petani-jagung

Perkenalkan, Dean Novel, seorang petani jagung berusia 44 tahun dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Uniknya, Dean bukanlah seorang lulusan sarjana pertanian. Dean sudah mengantongi gelar magister alias S2, tak hanya itu, Dean juga meninggalkan pekerjaannya di sektor swasta untuk menjadi petani. “Saya tinggalin pekerjaan saya di swasta. Di macam-macam bidang dan perusahaan. Saya tinggalin, saya fokus ke pertanian ini. Memang agak aneh awalnya”, ungkapnya sambil tersenyum.

Pada awalnya, Dean memulai lahan untuk ditanami jagung. Ia mengaku bahwa butuh usaha dan belajar yang keras karena Ia sendiri tidak punya keahlian di bidang pertanian. Lambat laun, Dean mulai memahami bagaimana caranya bertani jagung mulai dari proses menanam, perawatan hingga masa panen.

Ditipu dan Merugi Hingga Miliaran Rupiah

Dalam usahanya, ia mulai menyadari bahwa banyak sekali rintangan yang ia lewati. Dean mengaku banyak sekali ditimpa kemalangan. Ia ditipu berkali-kali mulai dari tengkulak, hingga orang yang sesama mengaku petani.

“Yang enggak enaknya itu kan ditipunya. Saya beli jagung nih, katanya uang muka dulu. Saya kasih uang muka, eh kabur dia “, ungkap Dean. “Terus ada yang mau jual jagung, karena saya habis ditipu, ya sudah saya maunya dia kirim dulu lalu saya bayar. Waktu itu saya enggak tahu jagung itu spesifikasinya gimana. Ternyata jagung yang dikirim jelek. Waktu saya jual justru lebih murah,” sambungnya.

Baca Juga : Bagas Suratman, Mantan Preman yang Kini Menjadi Petani Sukses

Tidak hanya itu, niat baik Dean untuk meminjamkan modal kepada petani lain justru membawannya semakin merugi. Kena tipu karena para petani tersebut malah pergi dan tidak membayar utangnya.

Kemalangan Dean semakin ditambah dengan gagal panen. Usaha yang ia bangun malah merugi hingga miliaran rupiah yang tidak dapat dihindari. Pengalaman pahit ini semakin membuat Dean terpuruk.

Petani Jagung Bangkit Kembali Setelah Ditipu dan Merugi Miliaran Rupiah
Ilustrasi : Unsplash

Bangkit Kembali Setelah Ditipu Miliaran Rupiah

Tidak mau terus-menerus dalam kondisi terpuruk, akhirnya Dean bangkit kembali. Pelajaran yang begitu beharga menjadi pengalaman bagi Dean untuk membangun sistem yang lebih baik lagi dalam usahanya. Kecintaannya terhadap bidang pertanian membuatnya bangkit dan berusaha kembali.

Akhirnya Dean pun membuat Standart Operating Procedures (SOP) yang mengatur segala alur prosedur mulai dari proses membeli jagung, menjalin mitra dengan petani, peminjaman modal, dan sebagainya.

Baca Juga : Suryono, Petani Indonesia yang Berhasil Mendunia

Tidak hanya membuat SOP, Dean juga melakukan pengecekan langsung ke petani hingga administrasinya. Hal ini ia lakukan untuk memberikan pendampingan petani secara melekat.

Ilmu ekonomi yang ia miliki digunakan secara maksimal dengan membuat berbagai perhitungan bisnis, mulai dari awal pembenihan, efektivitas pengunaan lahan, pemupukan, hingga standar harga jual.

Hasil memang tak mengkhianati proses. Dengan ketelitian dan ketekunannya, jumlah jagung yang dihasilkan dari lahan yang ia sewa ternyata meningkat, begitupun kualitasnya. Hal ini membawa angin segar untuk pendapatannya yang juga meningkat.

Senang Berbagi Kepada Petani

Dean juga tidak pelit dalam berbagi ilmu ke petani lain. Dengan senang hati ia membuka kemitraannya dengan para petani jagung di Lombok. Pendampingan dilakukan oleh Dean dan tim kepada para petani mulai dari rencana tanam hingga panen. Ia juga membuat berbagai program edukasi guna meningkatkan kualitas dan kuantitas jagung dari lahan yang dimiliki petani.

Baca Juga : Padi Buatan Universitas Jenderal Soedirman yang Wangi dan Kaya Protein

Hingga saat kini, ia sudah menjalin dengan 7000 petani di NTB yang bermitra dengan Dean. Adapun total luas lahan yang ia kelola 7000 hektar dengan 5 hektar ia kelola sendiri.

Dari mitra yang ia jalin, produksi jagung di NTB terus meningkat dari 300.000 ton pertahun di tahun 2007 menjadi 2,5 juta ton di tahun 2018. Petani pun semakin sejahtera karena pendapatan para petani semakin meningkat, tungkasnya.

Disadur dari Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.