Panen Kakap Putih Air Payau 3 ton per Ha Ditengah Covid-19

Mau tau informasi mengenai budidaya kakap putih? Berikut Pak Tani Digital akan memberikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Kakap Putih

Budidaya Kakap Putih Air Payau

ikan kakap
radarkudus.com

Baca juga:  Akibat Corona Kopi Jadi Senjata Hadapi Pelemahan Ekonomi

Kakap putih sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia, ikan satu ini salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi  dalam perkembangannya, komoditas ini berhasil dikembangkan secara masal di tambak air payau.

Berbagai produksi ikan kakap putih yang dihasilkan di Indonesia dapat memenuhi permintaan pasar, dari pasar lokal hingga pasar internasional.

Dengan begitu, ikan kakap putih yang dihasilkan Indonesia dapat dikirim ke luar negeri.

Namun, kebanyakan produksi ikan kakap putih yang ada tersebut masih berasal dari penangkapan ikan di laut. Budidaya atau pemeliharaan ikan kakap putih hanya bisa menyediakan sebagian kecil.

Namun, penambak asal Kabupaten Demak sukses membudidayakan ikan ini di tambak air payau dengan ditandai yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan berhasil dikembangkan secara massal di tambak air payau.

Kabupaten Demak sebelumnya telah dipilih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara

Sebagai kawasan uji coba budidaya iakn ini di tambak dengan bentuk dukungan yakni pemberian 200.000 ekor benihnya dan melakukan transfer teknologi budidaya secara intensif kepada pembudidaya.

Hal ini disambut dengan baik dan akan mendorong komoditas kakap putih sebagai salah satu andalan ekspor Indonesia.

Penambak lagi menggenjot nilai ekspor perikanan budidaya dan kakap putih menjadi andalannya, pengembangan nya juga dilakukan dilaut

Dan menginisiasi sentra pengembangan kakap putih di tambak di berbagai di Pinrang, Sulawesi Selatan dan yang terbaru dan selanjutkan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Meski sekrang ada wabah virus corona sebagai pandemi global, namun tetap optimis hal tersebut akan berlangsung, karena produksi di hulu akan tetap berjalan paling tidak untuk konsumsi dalam negeri.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat market intelijen untuk mencari kemungkinan ekspansi tujuan ekspor di luar negara tujuan ekspor utama.

Panen Kakap Putih

ikan kakap
detik.com

Baca juga: Virus Corona Membuat Kementan Gelar Pasar Murah

Pada awalnya, bantuan benih ikan kakap yang diterima BBPBAP Jepara dipelihara di kolam pendederan hingga usia 2 bulan dengan berat sekitar 200 gram per ekor, kemudian dipindah ke kolam seluas 5 hektar untuk dibesarkan.

Ketika masih dipelihara di kolam pendederan pembelian ikan curah dari pelelangan ikan serta menyiapkan pakan alami seperti ikan kecil dari ikan nila dan mujair.

Hal ini dilakukan untuk menguangi biaya pakan. Dalam waktu 5 bulan sudah bisa panen secara parsial dengan berat ikan tiap ekornya mencapai 1 kilogram.

Total yang dipanen berkisar 3 ton lebih sehingga masih menguntungkan dengan total biaya pemeliharaan sekitar Rp 50 juta sedangkan hasilnya dengan harga jual Rp 55.000 per kg bisa mencapai ratusan juta.

Ketua Kelompok Windu Jaya Satu Ahmad Hidayat di Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung mengatakan semua pembudidaya merasa senang dan puas dengan hasil dari ikan tersebut.

Menurutnya, ini akan menjadi alternatif peluang usaha yang menjanjikan. Apalagi, ikan ini merupakan komoditas baru yang dikembangkan dengan tujuan bisa mengangkat perekonomian petambak ikan.

Keberhasilan budidaya ikan tersbut ini diharapkan akan dapat ditularkan kepada petambak lain sehingga bisa ikut menikmati hasilnya.

Untuk ketersediaan benih ikan ini, menurutnya, BBPBAP Jepara akan memperbanyak untuk memenuhi kebutuhan petambak.

Saat ini, benihnya yang tersedia masih sekitar 50.000 ekor. BBPBAP akan memprioritaskan petambak yang memiliki keseriusan dalam budidaya dan bertanggung jawab.


Itulah informasi mengenai kesuksesan budidaya ikan kakap putih air payau. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Jangan Impor, Corona Peluang Besar Pertanian

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.