suplir banyak

Suplir merupakan salah satu tanaman paku yang populer dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama ilmiah Adiantum ini memiliki tangkai hitam tipis dan daun-daun yang kecil yang tumbuh menumpuk. Karena keindahannya yang menyejukkan mata, banyak orang memanfaatkannya sebagai tanaman hias yang kerap diletakkan di teras rumah. Jika Anda tertarik dengan tanaman ini, tentunya Anda harus mengetahui bagaimana langkah perawatannya. Untuk itulah berikut akan dibahas mengenai perawatan tanaman hias daun suplir.

tanaman suplir

Sumber : saktidesain.com

Langkah Ini Untuk Merawat Tanaman Hias Daun Suplir

Sebelum Penanaman

Sebelum penanaman, aplikasikan pupuk dengan cara mencampurkan tanah dengan pupuk kandang, pupuk kompos atau pupuk organik. Sementara untuk pengaplikasian pupuk kimia umumnya dilakukan saat setelah tanam. Untuk pengaplikasian pupuk kimia sebaiknya menggunakan pupuk dalam bentuk cair karena lebih efektif meresap ke media tanam. Pemupukan sebelum penanaman merupakan langkah perawatan secara dini sehingga ke depannya tidak diperlukan terlalu banyak pupuk.

1. Penyiraman

Untuk penyiraman tanaman suplir, lakukan menggunakan semprotan atau berikan air di bagian bawah pot tanaman spulir Anda, hal ini dilakukan agar tanaman tidak busuk. Dengan menggunakan semprotan, air juga tidak akan menggenang. Sementara untuk pemberian air dari bawah pot bertujuan agar lebih efektif jika bagian bawah pot sudah kering.

2. Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk menyediakan unsur hara tanaman agar tetap terpenuhi. Pemupukan pada suplir dilakukan sebelum penanaman dan setelah penanaman.

3. Penempatan Tanaman Hias

Suplir dapat tumbuh dengan baik dengan kondisi yang ternaungi. Tanaman suplir memerlukan sinar matahari namun tidak banyak. Tanaman suplir dapat diletakkan di dekat jendela atau di dalam rumah namun pastikan tanaman suplir tetap mendapatkan cahaya yang cukup. Dan jika ditempatkan di luar ruangan, pastikan tanaman suplir mendapatkan naungan.

BACA JUGA: Jenis Tanaman Bernilai Jual Tinggi dan Mudah Dibudidayakan
4. Penanggulan Hama dan Penyakit Tanaman

Hama dan penyakit yang umumnya menyerang tanaman suplir antara lain belalang, thrips, jangkring, kutu perisai, ganggang, lumut, nematoda, ulat pemotong dan kutu lilin. Serangan hama ini dapat menyebakan daun menggulung, daun bernoda dan berwarna keperakan, daun berukuran kecil, batang rontok dan daun mati. Cara penanggulangan yang dapat Anda lakukan adalah dengan menyemprotkan pestisida dengan dosis rendah, namun usahakan menggunakan pestisida alami agar lebih ramah lingkungan. Serta potonglah bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit agar tidak menyebar ke bagian tanaman lainnya.

5. Ganti Tempat Penanaman

Tempat penanaman perlu diganti jika tanaman sudah besar. Hal ini dapat dilihat jika akar tanaman sudah keluar dari pot, jika akar tanaman sudah keluar maka Anda harus mengganti tempat penanaman dengan tempat yang lebih besar. Dengan mengganti tempat penanaman dengan yang lebih luas, hal ini dapat membantu agar media tanam tidak terlalu padat. Untuk mengganti tempat penanaman, sebelumnya ayak terlebih dahulu media tanam yang lama agar lebih halus dan pertumbuhan akar suplir semakin bagus. Namun jika tidak memungkinkan menggunakan media tanam yang lama, maka Anda dapat mengganti tempat penanamannya sambil mengganti media dengan yang baru.

suplir banyak

Sumber : pixabay.com

Setelah Penanaman

Setelah penanaman, perlu dilakukan pemupukan yang bisa dilakukan dua bulan sekali atau enam bulan sekali. Pemupukan yang terlalu sering juga tidak baik untuk suplir, tanda Anda perlu memberikan pupuk adalah jika penyiraman yang Anda lakukan tidak terlalu memberikan dampak pada tanaman suplir.

Jika pertumbuhan tetap dan terdapat perubahan warna pada daun, maka saat itu Anda perlu memberikan pemupukan. Pupuk yang paling mudah diberikan adalah pupuk kandang atau kompos dan pupuk NPK.


Demikianlah informasi mengenai langkah merawat tanaman hias suplir yang dapat Anda terapkan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru lainnya? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.