Bagaimana Peningkatan Ekspor Komoditi Pertanian Indonesia Setiap Tahunnya?

Peningkatan ekspor komoditi pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK, terlihat dari meningkatnya produksi dan ekspor komoditas pertanian.

Jika melihat laporan Badan Pusat Statistika, pada tahun 2014 hingga tahun 2018 peningkatan gabah kering giling sangat signifikan. Peningkatan hasil produksi padi dijabarkan sebagai berikut :

  • Tahun 2014 :  70.846.465 ton gabah kering giling.
  • Tahun 2015 :  75.397.841 ton gabah kering giling.
  • Tahun 2016 :  79.354.767 ton gabah kering giling.

Peningkatan Nilai Ekspor

Untuk nilai ekspor terjadi peningkatan dari tahun ke tahun meskipun mengalami penurunan pada 2015 dan 2016 karena terjadi bencana kekeringan.

  • Jumlah ekspor tahun 2015  : Rp 403,8 triliun.
  • Jumlah ekspor tahun 2016  : Rp 284,9 triliun.
  • Jumlah ekspor tahun 2017  : Rp 475,9 triliun.
  • Jumlah ekspor tahun 2018  : Rp 499,3 triliun.

Peningkatan Laju Inflasi dan Nilai Investasi Pertanian

Penurunan Laju inflasi bahan makanan pada periode 2014-2017 merupakan pertama dalam sejarah pembangunan pertanian di indonesia yaitu pada Tahun 2014 mencapai 10,57%, pada 2015 turun drastis di angka 4,93%. Pada 2016 naik tipis di angka 5,69%, tapi pada 2017 menukik di angka 1,26%.

Baca Juga : Upaya Kementan Untuk Mencetak Eksportir Muda Milenial

Nilai investasi pertanian juga mengalami peningkatan. yakni ditampilkan dalam data berikut dibawah ini:

  • Tahun 2013 : Rp 29,3 triliun.
  • Tahun 2014 : Rp 44,8 triliun.
  • Tahun 2015 : Rp 43,1 triliun.
  • Tahun 2016 :  Rp 45,4 triliun.
  • Tahun 2017 : Rp 45,9 triliun.
  • Tahun 2018 : Rp 61,6 triliun.

Investasi pertanian sejak 2013-2018 mencapai Rp241 triliun atau meningkat sekitar 110,2%. produk domestik bruto (PDB) pertanian pun mengalami peningkatan  Seiring dengan peningkatan produksi pertanian.

Pengepakan barang untuk ekspor dan impor
Ilustrasi : Pengepakan barang untuk ekspor dan impor

Peningkatan Domestik Bruto dan Nilai Tukar Petani

Pada 2013 Produk domestik bruto  pertanian masih di angka Rp994,8 triliun, 2014 (Rp1.089,6 triliun), 2015 (Rp1.184 triliun), 2016 (Rp1.267 triliun), 2017 (Rp1.344,7 triliun), dan pada 2018 menjadi Rp1.463,9 triliun.

Sejatinya Pembangunan pertanian di Indonesia bermuara  pada kesejahteraan petani yang tercermin dalam nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha petani (NTUP). Pada 2014, NTP tercatat 102,03 dan NTUP 106,05. Sementara NTP pada 2018 naik menjadi 102,25 dan NTUP melambung tinggi di angka 111,77.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Vanili, Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia

Menurunnya Tingkat kemiskinan pedesaan pun menjadi 13,2% pada 2018 Hingga saat ini, Menteri Pertanian juga terus berupaya memacu peningkatan investasi dan ekspor komoditas pertanian yang merupakan bentuk nyata revolusi di sektor pertanian.

Pengubahan Sistem adalah Kunci Sukses Peningkatan Ekspor Indonesia

Tercatat sejak pemerintahan Jokowi-JK total kenaikan ekspor rata-rata 2,4 juta ton per tahun dan ekspor naik 9 juta ton. Pada 2013, total ekspor hanya 33 juta ton, namun pada 2018 tercatat 42,5 juta ton sebagai nilai tertinggi dan pada Tahun 2019 ditargetkan naik minimal 45 juta ton.

Mengubah sistem ekspor menjadi lebih mudah
Ilustrasi : Mengubah sistem ekspor menjadi lebih mudah adalah salah satu terobosan untuk meningkatkan ekspor

Kementan juga menerapkan pengurusan dokumen ekspor melalui online single submission (OSS) serta mengambil langkah cepat untuk mendorong ekspor produk pertanian dengan penggunaan sertifikat elektronik (e-Cert) dan menggunakan peta komoditas ekspor produk pertanian i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export).

Dulu pengurusan ekspor relatif sulit, tapi sekarang dengan OSS dan i-Mace yang diluncurkan Badan Karantina dapat memetakan potensi daerah yang memiliki komoditas berkualitas ekspor. Pada era digital 4.0 ini, akselerasi ekspor ini harus kita dorong.

Baca Juga : 4 Cara Meningkatkan Ekspor Pertanian untuk Kesejahteraan Petani

Usaha Kementan Mendongkrak Peningkatan Ekspor Komoditi Pertanian

Kementan telah membagikan secara gratis sekitar 499.000 unit alat mesin pertanian (alsintan) atau naik 2.000% kepada petani. Untuk mendorong produksi, pembagian alsintan ini merata di seluruh penjuru Tanah Air. Presiden Jokowi pun mengaku kagum dengan kemajuan teknologi pertanian Indonesia.

Melihat bantuan  dari menteri Pertanian, Presiden jokowi merasa kaget karena dalam dalam satu kabupaten traktornya begitu banyak, ekskavatornya begitu banyak sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada.

Menurut Presiden, pembangunan pertanian Indonesia memang harus berani mengalihkan pola pertanian tradisional menuju ke pola pertanian modern, yakni memakai teknologi.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir juga mencatat peningkatan ekspor dan produk pertanian Indonesia yang sukses dalam menekan impor. Dulu hanya impor bawang merah, sekarang bisa membalikkan keadaan dengan peningkatan ekspor pada 2018 dan 2019.

Kementerian pertanian adalah seorang pejuang yang berani menghadapi segala risiko untuk melindungi petani. kebijakan dan program yang dilakukan Kementan selama ini juga sangat dirasakan manfaatnya oleh petani di seluruh Indonesia.

Disadur dari Sindonews


Nah itu dia ulasan mengenai kesuksesan pemerintah yang mempengaruhi peningkatan ekspor komoditi pertanian. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.