Produksi Bunga Potong di Tanah Air

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Saat ini, Indonesia sedang berusaha untuk mengembangkan perekonomian berbasis industri, terlebih pada daerah rural.

Dengan demikian, kesempatan kerja akan terbuka untuk masyarakat rural dan kesejahteraan masyarakat rural akan meningkat. Selain itu, juga meningkatkan mutu produk kebutuhan masyarakat menjadi lebih baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini akan menciptakan investasi yang kuat, khususnya pada sektor florikultura dan hortikultura.

Hortikultura tanaman hias, khususnya produksi bunga potong, telah menyebar luas baik sebagai budaya maupun hobi, sekarang telah berkembang menjadi bisnis. Hasil monitoring pemerintah telah menunjukkan bahwa produksi bunga potong telah memenuhi permintaan domestik dan global serta telah berkontribusi cukup banyak dalam menyumbang GDP Indonesia. Produksi bunga potong yang produktif mampu menambah kekuatan ekonomi dalam industrialisasi di abad ke 21 ini.

Baca: Prospek Produksi Kakao di Indonesia

Kondisi Produksi Bunga Potong Saat ini

Pusat produksi bunga potong dan tanaman hias pada umumnya berdasarkan kondisi klimatologi dan kondisi tanah. Pusat produksi saat ini antara lain di:

  1. Jabodetabek,
  2. Sumatera Utara (Berastagi, Kabanjahe, Tanjung Morawa,dan Medan),
  3. Riau,
  4. Jawa Barat (Cipanas, Cianjur, Bogor, Cisarua/Lembang, Sukabumi,dan Tasikmalaya)
  5. Jawa Timur (Tretes, Batu, Pujon, Pasuruan, dan Madura).

Karena kurangnya informasi statistik, sulit untuk mengetahui berapa total luas lahan budidaya, produksi, dan produktivitas bunga potong ini. Untuk mengembangkan produksi bunga potong ini, perlu adanya pengumpulan dan track data mengenai informasi ini seperti halnya jenis hortikultura lainnya.

Karakteristik masing-masing kota pusat produksi bunga dan tanaman hias adalah sebagai berikut:

Jabodetabek

Pada umumnya, setiap kota besar memiliki kebun anggrek sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Namun, karena kurangnya lahan dan mahalnya harga tanah di Jakarta, banyak petani anggrek yang membudidayakan anggreknya di luar Jakarta seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Anggrek yang biasanya ditemukan di Jakarta adalah jenis Dendrobium, Vanda, Arachnis, Oncidium, Phalaeonopsis dan Cattleya.

Wilayah produksi anggrek utama di Jakarta antara lain Jakarta Selatan (Kebayoran Lama, Cilandak, Lebak Bulus, dan Pasar Minggu), Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Grogol, Cengkareng) dan Jakarta Timur (Jatinegara, Kramat Jati, Pulo Gadung, Pasar Rebo, dan Pondok Gede).

Sumatera Utara (Kabanjahe, Berastagi, Tanjung Morawa, dan Kepulauan Riau)

Wilayah produksi di Kabanjahe terletak di 4 kecamatan yaitu Kabanjahe, Barusjahe, Tigapanah, dan Simpang Empat. Tanjung Morawa dikenal sebagai pusat produksi tanaman hias Sumatera Utara. Produksi bunga potongnya antara lain gladiolus, chrysantemum, aster, gerbera, dahlia, anthurium, dan Sedap malam, juga sedikit lily dan mawar.

Rata-rata luas lahan budidaya bunga di Sumatera Utara berkisar antara kurang dari 1000m2 sampai 1 hektar. Kebanyakan bunga juga dibudidayakan dengan sayuran.

Jawa Barat (Cipanas, Bogor, Cisarua/Lembang,dan Sukabumi)

Cipanas merupakan daerah yang dikenal sebagai pusat produksi tanaman hias. Bunga potong yang dibudidayakan di sana yaitu chrysantemum gladiolus, dan mawar, dan gerbera. Sementara untuk tanaman hias antara lain pines, adiantum, azaleas, dieffenbachia, dracaena, bougainvillea, hibiscus, dll yang biasanya dibudidayakan oleh masyarakat dalam pot di pinggir jalan.

Di Lembang, bunga potong dibudidayakan dalam skala yang lebih kecil. Diestimasikan terdapat sekitar 100 petani dengan rata-rata luas lahan budidaya 500-1000m2. Tanaman dibudidayakan dalam polybag, biasanya tanaman yang dibudidayakan adalah baby roses, aster, mini carnation, dll.

Jawa Tengah (Bandungan, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Magelang)

Bandungan adalah sentra budidaya bunga potong di Jawa Tengah. Terdapat banyak petani yang membudidayakan bunga disana namun luas lahannya kecil. Sistem tanam biasanya ditumpangsarikan dengan sayuran. Jenis bunga potong  yang dibudidayakan antara lain aster, mawar, tagetes, gerbera, dahlia, gladiolus, chrysantemum, carnation, lily, dan amaryllis.

Teh dari Bunga Melati
Teh Melati | Sumber: kayuagungradio.com

Tegal dan Pemalang memproduksi melati yang biasanya digunakan untuk aroma teh. Sementara Sedap malam dibudidayakan di daerah Magelang dan Bandungan.

Jawa Timur (Batu, Pujon, Tretes, Pasuruan dan Madura)

Batu merupakan sentra produksi bunga potong dan tanaman hias di Jawa Timur. Batu dan Pujon terletak di ketinggian sekitar 100-1300 mdpl. Mayoritas petani di Batu dan Pujon menggunakan sistem tumpang sari dengan sayuran dengan luas lahan rata-rata 0,5 hektar per petani. Bunga potong yang diproduksi antara lain gladiolus, mawar, chrysantemum, anggrek, gerbera, lily, dan tagetes.

Sementara di Tretes, bunga yang diproduksi antara lain pines, palm, cycas, ficus, ixora, dracaena, azalea, dan dieffenbachia. Sedangkan, Pasuruan merupakan pusat budidaya Sedap malam di Jawa Timur dan Madura merupakan pusat budidaya melati.

Baca: Manfaat Bunga Matahari Yang Wajib Kamu Ketahui

Potensi Pengembangan Bunga Potong

Potensi Pengembangan Bunga Potong

Teknologi kultur jaringan telah banyak digunakan pada beberapa varietas tanaman dan dapat diterima dengan baik. Iklim Indonesia juga cocok untuk menumbuhkan tanaman tropis.

Untuk dapat mencapai standar kualitas yang dibutuhkan di pasar internasional, kerjasama dengan petani internasional layak untuk dipertimbangkan. Indonesia juga perlu memulai seleksi dan pengembangan varietasnya sendiri. Juga perlu dilakukan upaya substitusi media tanah dan sekam padi karena sebagian besar negara melarang tanah dan sekam padi untuk memasuki wilayah mereka.

Baca: Produksi Kopi Turun dalam 5 Tahun Terakhir, Apa yang Harus Dilakukan?

Sumber: FAO
Sumber gambar utama: tokopedia.com

Penulis: Nevy Widya Pangestika
Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.