Hadapi Pandemi, Gandeng Pemasok Untuk Ketersediaan Pangan

Mau tau informasi mengenai hadapi pandemi untuk ketersediaan pangan? Berikut Pak Tani Digital akan memberikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Pandemi Corona Virus

Kerjasama Dengan Pemasok

pangan
kompasmoney.com

Baca juga: 8 Cara Menjaga Kesehatan Bagi Petani di Tengah Wabah COVID-19

Ditengah wabah virus corona yang menyerang Indonesia sehingga diberlakukannya upaya pandemi corona virus membuat keresahan warna Indonesia akan ketersediaan pangan.

Untuk mengurangi rasa kekhawatiran warga Indonesia maka beberapa waktu lalu Ketua Kementrian Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo dalam melakukan sidak ke berbagai gudang dan pasar untuk memastiknan ketersediaan pangan masih tersedia.

Kementerian Pertanian (Kementan) juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama pemasok dan produsen pangan tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga pangan di Jakarta.

Beberapa pemasok dan produsen komoditas pangan yang menandatangani kesepakatan itu yakni

PT Food Station, PT Datu Nusantara Agribisnis, PT Asian Agro, PT Musim Mas, Perpadi, PT Wilmar Nabati, PTPN Holding Company, dan PT Makassar Tenee.

Ada pula PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Binagloria Enterprindo, Poktan Kembang Sari, Asosiasi Champion Cabai Jateng,

Gabungan Usaha Pembibitan Unggas, PT Duta Putra Perkasa, PT Suri Nusantara Jaya, dan PT Berkat Mandiri Prima.

Langkah itu adalah salah satu upaya Kementan menjaga ketersediaan, stabilitas pasokan, dan haga komoditas pangan strategis di tengah pandemi coronavirus disease ( Covid-19).

Upaya tersebut juga berlaku untuk mengantisipasi datangnya hari besar keagamaan dan nasional (HBKN) 2020. Ruang lingkup kesepakatan meliputi 11 komoditas pangan pokok.

Yakni beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Ketersediaan Pangan

pangan
rri.com

Baca juga: Perhatikan Lingkungan Petani Ditengah Wabah Covid-19

Berdasarkan data Kementrian Pertanian, diperkirakan ketersediaan pangan strategis nasional untuk maret hingga agustus 2020, yakni beras tersedia 25,6 juta ton dari kebutuhan 15 juta ton.

Untuk ketersediaan jagung sebanyak 13,7 juta ton dari keburuhan 9,1 juga ton, bawang merah tersedia 1,06 juta ton dari kebutuhan 701.482

dan cabai besar tersedia 657.467 ton dari kebutuhan 551.261 ton.

Daging sapi tersedia 51.872 ton (290.000 ton diantaranya berasal dari impor) dari butuhan 376.305 ton, daging ayam ras 2 juta ton dari kebutuhan 1,7 juta ton dan minyak goreng 23,4 juta ton dari kebutuhan 4,4 juta ton.

Diharapkan dengan adanya penandatanganan kesepakatan itu agar semua pihak menjalin kerja sama dan sinergi menjaga pangan, terutama menghadapi wabah corona dan HBKN.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyo yang mewakili Mentan dalam penandatanganan itu

mengapresiasi produsen dan pemasok atas komitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

Ini meruakan tugas bersama untuk negara dan bangsa dalam menyediakan pangan yang cukup bagi 267 juta orang dengan ketersediaan komoditas pangan pokok strategis memang cukup.

Namun, distribusi dan stabilitas harga membutuhkan peran semua pihak, terutama pemasok.


Itulah informasi mnegenai kerjasama Kementan dan pemasok untuk hadapi situasi pandemi. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga:  Kekhawatiran Pengusaha Daging Adanya Covid-19

Sumber: Kompas.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.