Lakukan 5 Langkah Ini untuk Budidaya Cabe Merah di Lahan Luas

Cabe merah merupakan salah satu komoditi yang paling laris di masyarakat. Oleh karena itu, tak heran jika tren budidaya cabe merah semakin diminati karena prospek keuntungannya yang besar.

Namun, akibat kemarau panjang, harga cabe merah saat ini melonjak drastis. Dilansir dari Kompas, Agustus 2019, Agus Karyadi, Tim Monitoring Harga Pasar Baru Bekasi menyatakan bahwa harga cabe merah meningkat sampai Rp 90.000 per kilogram.

Peningkatan permintaan terhadap cabe merah tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat Indonesia sendiri yang banyak menggunakan komoditi ini sebagai pelengkap cita rasa masakan.

Cara membudidayakannya juga tergolong mudah karena iklim tropis Indonesia sangat cocok digunakan sebagai tempat hidup cabe merah. Masa panennya yang cukup singkat juga menjadikan prospeknya lebih menguntungkan.

Langkah Budidaya Cabe Merah di Lahan Luas

Budidaya cabe merah bisa dilakukan di lahan luas maupun di pot. Namun, untuk bisa tumbuh optimal, pastikan tanaman bisa mendapatkan cahaya matahari yang cukup mulai dari 10 hingga 12 jam sehari.

Lalu, bagaimana langkah budidaya cabe merah di lahan luas agar memiliki hasil panen yang maksimal? Ini dia cara-caranya.

Pengolahan & Pembenihan

Langkah awal yang harus dilakukan ketika akan melakukan budidaya cabe merah adalah melakukan pengolahan lahan dan pembenihan terlebih dahulu.

Langkah-langkah pengolahan lahan yang harus dilakukan antara lain:

  • Lahan digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 20-40 cm. Fungsi dari pembajakan adalah batu-batu serta gulma yang terdapat di dalam tanah dapat terangkat.
  • Setelah selesai dibajak, buat bedengan sebagai tempat budidaya cabe. Tinggi bedengan sekitar 30-40 cm dengan lebar sekitar 1 meter serta jarak antara bedengan yaitu 60 cm. Jangan lupa untuk membuatsaluran air di pinggir bedengan agar tanaman tidak tergenang.
  • Jika tanah memiliki PH asam, campurkan tanah dengan kapur dolomit dengan dosis 2-4 ton/h Pemberian kapur dilakukan setelah selesai melakukan pembajakan.
  • Tambahkan pula pupuk organik dengan takaran 20 ton/ha, pupuk urea 350 kg/ha, dan pupuk KCL 200 kg/ha untuk menambah kandungan unsur hara pada tanah.
  • Setelah selesai dicampur dengan pupuk, tutupi bedengan dengan mulsa plastik berwarna hitam. Fungsi dari mulsa ini yaitu untuk mencegah terjadinya erosi, menjaga kelembaban tanah, dan juga menjaga lahan dari serangan gulma.

Untuk proses pembenihan sendiri, bisa menggunakan 2 jenis benih yaitu benih yang didapatkan dari toko pertanian ataupun menggunakan benih dari cabe merah hasil panen yang telah dijemur.

Baca Juga: Harga Cabe Mahal? Coba 10 Langkah Mudah Budidaya Cabe Rawit Ini

Budidaya Cabe Merah

Penyemaian Benih

Setelah benih cabe merah berkualitas didapatkan, langkah selanjutnya yaitu melakukan penyemaian benih.

Untuk menyemai benih, Anda bisa menanamnya di polybag terlebih dahulu. Media tanam yang digunakan untuk penyemaian terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, serta sekam bakar.

Selama proses penyemaian, letakkan polybag di tempat teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Selain itu, rendam benih cabe merah terlebih dahulu dalam air hangat untuk mempercepat proses perkecambahan.

Proses penyiraman juga harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. Anda bisa menyiram tanaman di atas kertas koran yang sudah diletakkan di permukaan polybag. Dengan begitu, air tidak akan langsung terkena benih.

Penanaman Benih

Setelah benih cabe mengeluarkan 3-4 helai daun, maka saatnya untuk memindahkannya ke lahan. Untuk proses penanaman ini, harus dilakukan pada pagi atau sore hari saat matahari belum terlalu terik.

Untuk menanamnya, Anda bisa membuat lubang tanam sebesar ukuran polybag. Setelah itu, robek plastik polybag dan langsung masukkan tanah polybag beserta benih ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.

Berikan juga jarak tanam yang sesuai agar pertumbuhan akarnya menjadi lebih maksimal dan terhindar dari serangan hama seperti ulat dan bekicot.

Perawatan Tanaman

Setelah melakukan pemidahan benih, langkah selanjutnya yaitu melakukan proses perawatan tanaman cabe merah.

Perawatan cabe juga tergolong mudah dan simpel. Untuk menopang pertumbuhan cabe merah, Anda perlu menyiapkan penopang kayu atau bambu dengan jarak minimal 4 cm dari bagian pangkal batang cabe.

Penancapan dengan kayu dilakukan ketika cabe merah telah memasuki usia 7 hari setelah tanam, sedangkan pengikatannya dengan tanaman dilakukan ketika cabe merah memasuki usia 1 bulan.

Baca Juga: Sudah Tahu 4 Jenis Pupuk Tanaman Cabai Agar Berkualitas Baik?

Cabe Merah

Pemanenan

Cabe merah dapat dipanen ketika memasuki usia 60-75 hari setelah tanam. Ciri-ciri cabe yang siap dipanen yaitu memiliki warna yang merah sempurna.

Memanen cabe merah harus dilakukan pada saat yang tepat. Jika terlalu cepat, cabe akan terasa keras, sedangkan jika terlalu lama dipanen, cabe merah akan membusuk di pohon.


Budidaya cabe merah di lahan sendiri tentu memberikan banyak keuntungan. Anda tidak perlu lagi membeli cabe merah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sendiri apalagi harganya yang semakin hari semakin naik.

Jika hasil panen bagus dan melimpah, Anda juga bisa memulai bisnis cabe merah untuk meningkatkan pendapatan.

Baca Juga: Hebat! 3 Mahasiswa Pertanian Universitas Brawijaya Temukan Bakteri Penghambat Patek Cabai

Penulis: Novita Awalia Rahmah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • http://ilmubudidaya.com/cara-menanam-cabe-merah
  • https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/20/10102181/kemarau-panjang-harga-cabai-di-bekasi-tembus-rp-90-ribu-per-kilogram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.