5 Peluang Pengendalian Hayati Dalam Membasmi Penyakit Tanaman

Dalam mengembangkan sebuah tanaman, salah satu masalah yang paling sering dihadapi oleh petani biasanya berkaitan dengan penyakit tanaman. Karena hal ini banyak merugikan petani, mereka sering mengendalikan penyakit dengan menggunakan pestisida kimia sintesis. Meski demikian, pestisida kimia sintesis biasanya tidak memecahkan masalah secara maksimal.

Oleh karena itu, saat ini, pengendalian hayati mulai digencarkan oleh para ahli untuk mengatasi masalah penyakit tanaman. Pengendalian hayati adalah teknik untuk mengendalikan populasi hama tanaman dengan menggunakan musuh alami seperti hewan pemakan serangga, parasitoid, dan patogen. Selain mengatasi masalah penyakit pada tanaman, pengendalian hayati juga berfungsi untuk mendukung keseimbangan ekosistem pertanian dan menunjang ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Perkembangan pengendalian penyakit tanaman melalui pengendalian hayati ini berkembang cukup pesat karena adanya beberapa peluang, yaitu sebagai berikut.

Masyarakat menginginkan produk pertanian yang sehat dan aman

Masyarakat sudah menyadari bahwa pestisida dan bahan kimia sintesis lainnya memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Kesadaran ini membuat masyarakat menginginkan produk pertanian yang lebih aman bagi tubuh.

Oleh karena itu, pengendalian hayati memiliki peluang besar untuk digunakan masyarakat dalam bertani karena lebih aman dan sehat. Jika dibandingkan dengan penggunaan kimia sintesis, pengendali hayati tidak beracun, baik terhadap manusia maupun hewan, terutama jika diaplikasikan pada saat panen atau setelah panen karena metabolit sekunder yang dihasilkan agensia hayati lebih mudah terurai. Produk pertanian juga tidak menyimpan residu kimia di dalamnya sehingga aman untuk dikonsumsi secara langsung.

Masyarakat perlu produk pertanian yang sehat dan aman

Dengan alasan-alasan tersebut, pengendalian hayati ini tentu saja sangat berperan penting dalam menunjang produksi pertanian.

Baca: 5 Dampak Berbahaya, Stop ‘Kecanduan’ Pupuk Kimia!

Fungisida kimia sintesis yang tidak bekerja secara maksimal

Penggunaan fungisida kimia sintesis untuk mengendalikan penyakit tanaman tidak selalu bekerja dengan maksimal. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya penggunaan fungisida kimia sintesis tersebut, baik dari segi konsentrasi maupun tingkat keseringannya.

Karena fungsinya yang kurang maksimal, tidak jarang petani langsung menyiramkan fungisida sintesis ke tanaman bahkan tanahnya, bukan menyemprotnya sedikit demi sedikit. Sebagian petani juga terkadang tidak hanya menggunakan satu jenis fungisida kimia sintesis, tetapi juga mencampurkan beberapa jenis fungisida demi terkendalinya penyakit tanaman dan meningkatnya produksi pertanian. Padahal, biaya pembelian fungisida sendiri sangatlah besar.

Kehadiran agensia pengendali hayati dapat mengatasi persoalan ini. Penelitian menunjukkan kemampuan agensia pengendali hayati dalam mengatasi masalah penyakit tanaman, yang sebelumnya sukar dikendalikan dengan fungisida kimia sintetis. Misalnya, penggunaan bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens P60 yang mampu mengurangi populasi jamur Fusarium oxysporum, penyebab penyakit moler pada bawang merah.

Biaya penggunaan agensia hayati yang rendah

Sejak proses isolasi hingga formulasi, biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu agensia pengendali hayati jelas lebih rendah dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu senyawa kimia sintesis.

Dalam penerapannya di lapangan, pengendali hayati ini tidak memerlukan perizinan yang ketat yang membutuhkan banyak biaya. Padahal, dalam penerapan agensia kimia sintesis pada tanaman, kita harus mengeluarkan banyak biaya dan menunggu waktu yang lama untuk mendapat izin, menjamin jika agensia tersebut tidak berdampak negatif bagi lingkungan hidup.

Tomcat, Serangga Predator Hama Tanaman Padi
Tomcat, Serangga Predator Hama Tanaman Padi | Sumber: greeners.co

Dewasa ini, biaya produksi pertanian semakin tinggi. Oleh karena itu, petani berlomba-lomba untuk mengeluarkan biaya produksi yang sedikit, namun mendapatkan hasil produksi yang berkualitas. Meskipun harga pestisida terjangkau oleh petani, namun, bila mereka menggunakan pestisida tersebut pada tanaman yang berjumlah besar, tentu biaya produksi yang dikeluarkan sangat besar. Oleh karena itu, pengendali hayati pun menjadi jawaban atas masalah ini.

Baca: Cara Basmi Hama Minim Biaya dan Pestisida

Waktu penyiapan pengendali hayati yang relatif singkat

Waktu yang diperlukan untuk menyiapkan hingga mendapatkan agensia pengendali hayati memang relatif  lebih singkat dibandingkan dengan waktu yang diperlukan untuk memperoleh senyawa kimia pengendali penyakit tanaman.

Senyawa kimia membutuhkan waktu yang lama dari penemuan sampai pengujiannya, bahkan hingga ke pemasarannya. Akan tetapi, agensia pengendali hayati, sebaliknya, hanya membutuhkan waktu singkat untuk dapat menemukan dan mengaplikasikannya.

Setelah mendapatkan calon agensia hayati dari hasil isolasi dan uji laboratorium, agensia hayati tersebut dapat diterapkan secara langsung ke lahan pertanian untuk mengendalikan penyakit tanaman. Biasanya waktu yang dibutuhkan hanya beberapa hari.

Banyaknya agensia hayati yang disediakan oleh alam

Ketersediaan pengendali hayati di alam yang tersebar di banyak wilayah memang salah satu peluang kemudahan penerapan agensia ini dalam dunia pertanian. Di Indonesia, hampir setiap wilayahnya memiliki pengendali hayati yang khusus.

Hal ini dibuktikan oleh banyaknya peneliti yang menerapkan penggunaan agensia hayati untuk mengendalikan penyakit tanaman di daerahnya. Biasanya hasilnya sangat beragam karena bekerja dengan mikroba sehingga membutuhkan kondisi ekologi dan iklim tersendiri.

Oleh karena perbedaan tersebut, beberapa peneliti mengusulkan untuk dibangunnya Bank Agensia Hayati atau Pusat Penyimpanan Agensia Hayati secara nasional untuk menyimpan agensia hayati dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca: Keuntungan dan Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia

Sumber: Penelitian Loekas Soesanto, Guru Besar Faperta Unsoed

Penulis: Hutri Cika Berutu 


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.