintaan Drone Pertanian Akibat Virus Corona

Permintaan daging sapi biasanya meningkat jelang lebaran, seperti pada masa Lebaran Idul Fitri tahun 2019, kebutuhan daging sapi di Indonesia mencapai 123.105 ton. Karenanya, pengusaha mulai meningkatkan stok.

Guru Besar Ekonomi Pertanian Unibersitas Lampung Bustanul Arifin mengatakan memang bahan pangan menjadi komoditas paling rentan saat ada wabah penyakit.

Selain itu, bahan pangan da produk agrikultur juga rentan dalam kondisi ini hal ini disebabkan persepsi masyarakat terhadap produk-produk hidup, 60 persen yang berhubungan zoonosis itu adanya di pertanian dan pangan. Zoonosis adalah penyakit yang awalnya disebabkan binatang.

Guna menekan dampak itu sebaiknya pemerintah menerapkan pengecekan ekstra terhadap distribusi bahan pangan. Terutama dari negara-negara terpapar virus corona.

Pemerintah diminta melakukan karantina dan prosedur keamanan pangan dalam pengecekan kepabeaan.

Berdasarkan penelitian, penularan virus corona terjadi melalui kontak langsung. Selain itu penularan juga lebih mudah terjadi lewat butiran pernapasan yang menyebar lewat batuk dan bersin.


Itulah informasi mengenai kekhawatiran pengusaha daging ditengah wabah covid-19. Semoga informasi yang diberikan dapat memberi manfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Peluang Petani Garut Di Tengah Wabah Corona

Sumber: CNNindonesia

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.