Perhatikan Lingkungan Petani Ditengah Wabah Covid-19

Mau  tau informasi mengenai wabah covid-19 dan lingkungan petani? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Wabah Covid-19

Saat ini, virus corona menjadi wabah yang menyebar ke seluruh penjuru dunia. Bermula dari Wuhan di Tiongkok, virus corona telah menyebar ke berbagai negara seperti Italia, Iran, Korea Selatan, Malaysia, bahkan Indonesia.

Banyak kabar yang beredar tentang bagaimana cara menghindari virus ini untuk mengurangi penyebaran. Pemerintah Indonesia juga telah melakukan Lockdown

Atau memperingati warga agar mengurangi kegiatan di luar rumah dan menjauhi keramaian agar tidak semakin bertambahnya angka yang terinfeksi virus corona ini.

Sekarang sektor pertanian telah memiliki nilai ekonomi yang dapat membuat Indonesia bertahan dari ancaman krisis global, termasuk krisis yang diakibatkan wabah corona saat ini.

Hal tersebut karena sektor pertanian selalu menjadi kebutuhan sehari-hari, dan pengerjaannya tidak terlalu sulit yaitu hanya memakan waktu tanam selama 3 bulan.

Dengan begitu sebaiknya petani harus memperhatikan ketahanan tubuh agar mampu menjadi orang terdepan dalam mememnuhi kebutuhan setiap warga Indonesia. Berikut hal yang perlu diperhatikan di lingkungan pertanian yang rentan adanya covid-19.

Baca juga:  Kenaikan Permintaan Drone Pertanian Akibat Virus Corona

Hal yang Diperhatikan Petani

Alat Pertanian

Ketahanan covid-19 di berbagai benda mati berbeda-beda tergantung bahan dari benda tersebut. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Hospital Infection pada bulan Februari lalu menganalisis 22 studi mengenai virus-virus corona sebelumnya

Dan hasilnya mengungkap bahwa virus corona, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) coronavirus, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) coronavirus, atau endemic human coronavirus (HCoV), dapat bertahan pada permukaan benda seperti :

  • Pada baja dapat bertahan selama 48 jam atau 2 hari
  • Pada alumunium dapat bertahan selama 2-8 jam
  • Pada logam dapat bertahan selama 5 hari
  • Pada kayu dapat bertahan selama 4 hari
  • Pada kertas dapat bertahan selama 4-5 hari
  • Pada kaca dapat bertahan selama 4 hari
  • Pada plastik dapat bertahan selama 5 hari atau kurang
  • Pada karet silikon dapat bertahan selama 5 hari
  • Pada lateks dapat bertahan selama 8 hari
  • Pada keramik dapat bertahan selama 5 hari
  • Pada teflon dapat bertahan selama 5 hari.

Dengan begitu para petani lebih memperhatikan alat-alat pertanian seperti cangkul, ember, parang, traktor dan alat lainnya yang sering digunakan dalam bertani agar mengurangi dalam menyentuh benda-benda tersebut.

Ketahanannya tergantung pada jenis permukaan, suhu atau kelembapan lingkungan. Akan tetapi, virus corona tersebut dapat dibasmi pada permukaan jika disemprot desinfektan dengan disemprotkan langsung pada benda atau permukaan yang mungkin terinfeksi.

wabah covid-19
idtimes.com

Baca juga: 5 Dampak Covid-19 yang Terjadi Pada Sektor Pertanian

Menjaga Jarak Bersosialisasi

Menjaga jarak saat bersosialisasi itu sangat penting karena penelitian telah menemukan bahwa SARS-CoV-2, nama resmi untuk virus corona yang menyebabkan pandemi saat ini.

Menyebar lewat droplet atau ludah dan secara prospektif dapat tetap mengudara hingga tiga jam setelah seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Studi lain telah menyimpulkan bahwa coronavirus dapat tetap hidup di permukaan mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari bertujuan untuk menghambat wabah untuk mengurangi kemungkinan infeksi di antara populasi berisiko tinggi.

Lakukan hal ini dengan cara  mengurangi pertemuan massal seperti mengikuti kegiatan rutin Gakpoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan tidak berada di area ramai serta menjaga jarak sekitar 2 meter dari orang lain.

Terutama dari mereka yang menunjukkan tanda-tanda sakit. Jika ingin keluar rumah membeli kebutuhan untuk bertani maka gunakan masker dan sarung tangan dan topi untuk menutupi bagian kepala.

Dan setelah selesai maka cuci tangan sampai bersih, selama keluar rumah sebaiknya tidak menyerntuh area wajah.

wabah covid-19
pemerintahkotasemarang.com

Bertani di Waktu yang Tepat

Hal yang tidak mungkin dilakukan petani untuk berdiam dirumah tanpa melakukan kegiatan bertani di ladangnya karna petani harus merawat tanaman hingga masa panen tiba.

Lakukan kegiatan perawatan seperti penyiraman, pemupukan, penyiangan sebaiknya di waktu yang memang saat tanaman itu butuhkan tanpa harus berlama-lama di ladang.

Dikarenakan virus corona kemungkinan besar juga berada disekitar petani, oleh karena itu petani harus menjaga kesehatan dan kebugaran agar kekebalan tubuh meningkat, mencuci tangan sesering mungkin atau gunakan hand sanitizer.

Ketika batuk atau bersin, tutup hidung, dan mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut karena virus ataupun kuman lain dapat menempel pada tangan.

Gunakan masker dengan benar ketika sakit atau berada dalam keramaian dan ganti pakaian setalah melakukan kegiatan bertani di ladang.

Akan lebih baik mencegah penyebaran virus corona, ikutin semua pencegahan yang telah dianjurkan Kementrian Kesehatan, WHO dan pemerintah maka virus corona punya kesempatan yang lebih kecil untuk menyebar. Lakukan kerja sama untuk Indonesia bebas virus.


Itulah informais untuk pencegahan wabah covid-19 di lingkungan petani. Semoga informasi yang diberikan dapat bermafaat ya sobat PTD!

Baca juga: Virus Corona Membuat Resah Ketersediaan Pangan

Penulis: Rini Itona 

Sumber:

  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200316141127-255-483855/alasan-social-distance-efektif-mencegah-penularan-corona
  • https://www.sehatq.com/artikel/berapa-lama-virus-corona-bertahan-pada-permukaan-benda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.