Langkah Membudidayakan Kacang Kapri

Kacang kapri merupakan jenis tanaman yang termasuk ke dalam kacang polong-polongan dan memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh. Mungkin selama ini banyak orang yang tidak sadar bahwa mengonsumsi kacang kapri bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Selain itu, Anda juga bisa membudidayakan kacang kapri sendiri.

Manfaat Kacang Kapri

Kacang kapri memiliki kandungan yang sangat bermanfaat dan mampu menyehatkan tubuh. Kacang kapri ini juga bisa disajikan dalam bentuk makanan seperti sup, sambal goreng, dan bahkan camilan. Berikut ini adalah manfaat dari mengonsumsi kacang kapri untuk kesehatan tubuh, di antaranya:

  1. Menyehatkan Mata

Bukan hanya wortel saja yang memiliki vitamin A, namun kacang kapri juga memilikinya untuk kesehatan mata. Oleh karena itu, bila mengonsumsi kacang kapri, bisa menghindari penyakit yang menyerang mata.

  1. Baik Dikonsumsi Bagi Ibu Hamil

Kandungan mineral dan juga vitamin yang terdapat dalam kacang kapri baik dikonsumsi oleh ibu hamil setiap hari. Hal itu bisa menyehatkan pertumbuhan janin dan mencegah terjadinya kecacatan fisik pada janin karena kacang kapri memiliki kandungan vitamin yang banyak seperti vitamin C, K, dan asam folat.

  1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kacang kapri juga memiliki vitamin B (riboflavin), bila dikonsumsi, bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah terkena penyakit.

Baca juga: Kacang Lurik, Kacang Tanah Varietas Unggul yang Tahan Penyakit

Langkah-Langkah Membudidayakan Kacang Kapri

Banyak orang mengonsumsi kacang kapri, mengingat banyaknya manfaat yang bisa diambil dari kacang tersebut. Maka dari itu, tak ada salahnya bila Anda ingin membudidayakan tanaman kacang kapri ini. Namun, ada beberapa hal yang harus dipenuhi saat membudidayakan kacang kapri.

Kacang Kapri
Foto: nusantaranews.co

Berikut ini adalah langkah-langkah membudidayakan kacang kapri yang baik.

  1. Siapkan Lahan Tanam Yang Cocok

Sebelum menanam kacang kapri, siapkan lahan tanam yang sudah dibersihkan dari gulma dan juga tanaman pengganggu lainnya, karena hal itu bisa menghambat pertumbuhan kacang kapri.

Bajak atau cangkul tanah sedalam 30 cm, setelah itu ratakan kembali agar tanah menjadi gembur. Disarankan untuk memilih lahan yang berada di dataran tinggi minimal 700 mdpl atau lebih. Selain itu, tanah yang baik untuk menanam kacang kapri juga memiliki ph 5,5 sampai 6,5.

Buatlah bedengan pada lahan tanam dengan ukuran lebar 80 cm dan tinggi 30 cm, sesuaikan dengan panjang yang dimiliki oleh lahan tanam. Beri jarak sekitar 20 sampai 30 cm antar bedengan, yang digunakan untuk membuat parit.

  1. Siapkan Benih Tanaman Kacang Kapri

Bibit untuk penanaman kacang kapri harus memiliki kualitas yang baik dengan memilih polong dari tanaman yang sehat. Biji dari kacang polong yang baik diambil adalah ketika polong sudah berumur 3 sampai 4 bulan, lalu dijemur selama 3 hari hingga air yang terkandung di dalamnya menurun.

  1. Penanaman Tanaman Kacang Kapri

Kacang kapri bisa ditanam langsung dari biji benih yang telah direndam dalam air agar lebih cepat proses perkecambahannya.

Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2,5 sampai 5 cm dan berilah jarak sekitar 15 sampai 20 cm. Setiap lubang diisi 2 biji benih kacang kapri dan tunggu hingga 5-7 hari, maka benih tersebut akan tumbuh. Tanaman ini lebih baik ditanam pada musim hujan yakni sekitar bulan Maret dan April.

  1. Lakukan Perawatan Yang Baik

Sama halnya dengan tanaman lain, membudidayakan kacang kapri juga diperlukan perawatan. Seperti penyiangan yang dilakukan sebanyak 2 kali ketika tanaman sudah berumur 3 minggu dan 6 minggu. Setelah itu, pastikan tanah tetap gembur agar akar tidak tumbuh ke permukaan. Jangan lupa diberi pupuk.

Untuk menjaga kesehatan tanah, maka diperlukan asupan air yang cukup bila hujan tidak turun yaitu dengan melakukan penyiraman. Setelah berumur 3 minggu, pasang turus atau ajir yang terbuat dari bambu pada tanaman. Jangan lupa lakukan pemangkasan secara teratur sebanyak 2 kali.

  1. Pemanenan Kacang Kapri

Dalam memanen kacang kapri, tidak diperlukan waktu lama, pasalnya hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lamanya. Setiap 3 hari sekali, bisa melakukan pemanenan hingga tanaman tidak berbuah lagi.


Itulah 5 langkah dalam membudidayakan kacang kapri. Bila Anda memiliki persyaratan yang memadai, maka tak ada salahnya untuk mencoba membudidayakan kacang kapri ini.

Klik & Baca: 5 Tanaman yang Mudah Dirawat dan Menguntungkan

Sumber gambar utama: info-menarik.net

Penulis: Epin Supini

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.