Virus Corona Membuat Resah Ketersediaan Pangan

Mau tau informasi mengenai ketersediaan pangan? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Ketersediaan Pangan

Wabah Virus Corona

ketersediaan pangan
twitter.com

Baca juga: Lawan Virus Corona Dengan Konsumsi Jahe dan Kunyit

Wabah virus corona semakin membuat masyarakat menjadi resah, karena sifat virus ini cepat menular baik dari manusia ke manusia atau hewan ke manusia.

Hal ini me buat sejumlah masyarakat berbondong-bondong menyerbu sembako untuk menjaga ketersediaan di rumah ataupun menjaga ketahanan tubuh diri sendiri, sehingga dapat dipastikan kebutuhan pangan akan meningkat.

Dengan melihat kodisi keresahan masyarakat tersebut,  Kementerian BUMN memberikan instruksi ke perusahaan pelat merah terkait penanganan virus corona. Terlebih, virus ini sudah menyerang dua WNI.

Staf Khusus Menteri BUMN yang berhubungan dengan pelayanan publik akan menyediakan hand sanitizer. Tempat-tempat pelayanan publik itu seperti terminal, bandara, gerbong kereta dan lain-lain.

Selain itu BUMN yang bergerak di sektor pangan untuk meyakinkan publik bahwa BUMN bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan jangan mengkhawatirkan stok pangan untuk kedepannya.

Dan untuk mengurangi keresahan masyarakat pihak BuMN akan terus memberi fasilitas menyediakan hand sanitizer di keramaian hingga melakukan sosialisasi untuk kebersihan tangan.

Penegasan Ketersediaan Pangan

Baca juga: Dampak Virus Corona Bagi Petani di Bali

Dengan permintaan pangan yang terus meningkat Perum Bulog menjamin ketersediaan stok beras akan aman hingga untuk kebutuhan jelang Ramadan.

dan kondisi tak terduga. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat tak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk memastikan hal tersebut maka dilakukan kunjungan ke gudang-gudang beras di seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan mengenai ketersediaan pangan.

Selain itu dilakukan kerja sama seluruh jaringan yang menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline.

serta outlet-outlet miliknya seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada bersama dengan Bulog.

Stok beras hingga saat ini yang tersimpan di gudang-gudang Bulog mencapai 1,7 juta ton dari total kapasitas gudang yang tersedia sebesar 3,8 juta ton.

Ketersediaan stok beras dipastikan akan bertambah karena sebentar lagi memasuki musim panen raya. Oleh karenanya pihaknya memastikan pasokan beras betul-betul tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pihaknya pun sudah memiliki sistem penjualan secara online yaitu iPANGANANDOTCOM untuk mempermudah dan mempercepat pembelian kebutuhan pangan masyarakat.

Dan dapat dinatar langsung kerumah.Sudah tersedia di beberapa kota besar seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Jogja, Makassar dan Medan melalui aplikasi Shopee (https://shopee.co.id/panganandotcom).


Itulah informasi mengenai ketersediaan pangan saat wabah virus corona. Smeoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Pastikan Aman dari Virus Corona, Impor Buah dan Sayuran Tetap Dibuka

Sumber: Detikfinance.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.