Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi mengenai ekspor bawal bintang. Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!
Bawal Bintang
Ekspor Bawal Bintang

Baca juga: Pengembangan Budidaya Perikanan yang Ramah Lingkungan
Bawal bintang atau umum dikenal dengan ikan kuwe ini merupakan ikan perenang aktif yang tergolong sebagai ikan predator.
Yang memangsa ikan kecil, udang, dan binatang air lainnya. Budidaya bawal bintang sudah banyak digeluti karena memiliki pangsa pasar yang cukup tinggi.
Untuk mendongkrak perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya. Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendukung sektor budidaya perikanan laut.
Beberapa kegiatan pembangunan perikanan budidaya laut yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP adalah Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) dengan konsep sentra kawasan.
Adapun daerah-daerah yang memiliki BPBL antara lain Provinsi Aceh pada 2017-2019, di Kabupaten Meranti pada 2021-2022 dan di Provinsi Kepulauan Riau pada 2021-2023.
Besar harapan untuk wilayah Kepri yang memiliki 99% adalah laut untuk menjadi sentra kawasan budidaya dengan berbagai komoditas unggulan yang dapat memberikan dampak signifikan
Bagi devisa negara dan perekonomian Indonesia. Ikan bawal bintang menjadi salah satu budidaya ikan laut yang sedang dikembangkan dengan merek dagang silver pompano yang telah berkembang di Tanah Air
Yang merupakan komoditas industrialisasi dan budidaya ikan bawal bintang telah dikembangkan oleh BPBL Batam sejak 1999 dan berhasil membenihkan secara massal sejak 2007.
Budidaya bawal bintang sangat menguntungkan, dengan harga jual rata-rata Rp 95 ribu per kilogram dan biaya produksi seperti pakan, benih, obat-obatan, listrik, tenaga kerja dan lain lain sebesar Rp 68 ribu per kilogram.
Maka keuntungan yang dapat diperoleh sekitar Rp 27 ribu per kg dan bawal bintang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Kota Batam masih perlu sekitar 3-4 ton per bulan dan pasarnya cukup menjanjikan.
Potensi Batam Masuk Pasar Ekspor

Baca juga: Ekspor Hasil Olahan Perikanan dari Belitung
BPBL Batam telah berhasil memproduksi 211 ribu ekor benih bawal bintang pada 2019. Sebanyak 33 ribu ekor untuk memenuhi permintaan di Provinsi Kepri.
Dan sekitarnya dan sebanyak 110 ribu ekor untuk bantuan kelompok pembudidaya ikan di Provinsi Kepri dan Riau.
Sisanya untuk kegiatan perekayasaan dan pembesaran di keramba jaring apung BPBL Batam. Saat ini BPBL Batam memiliki 160 ekor induk untuk memproduksi benih bawal bintang secara massal.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta agar semua pihak ikut mengoptimalkan sektor budidaya sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.
Pasalnya, sektor perikanan budidaya di Indonesia baru terserap 10% saja. Permintaan bawal bintang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura cukup tinggi.
Dengan keanugerahan potensi budidaya laut yang luar biasa di Kepri, mari kita semua bersama-sama berkomitmen membangun lebih optimal lagi untuk sektor perikanan budidaya di wilayah ini.
Itulah informasi mengenai ekspor bawal bintang. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Produk Pertanian di Jawa Timur Diekspor ke 22 Negara
Sumber: Antaranews.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di