tanaman hidroponik

Hidroponik diambil dari dua kata, yaitu hydro yang artinya air serta ponous yang artinya kerja. Tanaman hidroponik merupakan salah satu hasil kecanggihan teknologi pertanian yang menggunakan oksigen, air, serta nutrisi. Saat ini, tanaman hidroponik semakin digemari oleh masyarakat, bahkan dijadikan peluang usaha yang menguntungkan.

Baca juga: Tips Menanam Caisim Hidroponik untuk Mengisi Kegiatan Saat WFH

Peluang Usaha Tanaman Hidroponik

Ada banyak kelebihan dari penanaman menggunakan cara hidroponik dibandingkan dengan cara konvensional. Dimana cara ini dapat mengefisiensi lahan yang terbatas, tidak memerlukan tanah dalam jumlah banyak, serta lebih mudah mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman.

Cara hidroponik dapat menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas karena tidak mengandung pestisida dan sangat alami. Sehingga tanaman hidroponik mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman lainnya. Tentu saja hal tersebut merupakan potensi peluang usaha yang menguntungkan dan menjanjikan.

tanaman hidroponik

Sumber: http://tarulh.com/2016/03/03/melawan-redupnya-ekonomi-di-rusunawa/

Anda bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk membudidayakan tanaman hidroponik, serta memanfaatkan beberapa barang bekas untuk penanamannya. Prospek dari tanaman ini sangat cerah dalam jangka panjang karena permintaan konsumen yang tak pernah berhenti.

Hasil panen tanaman hidroponik bisa Anda jual di pasar tradisional, supermarket, usaha rumah makan, atau ke konsumen secara langsung. Patokan harga jual mulai dari Rp 8.000 sampai Rp 40.000 per kg.

Analisis Usaha Tanaman Hidroponik

1. Asumsi (Masa Pakai)
  • Pompa air hingga 5 tahun
  • Tendon udara hingga 5 tahun
  • Alat NFT hingga 5 tahun
  • Jaring atau kawat hingga 5 tahun
  • Pipa pvc hingga 5 tahun
  • Sewa lahan hingga 5 tahun
  • Timbangan hingga 5 tahun
  • Selang hingga 5 tahun
  • Pisau hingga 3,5 tahun
  • Baki hingga 3,5 tahun
  • Timba hingga 3,5 tahun
  • Wadah hingga 3,5 tahun
  • Gunting hingga 3,5 tahun
  • Peralatan lainnya hingga 3,5 tahun

Baca juga: Budidaya Hidroponik Organik Bisa Dilakukan dengan 5 Tahap Ini

2. Biaya Investasi
  • Pompa air sebesar Rp. 1.651.000
  • Tendon air sebesar Rp. 2.131.500
  • Alat NFT sebesar Rp. 2.160.000
  • Jaring atau kawat sebesar Rp. 267.000
  • Pipa pvc sebesar Rp. 321,000
  • Sewa lahan sebesar Rp. 7.323.000
  • Timbangan sebesar Rp. 221.000
  • Selang sebesar Rp. 276.500
  • Pisau sebesar Rp. 41.600
  • Baki sebesar Rp. 154.200
  • Timba sebesar Rp. 121.600
  • Wadah sebesar Rp. 216.000
  • Gunting sebesar Rp. 500
  • Peralatan tambahan lainnya sebesar Rp. 52.200
  • Jumlah Investasi sebesar Rp.  14.968.100

Baca juga: Cara Sederhana Tanam Hidroponik dengan Media Air

3. Biaya Operasional dalam satu bulan

Jumlah Biaya Tetap (Nilai Penyusutan)

  • Pompa air sebesar Rp. 26.629
  • Tendon air sebesar Rp. 379
  • Alat NFT sebesar Rp. 839
  • Jaring atau kawat sebesar Rp. 4.306
  • Pipa pvc sebesar Rp. 7.295
  • Sewa lahan sebesar Rp. 118.113
  • Timbangan sebesar Rp. 3.565
  • Selang sebesar Rp. 4.460
  • Pisau sebesar Rp. 945
  • Baki sebesar Rp. 2.487
  • Timba sebesar Rp. 2.895
  • Wadah sebesar Rp. 4.909
  • Gunting sebesar Rp. 716
  • Peralatan tambahan lainnya sebesar Rp. 842
  • Tambahan gaji karyawan sebesar Rp. 400.000
  • Jumlah Biaya Tetap sebesar Rp.  1.646.381

Baca juga: 7 Langkah Menanam Hidroponik Sederhana di Pekarangan Rumah

4. Jumlah Biaya Variabel

Hasil perkalian objek x 30

  • Benih selada Rp. 900.000
  • Benih cabe Rp. 975.000
  • Benih sawi Rp. 900.000
  • Benih bawang Rp. 000
  • BBM Rp. 000
  • Air dan listrik 30 Rp. 000
  • Obat-obatan Rp. 095.000
  • Pupuk Rp. 1,560,000.
  • Vaksin Rp 260.000
  • Vitamin Rp. 215.000
  • Rockwool media Rp. 400.000
  • Semai / tanam botol bekas 1.080.000
  • Karung Rp. 510.000
  • Jumlah Biaya Variabel Rp.  14.235.000

Baca juga: Bertanam Hidroponik? Ini Dia Cara Membuat Pupuk AB Mix Sendiri

5. Jumlah Biaya Operasional

= biaya variabel + biaya tetap = Rp.  15.881.381

6. Hasil Pendapatan Dalam Satu Bulan
  • 6 kg selada Rp. 36.000, per bulan Rp. 1.080.000
  • 8 kg cabe Rp. 240.000, per bulan Rp. 7.200.000
  • 8 kg sawi Rp. 64.000, per bulan Rp. 1.920.000
  • 8 kg bawang Rp. 304.000, per bulan Rp. 9.120.000

Jumlah pendapatan panen, Rp. 19.320.000

7. Hasil Keuntungan Dalam Satu Bulan

jejeran hidroponik

Sumber: https://www.finansialku.com/bisnis-tanaman-hidroponik/amp/

 Rumus: Jumlah Pendapatan – Jumlah Biaya Operasional

= Rp. 19.320.000 – Rp.  15.881.381

= Rp. 3.348.619

Baca juga: 5 Langkah Mudah Budidaya Cabe Hidroponik

Itulah beberapa penjelasan mengenai peluang usaha tanaman hidroponik beserta analisis usahanya. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.