Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi mengenai ratusan ekor kelelawar dimusnahkan? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan infoemasi mengenai hal tersebut. Simah ulasannya!
Kelelawar Dimusnahkan
Penyebaran Penyakit dari Kelelawar

Baca juga: Kenaikan Permintaan Drone Pertanian Akibat Virus Corona
Tiga puluh lima hari setelah empat pedagang dari Pasir Grosis Makanan Laut Huanan, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina positif virus corona (Covid-19) pada desember tahun lalu.
Para peneliti menyimpulkan bahwa biang kerok penyakit yang gejalanya seperti pneumonia itu adalah kelelawar. Kelelawar tak sekali saja menjadi sumber penyakit bagi manusia.
Wabah sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) berasal dari kelelawar dengan jenis yang berbeda dan sindrom pernapasan akut parah (SARS) yang besal dari musang bulan. Sedangkan covid-19 masih menjadi misterius.
Satwa liar dipantau penelitian Predict ada tiga takson yakni kelelawar, hewan pengerat dan primata. Penilihan itu berdasarkan literatur yang ditelusuri hingga 1940, hewan-hewan tersebut merupakan pembawa penyakit terbanyak bagi manusia.
Menurut penelitian yang terbit dalam Trends in Parasitology 2016, kelelawar adalah inang dari 28 penyakit zoonosis. Namun segala kemungkinan bisa saja terjadi, apalagi jangkauan jelajah kelelawar bisa mnecapai ribuan kolometer.
Pemusnahan Kelelawar di Solo
Ditengah wabah corona virus yang telah memasuki wilayah Indonesia,Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memusnahkan 193 ekor kelelawar yang diperjualbelikan di Pasar Depok.
Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi adanya penyebaran penyakit yang bersumber dari hewan salah satunya Virus Corona atau Covid-19.
Kelelawar tersebut dikumpulkan dari beberapa pedagang di pasar hewan itu sejak beberapa hari lalu. Kelelawar dikumpulkan secara sukarela oleh pedagang setelah mendapat sosialisasi dari petugas pemkot.

Baca juga: Naiknya Status Virus Corona Menjadi Pandemi
Pemusnahan diawali dengan membius kelelawar yang berada di kandang. Kemudian kelelawar itu dibakar di kebun Dinas Lingkungan Hidup yang bersebelahan dengan Pasar Depok.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Surakarta, Evi Nur Wulandari mengatakan pemusnah tersebut menindaklanjuti temuan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBPV) Bogor.
Saat Virus Corona atau COVID-19 pertama menyebar di China, Pemkot Solo sudah mengambil sampel sampel kotoran kelelawar di pasar tersebut.
Hasilnya, binatang mamalia itu positif mengandung sejumlah virus. Didapatkan ada memang virus beta corona, yang mana beta corona ini kemiripannya dengan virus Wuhan masih jauh. Jadi ini bukan COVID-19. Virusnya ini belum bisa menginfeksi manusia secara langsung.
Dengan pemusnahan ini, agar virus tersebut tidak bermutasi sehingga dapat menyerang ke manusia atau bersifat zoonosis Sementara itu.
Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah I Surakarta, Titi Sudaryanti memastikan bahwa pemusnahan hanya dilakukan kepada kelelawar yang ada di pasar burung.
Itulah informasi mengenai ratusan ekor kelelawar dimusnahkan. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Lawan Virus Corona Dengan Konsumsi Jahe dan Kunyit
Sumber: Detik.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di