rumah pangan lestari

Halo sobat Pak Tani Digital… Kali ini saya akan mengajak sobat sekalian untuk berlatih memanfaatkan pekarangan rumah lebih optimal. Dengan maraknya isu alih fungsi lahan dan pertambahan penduduk, pekarangan rumah khususnya di perkotaan terbilang cukup sempit di Indonesia.

Namun, bukan berarti kita cukup berdiam diri saja dan tidak bisa mengambil keuntungan dari pekarangan kita.

Konsep Rumah Pangan Lestari disingkat menjadi RPL merupakan solusi yang tepat bagi sobat sekalian dalam pemanfaatan areal tidak terpakai di sekitar rumah. Konsep RPL pertama kali diperkenalkan oleh Kementerian Pertanian, didasari adanya keinginan untuk mengajak masyarakat agar tergerak untuk mencapai kemandirian pangan dengan memanfaatkan pekarangan yang ramah lingkungan.

Baca: Perbedaan Sayur Hidroponik VS Organik

Mengapa perlu menerapkan konsep Rumah Pangan Lestari?

memanfaatkan pekarangan untuk rumah pangan lestari
Source: cybex.pertanian.go.id

Kerap kali, pekarangan rumah tidak terurus sehingga menjadi tempat tumbuhnya rumput liar. Ataupun, untuk menutupi rasa malas dalam mengurusnya secara rutin, kita pun menutupnya dengan semen sehingga daerah resapan air hujan di sekitar rumah pun berkurang.

Alih-alih demikian, kita dapat mengubahnya menjadi area bercocok tanam. Apalagi kalo sobat rindu untuk melihat tanaman-tanaman yang hijau nan segar di sekeliling rumah, Rumah Pangan Lestari ini menjadi jawabannya.

Di pekarangan sempit, kita dapat menanam sayuran dalam pot/polibag yang diatur vertikal menggunakan rak dan bambu yang digantung di pagar. Botol plastik berukuran 1.5L juga dapat disulap menjadi wadah tanaman dengan menggunakan sisi sampingnya. Kreativitas kita juga dapat dituangkan dengan mengecat botol plastik tadi dengan warna yang beragam sehingga mata yang melihatnya tidak merasa bosan.

Baca: Berkebun! Cara Sederhana Mengatasi Baby Blues Sindrom

Pekarangan yang berukuran sedang, dapat dimanfaatkan untuk penaman sayuran yang lebih banyak serta tanaman obat. Dapat juga dilakukan intensifikasi pagar misalnya dengan membuat pagar hijau. Sedangkan, tanaman buah karena umumnya berupa pohon hanya dapat ditanam di pekarangan yang luas. Pembuatan kolam ikan juga dapat dilakukan untuk mengisi ruang pekarangan rumah sobat sekalian. Sayuran dengan bedengan, dan ternak unggas juga bisa menjadi ide lainnya.

Mengapa perlu memanfaatkan pengarangan?

Mungkin sobat bertanya, kenapa sih kita perlu memanfaatkan pekarangan ?

Cara menata pekarangan rumah dengan rumah pangan lestari
Source: m.harian88.com

1. Pangan yang cukup

Dengan menanam sendiri beberapa kebutuhan dapur keluarga, kita bisa memastikan jumlahnya cukup sesuai kebutuhan gizi keluarga.

Komoditas yang ada di pekarang dapat kita atur misalnya ada sayuran, kolam ikan, dan buah-buahan. Dengan demikian, kebutuhan vitamin C dan serat untuk keluarga kita sudah terpenuhi. Untuk protein dipenuhi oleh hasil panen berupa ikan.

2. Kualitas terjamin

Umumnya, sayur dan buah-buahan di supermarket telah terkena semprotan pestisida saat masa perawatan oleh petani.

Dan, beberapa buah juga disuntik dengan senyawa kimia untuk memperpanjang masa ketahanannya. Nah, kalau sobat memanfaatkan hasil budidaya sendiri, kita tahu betul apa-apa saja bahan yang ditambahkan, yang pastinya lebih sehat dan terjamin kualitasnya karena minim pestisida.

Baca: 5 Tips Sukses Dalam Bertani

3. Tambahan penghasilan

Sayur, tanaman obat, dan buah-buahan hasil panen dari tanaman di pekarang rumah kita dapat juga lho dijual ke tetangga ataupun kolega kerja yang membutuhkan pangan yang sehat dan berkualitas.

Penggunaan pestisida yang dihindari dapat menjadi motif yang kita andalkan dalam memasarkan hasil panen kita. Dan, sobat yang ingin serius menekuni pertanian bisa mencoba budidaya tanaman hias, seperti anggrek. Harganya yang mahal di pasaran menjadi daya tarik sendiri bagi pembudidaya untuk menekuni dunia per-anggrek-an.

4. Memperindah pekarangan

Tanaman hias seperti bunga-bunga yang unik dan seragam dapat ditata sehingga membentuk kebun bunga yang berwarna-warni.

Selain itu, tirai hijau juga dapat dibentuk di pagar sekeliling rumah dengan memanfaatkan tanaman yang tumbuh menjalar. Sobat-sobat yang suka mengunggah foto di media sosial juga dapat menjadikan pekarangan rumah sebagai pojok berfoto dengan keluarga dan teman, yang gratis dan tidak perlu pergi jauh-jauh.

Selamat mencoba ya!

Penulis: Junita Solin
Jurusan Agronomi – Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.