Ini Dia Cara DPR dan Pemerintah Menghadang Produk Pertanian yang Berbahaya

Daniel Johan selaku Ketua Komisi IV Fraksi PKB, berpendapat saat ini Indonesia memerlukan pengawasan yang lebih terhadap produk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Demi menghadang produk pertanian yang berbahaya, hal ini dilakukan dengan mengedepankan layanan strategis berdasarkan Undang-undang. Caranya adalah dengan menyatukan seluruh layanan karantina yang ada di beberapa kementerian.

Baca Juga : Upaya Pemerintah Mendukung Pertanian di Indonesia

“Karantina ini sangat dibutuhkan oleh bangsa kita untuk mengendalikan serangan produk-produk luar negeri, sehingga kita bisa memaksimalkan peningkatan produk hewan, ikan dan tumbuhan dalam negeri,” ujar Daniel dalam rapat RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bersama 5 Kementerian di Gedung Parlemen, Rabu (11/9).

Ia juga menambahkan bahwa dengan menyatukan seluruh layanan menjadi satu atap dapat menjadi rujukan pembuatan Undang-Undang sehingga memiliki dampak yang besar kelak. Dampak besar yang dimaksud ialah peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan negara dalam menghadapi perdagangan dan persaingan bebas.

“Makanya seluruh karantina akan digabungkan menjadi satu. Kan selama ini terpecah tuh, ada yang di Kementan, kemudian Kementerian Perikanan dan Kelautan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Semua harus satu atap untuk memudahkan layanan dan menjaga negara dari barang berbahaya,” katanya.

Penguatan Karantina Dilakukan Demi Menghadang Produk Pertanian yang Berbahaya

Akmal Pasluddin selaku Anggota Komisi IV juga mengatakan hal yang serupa dengan Daniel. Menurutnya penguatan karantina agar dijadikan undang-undang adalah langkah konkrit pertahanan pertanian. Ia juga menyebut bahwa Karantina adalah garda terdepan untuk menjadi pengatur keluar masuknya barang dari dalam dan luar negeri.

“Kita berharap supaya karantina mampu memfilter dan memastikan semua barang-barang yang masuk ke Indonesia bebas dari penyakit. Termasuk juga soal impor bahan pangan. Dan ini harus kita dukung,” ujar Andi Akmal.

Baca Juga : Apa Pesan BKP Kementan Pada APEC di Chille Kemarin?

Tidak hanya itu, beragam dukungan pun mengalir dari anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendorong pemerintah agar membuat lembaga khusus yang terintegrasi dengan antar kementerian. Hal ini dilakukan untuk menciptakan efisensi dan efektivitas agar lebih meningkat.

Badan Karantina Pertanian Menghadang Produk Pertanian yang Berbahaya
Badan Karantina Pertanian memiliki peranan penting untuk menghadang produk pertanian yang berbahaya ke Indonesia.

Bagaimana Tanggapan Pemerintah?

Menanggapi dukungan-dukungan yang mengalir, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan DPR.

“Insya Allah karantina akan menjadi satu kesatuan yang kuat dalam menghadapi serangan barang luar negeri yang tidak sesuai. Kemudian karantina juga akan memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dan betul-betul bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” katanya.

Kebijakan ini tidak hanya untuk menjaga Indonesia dari masuknya komoditi berbahaya saja. Namun setiap penyaringan karantina yang dilakukan akan menjadi lebih mudah dan layanan menjadi lebih cepat, tambah Mentan.

Baca Juga : Meningkatkan Produktivitas Petani Lewat Teknologi, Bisakah?

“Pengaruh aturan ini tentu saja akan sangat positif untuk rakyat Indonesia. Artinya kita ingin menjadi negara kuat dan mudah melayani masyarakat, itu kata kuncinya. Kan sekarang ini kita melayani bukan lagi dilayani,” katanya.

Ali Jamil selaku Kepala Badan Karantina Pertanian menambahkan bahwa aturan yang dibuat menjadi status kuat untuk menjawab tantangan global di tingkat Internasional. Ia juga berharap bahwa apabila RUU akan diparipurnakan maka kuota ekspor dan investasi pasti meningkat.

“Kalau sudah diparipurnakan, insya Allah proses berikutnya adalah penyiapan PP dan menyiapkan tim. Tapi sejauh ini kita menunggu waktu dan arahan bapak menteri,” tukasnya.


Nah itu dia ulasan mengenai cara Kementan dan DPR untuk menghadang produk pertanian berbahaya. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

.

.

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.