irigasi

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai berbagai jenis irigasi.

Fungsi Irigasi Pertanian

Irigasi merupakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan air untuk sawah, ladang, perkebunan, perikanan, tamba

Untuk penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang pertanian. Intinya, irigasi adalah sistem pengairan untuk membantu keperluan usaha pertanian.

Irigasi dikenal sebagai salah satu cara alternatif pengairan lahan tadah hujan pada musim kemarau.

Biasanya para petani menggunakan irigasi untuk membantu meningkatkan produksi hasil pertanian. Sehingga dengan adanya irigasi, lahan tidak lagi mengandalkan hujan yang datangnya sering tidak menentu.

Dengan berbagai jenis irigasi maka strategi pengelolaannya pun harus disesuaikan dengan lokasi dan memperhatikan jenis tanaman yang ingin dibudidayakan.

Manfaat lainnya dari irigasi adalah untuk memenuhi kebutuhan air pada daerah yang curah hujan rendah, dapat membersihkan tanah dan hama yang seringkali membahayakan bagi tanaman.

Memberikan zat-zat yang berguna bagi tumbuhan dan menjaga keseimbangan suhu agar tanaman tumbuh dengan baik

Baca juga: Keberadaan Serangga Terencam Mengalami Kepunahan

Jenis Irigasi

Irigasi Permukaan (surface irrigation)

Irigasi permukaan merupakan penerapan irigasi dengan cara mendistribusikan air ke lahan pertanian dengan memanfaatkan gravitasi

Atau membiarkan air mengalir dengan sendirinya di lahan dengan mengalirkan di antara bedengan supaya lebih efektif. Irigasi permukaan cocok digunakan pada tanah yang bertekstur halus sampai sedang.

Untuk tanah bertekstur kasar akan sulit menerapkan sistem ini karena sebagian besar air akan hilang pada saluran

Dan yang berupa penggenangan cocok diterapkan pada daerah dengan topografi relatif datar agar pemberian air dapat merata pada areal pertanaman.

Irigasi Curah (sprinkler irrigation)

Cara kerja irigasi ini adalah dengan menyemprotkan air ke udara dan kemudian air jatuh ke permukaan tanah seperti air hujan.

Tujuan dari cara ini adalah agar air dapat diberikan secara merata dan efisien pada areal pertanaman, dengan jumlah dan kecepatan penyiraman kurang atau sama dengan laju infiltrasi.

Dengan demikian dalam proses pemberian air tidak terjadi kehilangan air dalam bentuk limpasan.

Sistem irigasi ini biasanya digunakan pada daerah kecepatan angin tidak terlalu besar, yang menyebabkan sebagian air yang diberikan hilang melalui evaporasi.

Dengan demikian efisiensi penggunaan air irigasi yang lebih tinggi dapat dicapai. Jumlah air irigasi yang diaplikasikan pada sistem irigasi curah akan bervariasi sesuai dengan tekstur tanah dan kedalaman akar tanaman.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan Akibat Kemarau Berkepanjangan

Irigasi Mikro atau Irigasi Tetes

Cara kerja irigasi ini dengan memberikan air pada tanaman secara langsung, baik pada permukaan tanah maupun di dalam tanah melalui tetesan secara sinambung dan perlahan pada tanah di dekat tumbuhan.

Alat pengeluaran air pada sistem irigasi tetes disebut emiter atau penetes. Setelah keluar dari penetes (emiter), air menyebar ke dalam profil tanah secara horizontal maupun vertikal akibat gaya kapilaritas dan gravitasi.

Daerah yang menggunakan irigasi tetes adalah daerah yang tanah yang tidak terlalu kering. Luas daerah yang diairi tergantung pada besarnya debit keluaran dan interval.

Struktur dan tekstur tanah, kelembaban tanah, serta permeabilitas tanah. Cara ini bertujuan untuk memanfaatkan air dalam jumlah terbatas dalam budidaya tanaman sayur di lahan kering.

Irigasi Bawah Permukaan (sub-surface irrigation)

pacificirigation.com

Sistim irigasi bawah permukaan merupakan salah satu bentuk dari irigasi mikro, namun jaringan atau alat irigasinya diletakkan di bawah permukaan tanah.

Irigasi ini bisa berupa pipa-pipa semen dengan diameter 10 cm dan tebal dinding 1 cm yang disambung-sambung.

Sistim irigasi bawah permukaan lebih sesuai diterapkan pada daerah dengan tekstur tanah sedang sampai kasar, agar tidak sering terjadi penyumbatan pada lubang-lubang tempat keluarnya air.

Selain itu, kadar garam tanah yang rendah juga dibutuhkan untuk jenis irigasi ini, Dengan demikian target pengairan untuk mengairi langsung pada sasaran akar


Itulah informasi mengenai jenis-jesis irigasi dan manfaatnya. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Para Petani Mulai Memproduksi Pupuk Organik

Sumber: Pioneer.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.