Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi mengenai potensi sumut ekspor hasil pertanian? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!
Potensi Pertanian Sumut
Ekspor Hasil Pertanian

Baca juga: Pro dan Kontra Politikus PKS Mengenai Ekspor Ganja
Indonesia sangat memiliki ragam komoditas yang mampu di ekspor berbagai negri, salah satunya adalah potensi hasil pertanian yang ada di Sumatera Utara.
Hal ini terbukti saat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah melepaskan ekspor 28 hasil pertanian senilai Rp 79 miliar dari Sumut yang telah menunjukkan peluang ekspor sektor pertanian masih sangat besar.
Dengan melihat peluang besar untuk mengeskpor hasil pertanian, Indonesia dapat mencapai tujuan pada program akselerasi Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks).
Sumut tercatat mengalami kenaikan luar biasa sebesar 25 persen untuk periode 2018-2019. Kenaikan terjadi karena provinsi ini merupakan wilayah potensial dengan tanah subur yang menghasilkan sejumlah komoditas unggul siap ekspor.
Sebanyak 28 komoditas yang telah mendapat sertifikasi ekspor Karantina Pertanian dan siap di ekspor terdiri dari sub sektor perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan dan juga komoditas kehutanan ke 28 negara.
Komoditas yang diekspor terdiri dari ampas sawit, cengkeh, eucalyptus sawn timber, PKE, karet lembaran lempengan, kayu karet, kulit kayu manis, kelapa parut, kemiri, lidi, minyak sawit, daun nipah, pinang biji, RBD Olein, minyak kelapa mentah, dan kopi.
Potensi yang besar itu juga ditandai ada tren ekspor sektor walaupun pertanian yang meningkat meski ada gangguan ekonomi secara global.
Komoditas Unggul Sumut

28 komoditas unggul ini memiliki bobot volume hjngga 4.058 ton, 373,6 meter kubik, dan 42.500 pcs bibit hortikultura dengan nilai transaksi mencapai Rp79,6 miliar.
Dengan Nilai ekspor paling besar mencapai 290,7 ton atau senilai Rp97,3 miliar dengan berat total sebanyak 4.033 ton dan 223.902 meter kubik.
Selain itu, ada juga komoditas buah durian pasta dan bibit tanaman hias yang mencapai 12,3 ton atau 42.500 pcs dengan nilai transaksi sebesar Rp1,2 miliar.
Pada subsektor tanaman pangan, ubi jalar beku memiliki total volume 11,5 ton atau setara dengan Rp436,2 juta.
Selain itu, dari sektor peternakan yang terdiri dari lipan, sarang barang walet (SBW) dengan volume 1 ton senilai mencapai Rp1,2 miliar.
Sehingga dapat diartikan bahwa hasil pertanian di setiap daerah di Indonesia sangat berpotensi untuk di ekspor. Kementan akan tetap terus mendukung untuk pencapaian ekspor 3 kali lipat
Itulah informasi mengenai ekspor hasil pertanian. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Ekspor Hasil Pertanian Itu Tidak Seribet Yang Kita Pikir
Sumber: Liputan6.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di