ekspor buncis

Mau tau informasi mengenai petani muda ekspor baby buncis? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Ekspor Baby Buncis

Gerakan Petani Muda

ekspor buncis
wartatani.com

Baca juga: Peluang Gantikan China Untuk Ekspor Nanas

Petani muda sekarang sudah digalakkan untuk peningkatan hasil pertanian untuk mencapai pasar ekspor dunia.

Gerakan Gratieks (Gerakan Tika kali Ekspor) yang diberlakukan Kementrian Pertanian (Kementan) semakin hari semkain menunjukkan peningkatan.

Dan banyak generasi muda memulai untuk membuka bisnis ekspor. Salah satunya adalah petani muda asal Desa Suntenjaya, Bandung Barat, Ulus Pirmawan yang memilih baby buncis sebagai lahan bisnis masa depan.

Buncis merupakan salah satu produk hortikultura yang biasa dimasak sebagai salah satu menu masakan sayur.

Ulus berfikiran bahwa buncis memiliki nilai jual yang tinggi dan potensi pasar internasional yang cukup luas.

Dengan berjalannya waktu, baby buncis mampu ekspor ke Singapura. Bahkan baby buncis super saya menembus market negara-negara di Asia.

Kini bisnis nya semakin maju karena setiap harinya ia mampu memenuhi kebutuhan buncis super ke berbagai pasar di dalam dan luar negeri. Khusus baby buncis.

Ulus mengaku mampu panen dalam kurun waktu 40 hari sekali dengan hasil 40 kilogram dengan omzet perbulan mencapai Rp 400 juta.

Harapan Petani Muda

ekspor buncis
detik.com

Baca juga: Semangat Bisnis Ekspor Petani Muda dari Bali

Ulus juga menggandeng sejumlah pengusaha muda di Jawa Barat untuk menumbuh kembangkan bisnisnya dan mengaku mendukung program gerakan tiga kali ekspor (Geratieks).

Yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang merupakan sinyal bangkitnya roda ekonomi nasional.  Dengan Geratieks  sebenarnya kita punya peluang untuk memasarkan produk kita ke luar negeri.

Walaupun ada wabah penyakit virus corona, produk pertanian kita sampai hari ini tetap resisten dan dibutuhkan banyak orang

Menurut pendapat Ulus sejauh ini Kementan berhasil memperhatikan detail dan perencanaan program secara kongkrit. Pola yang dilakukan sudah sesuai dengan perkembangan zaman, karena mengusung konsep pertanian maju, mandiri dan modern.

Kementan juga sudah mempermudah pengusaha tani dalam mengurus perizinan ekspor, sehingga usahanya mampu berkembang dengan baik.

Dan harapannya para petani bisa memiliki minimal 1 hektare untuk 1 orang petani. Kalau ini sudah dimiliki saya optimistis nilai ekspor kita akan meningkat tajam.


Itulah informasi mengenai ekspor baby buncis oleh petani muda. Semoga informasi yang diberikan dapat memberi manfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Perdana Bambu Aceh di Ekspor Hingga ke Turki

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.