
Seorang mahasiswa koasistensi Kedokteran Hewan dari Universitas Udayana yang memiliki passion di bidang Content Writing, Scientific Writing, Novels, dan Research. Memiliki pengalaman kerja sebagai Content Writing di paktanidigital.com dan sebagai surveyor pertanian di AIP-RURAL PRISMA.
Pakan merupakan syarat mutlak dalam usaha peternakan untuk meningkatkan produktivitas ternak karena mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh ternak untuk metabolisme, pertumbuhan dan perkembangannya. Dedak padi adalah satu bahan pakan ternak yang berasal dari limbah pertanian penggilingan padi yang biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Dedak padi dimanfaatkan sebagai pakan ternak mengingat kandungan nutrisinya yang tinggi, mudah diperoleh, harga yang lebih murah, serta penggunaannya yang tidak bersaing dengan penggunaan manusia.

Sumber: https://health.nusantaratv.com/
Artikel berikut akan mengulas tips bagi anda untuk mengenali dedak padi mana yang baik sebagai bahan baku untuk pakan ternak anda.
Pengujian dengan Panca Indra
Hal pertama yang bisa anda lakukan dalam menguji dedak padi apakah memiliki kualitas yang baik atau buruk adalah menilainya dengan panca indra. Cara ini adalah cara yang paling praktis karena tidak membutuhkan peralatan namun hanya dengan memanfatkan indra anda. Berikut ini adalah hal yang harus anda uji.
- Penglihatan; dengan melihat dedak padi maka anda bisa menilai beberapa hal seperti warna dedak padi, bentuk, dan keutuhannya. Warna terbaik dedak padi ialah muda kecoklatan dengan bentuk yang halus.
- Peraba; dengan perabaan digunakan untuk menilai tekstur dedak padi. Tempatkan beberapa dedak padi pada telapak tangan anda kemudian lakukan perabaan untuk menentukan teksturnya. Dedak padi yang baik ialah yang memiliki testur halus dengan bentuk butiran halus.
- Penciuman; dengan menggunakan hidung, maka anda bisa memastikan bahwa dedak padi tersebut tidak ada campuran dan tidak tersimpan lama. Bau dedak padi terbaik ialah tidak anyir dan berbau tengik.

Sumber: https://www.bukalapak.com/
Pengujian dengan Uji Apung
Pengujian lainnya yang cukup mudah untuk anda lakukan ialah dengan menggunakan teknik pengapungan. Pengujian dengan uji apung untuk menilai ada tidaknya campuran dalam dedak padi serta untuk menilai kandungan dalam dedak padi tersebut.
Pengujian dilakukan dengan cara mengambil beberapa gram dedak padi (anda bisa menggunakan 100 gram sampel) kemudian dilarutkan di dalam air. Dedak padi yang tenggelam menandakan bahwa kandungan nutrisinya cukup tinggi dengan tidak adanya campuran, namun untuk dedak padi yang mengapung maka kandungan nutrisinya rendah dengan kemungkinan telah terjadi penambahan campuran pada dedak tersebut.
Pengujian dengan Larutan Phloroglucinol
Untuk melakukan pengujian ini mungkin anda akan membutuhkan tambahan biaya untuk membeli larutan Phloroglucinol sebagai tes kit untuk menilai kualitas dedak padi. Pengujian ini dilakukan dengan cara menempatkan beberapa gram dedak padi (anda bisa menggunakan 100 gram sampel) kemudian tetes larutan Phloroglucinol 1% pada wadah petridish.
Pengujian ini dilakukan dengan menilai berdasarkan tingkat warna yang dihasilkan. Apabila warna merah yang dihasilkan semakin terang benderang maka dapat disimpulkan bahwa kandungan dedak padi memiliki banyak serat kasar dan campuran sekam.
Pengujian Berat Jenis
Pengujian ini dilakukan untuk menilai berat jenis dari dedak padi. Penilaian ini dilakukan dengan cara membandingkan berat jenis dedak padi terbaik dengan berat jenis dedak padi yang baru akan diujikan. Berat jenis untuk dedak padi kualitas terbaik berada pada kisaran 337,2 – 350,7 gram/liter.
BACA JUGA: Kenali Perbedaan Dedak Padi dan Bekatul
Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus:

Keterangan:
Bulk density: berat jenis (kg/m3)
Volume: volume yang digunakan 1000 ml

Pengujian Analisis Proksimat
Pengujian analisis proksimat adalah metode terbaik yang dapat anda lakukan untuk menentukan kualitas dedak padi yang anda gunakan ialah yang terbaik atau bukan. Pengujian ini dilakukan dengan penilaian terhadap kadar air, kadar abu, serat kasar, dan lemak kasar. Pengujian ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan hanya bisa dilakukan pada laboratorium.
Itulah cara yang dapat anda lakukan dalam menilai kualitas dedak padi yang berkualitas. Semoga bermanfaat.
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru lainnya? Langsung saja klik di .
REFERENSI
Mahargya, Tita. 2019. Kontrol Kualitas Dedak Padi sebagai Bahan Pakan Unggas. Jawa Tengah: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi jawa Tengah.