Siaga Persediaan Cabai dan Bawang Saat Pandemi

Mau tau informasi mengenai cabai dan bawang saat pandemi? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Hadapi Pandemi Covid-19

Ketersediaan Bawang dan Cabai

pandemi
idenpendensi.com

Baca juga: Ekspor Pertanian Naik 0,91% di Tengah Wabah Covid-19

Wabah virus corona (Covid-19) semkain membuat pemerintah gencar untuk terus memberikan keamanan bagi warga indonesia salah satunya di bidang sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo atau SYL memerintahkan jajaran di Kementerian Pertanian segera menentukan subyek persoalan pangan yang harus ditangani secara cepat.

Langkah ini perlu mengingat satu bulan ke depan Indonesia akan menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2020.

Kementan meminta untik segera identifikasi wilayah  yang berpotensi kekurangan pasokan.

Lalu tentukan cara pengendaliannya yang diperlukan dalam menentukan metodologi yang benar agar pasar berjalan dengan baik.

Dalam acara rapat koordinasi yang dihadiri oleh petani champion.

Pedagang dan pengusaha aneka cabai dan bawang merah diharapkan secara aktif selama 2 (dua) bulan ke depan dapat mengorbankan kepentingan pribadi untuk rakyat Indonesia.

Sebagai informasi, ketersediaan pangan untuk Maret-Mei mendatang masih berada di level aman. Neraca kumulatif sampai dengan bulan Mei untuk bawang merah berkisar 240 ribu ton lebih.

Sementara untuk cabai besar dan cabai rawit masing-masing 33 ribu ton dan 68 ribu ton. Jadi diharapkan warga tidak melakukan panic buying dan atau khawatir akan ketersediaan cabai dan bawang.

Dirjen Hortikukultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto memastikan akan melaksanakan arahan Mentan dalam memonitoring semua kebutuhan rakyat menjelang

Dan sesudah hari raya besar Idul Fitri 2020 mendatang dan mengimplementasikan arahan pak Menteri untuk menjamin kebutuhan masyarakat

Harga Bawang di Berbagai Daerah

pandemi
liputan6.com

Baca juga: Kenaikan Permintaan Drone Pertanian Akibat Virus Corona

Masyarakat dihimbau untuk tidak panik akan harga bawang merah.

Harga akan berangsur normal karena suplai bawang merah ke pasaran akan bertambah seiring dengan panen bawang merah pada akhir Maret 2020.

Berdasarkan pantauan petugas informasi pasar di beberapa daerah, harga bawang merah di tingkat petani stabil dengan ratarata kisaran harga 15.000-Rp 29.000.

Di wilayah Tegal yaitu Rp 20.000, Brebes Rp 21.000, Solok Rp 23.000, Temanggung Rp 16.000, Bangli Rp 19.000, Tapin Rp 20.000, Bima di kecamatan Parado Rp 15.000 dan tingkat ecerannya Rp 20.000, Majene Rp 20.000

Dan ecerannya Rp 25.000. Sedangkan di Pasar Induk Kramat Jati per 16 Maret 2020 harga bawang merah Rp 23.000, tidak ada kenaikan yang tajam sejak awal maret 2020 berkisar Rp 22.000-Rp 25.000.

Dihimbau kembali agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi sistem pandemi corona virus dengan melakukan panic buying karna saat ini persediaan masih aman, tercukupi

Dan harga masih terbilang normal dan diminta warga untuk bekerjasama agar yang membutuhkan seperti orang yang sakit lebih diutamakan mendapatkan kebutuhannya.


Itulah informasi mengenai ketersediaan cabai dan bawang saat hadapi pandemi. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Kekhawatiran Pengusaha Daging Adanya Covid-19

Sumber: Fajar.co.id

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.