Ketahui Pembentukan dan Sumber Protein Pada Ternak Ruminansia

Yuk, ketahui pembentukan dan sumber protein pada ternak ruminansia kamu. PTD akan mengulasnya di artikel pertanian kali ini.

Sapi adalah salah satu jenis hewan yang paling banyak diternakkan di Indonesia. Bagian yang paling menjadi prioritas utama untuk diproduksi adalah daging sapi.

Berbagai program dilaksanakan untuk mendukung kegiatan pemenuhan daging sapi nasional, diantaranya Swasembada Daging Sapi Nasional, Impor Sapi, dan terakhir SIWAB (Sapi Wajib Bunting).

Tetapi, satu hal penting yang tidak boleh dilupakan untuk mendukung suksesnya program tersebut adalah dengan menyediakan pakan yang dapat memasok nutrien sesuai dengan kebutuhan ternak.

Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh ternak adalah protein, sebagai sumber asam amino untuk sintesis protein dalam tubuh ternak atau protein.

Berikut ini akan diuraikan penjelasan tentang pentingnya peran dan mekanisme protein pada tubuh ternak ruminansia sebagai berikut:

SEKILAS TENTANG PROTEIN

Protein adalah senyawa organik yang berada dalam tubuh makhluk hidup yang menyuplai nutrisi paling tinggi konsentrasinya di dalam jaringan daging ternak.

Protein digunakan untuk produksi sel serta jaringan pada tubuh hewan. Pada tingkat jaringan, protein disintesis menggunakan asam amino sebagai bahan baku utamanya, dan asam amino tersebut diperoleh melalui penyerapan asam amino di dalam usus halus.

Baca Juga: 7 Keuntungan Inseminasi Buatan pada Ternak Sapi

Sistem enzim jaringan tubuh ternak tidak mampu menggunakan nitrogen anorganik (seperti amonia-N) untuk menyediakan saluran pencernaannya, seperti pada hewan monogastrik sehingga asam amino hanya diperoleh dari pakan.

Berbeda dengan ternak ruminansia yang masih bisa mendapatkan asam amino di usus halus, meskipun pakan yang dikonsumsinya tidak mengandung protein murni dikarenakan mikroba rumen mampu mensintesis protein selnya dengan menggunakan amonia-N.

KEBUTUHAN ASAM AMINO TERNAK RUMINANSIA

Tujuan utama pemberian pakan kepada ternak adalah memaksimalkan jumlah asam amino yang tersedia di usus halus untuk diserap masuk ke dalam tubuh ternak. Asam amino ini akan mensintesis protein dalam tubuh ternak.

Ternak ruminansia membutuhkan asam amino dalam jumlah yang bervariasi tergantung pada kelas ternaknya, tetapi kebutuhan asam amino tertinggi dibutuhkan pada awal pertumbuhan seperti pada pedet sapi potong yang disapih dini.

Sekitar tiga bulan terakhir kebuntingan terjadi perkembangan kritis pada janin dalam kandungan, dan saat laktasi ketika induk harus memproduksi air susu untuk kebutuhan anaknya.

Secara umum, ternak ruminansia memperoleh asam amino yang dibutuhkan hanya dari tiga sumber, yaitu protein mikroba di dalam rumen, protein pakan yang lolos fermentasi di dalam rumen, dan protein endogen dari pengelupasan dinding saluran pencernaan, namun pada dinding pencernaan tidak terlalu diperhitungkan.

Sumber protein ini yang masuk ke dalam usus untuk dicerna oleh enzim proteolitik ternak di usus halus untuk menghasilkan asam-asam amino yang kemudian diangkut melewati dinding usus halus, masuk ke dalam tubuh digunakan untuk pembentukan protein pada jaringan atau air susu.

ternak sapi
tokomesin.com

PROSES YANG DIALAMI PROTEIN DI DALAM RUMEN

Nitrogen yang terkandung dalam pakan yang dikonsumsi oleh ternak ruminansia dibedakan menjadi dua, yaitu nitrogen dalam bentuk protein dan nitrogen bukan protein seperti: asam amino bebas, asam nukleat, nitrat dan amonia bebas.

Nitrogen bukan protein dari pakan yang akan segera diubah menjadi amonia oleh enzim deaminase mikroba.

Sementara protein akan mengalami penguraian dengan laju dan tingkat yang berbeda-beda tergantung kepada beberapa faktor, seperti jenis pakan, populasi mikroba penghasil enzim proteolisis, dan lama protein tersebut berada di dalam rumen

Penguraian protein di dalam rumen melalui mekanisme protein-polipeptida-oligopeptida-dipeptida-asam amino. Pada tahap akhir, asam amino mengalami fermentasi dengan hasil utama amonia.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Menggemukkan Sapi dalam 3 Bulan

Protein mikroba di dalam rumen utamanya bersumber dari protein yang ada di usus halus. Seluruh protein pakan mengalami fermentasi di dalam rumen sehingga asam amino yang tersedia di usus halus berasal dari protein mikroba.

Sintesis protein oleh mikroba yang hidup di dalam rumen membutuhkan adanya beberapa faktor pendukung, seperti nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroba itu sendiri seperti: sumber N (utamanya amonia-N), sumber energi, dan elemen mikro seperti sulfur dan fosfor.

Konsentrasi amonia rumen untuk sintesis protein mikroba sekitar 50-80 mgN/1, sedangkan pada konsentrasi yang lebih tinggi sampai 200 mgN/1.

Membutuhkan kemampuan mikroba rumen dalam proses pencernaan dan konsumsi pakan, utamanya untuk pakan yang berkualitas rendah seperti limbah pertanian.

PENCERNAAN DAN PENYERAPAN PROTEIN

Asam amino ke dalam usus halus ternak ruminansia selain berasal dari protein mikroba yang disintesis dalam rumen, juga dari protein pakan yang tidak terdegradasi dalam rumen dan dari protein endogen.

Sumbangan asam amino asal mikroba dapat mencapai 40-80% dari total pasokan asam amino dalam tubuh.

Senyawa protein atau nitrogen bukan protein yang masuk ke dalam rumen akan mengalami hidrolisis oleh enzim proteolitik menjadi oligopeptida dan asam amino.

Oligopeptida dan asam amino tersebut merupakan produk intermediate yang selanjutnya akan diuraikan menjadi VFA, CO2, CH4 dan NH3.

Perombakan akan berlangsung terus-menerus walaupun amonia yang dihasilkan telah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan mikroba.

Biosintesis protein mikroba mencapai puncaknya pada kadar NH3 dalam cairan rumen sebesar 5 mg/100 ml (mg%) atau 3,57 mM.

sapi-ternak
poskotanews.com

SUMBER PROTEIN DI SEKITAR ANDA

Setelah mengetahui penjelasan di atas, kelebihan ternak ruminansia ialah mampu menghasilkan protein sendiri dari hijauan pakan ternak, dengan memanfaatkan mikroba di dalam rumen ternak sapi Anda.

Namun dalam beberapa upaya untuk pembentukan protein seperti program penggemukan maka Anda tetap memerlukan tambahan sumber protein dari pakan untuk mendorong pertumbahan bobot badan.

Adapun sumber protein di sekitar Anda yang bisa di berikan pada ternak ruminansia atau ternak sapi Anda ialah: tepung daging, tepung darah, tepung hati, tepung ikan, bungkil jagung, bungkil sawit, ataupun bisa memberikan pakan komersial polard dan konsentrat.


Nah, itu tadi ulasan tentang pembentukan dan sumber protein pada ternak ruminansia. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: 5 Faktor Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi

Penulis: Suryadi Pappa

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • Damry. (2008). Landasn Biologis Upaya Pemenuhan Kebutuhan Protein Ternak Ruminansia. Prosiding Seminar Nasional Sapi Potong , 226-227.
  • Mangan, J. L. (1982). The nitrogenous constituents of fresh forages. British Society of Animal Production , 227-230.
  • NRC, N. R. (1985). Ruminant Nitrogen Usage. National Academy of Science .
  • Pertanian, B. L. (2012). Teknologi Pakan Protein Rendah untuk Sapi Potong. Sinar Tani , 11-12.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.