5 Tips Mudah Membudidayakan Tanaman Hias

Saat ini, masyarakat perkotaan sangat sering berhadapan dengan lingkungan luar ruangan yang penuh debu dan polusi lainnya. Bahkan, pertambahan jumlah penduduk dan urbanisasi yang terjadi setiap tahun mempersempit ruang terbuka hijau yang nyaman untuk bersantai.

Oleh karena itu, bagi sebagian besar orang urban (orang yang tinggal diperkotaan), tanaman hias merupakan solusi yang utama dan paling diminati untuk menciptakan ruang terbuka hijau pribadi. Tanaman hias juga banyak digunakan sebagai fasilitas publik seperti di cafe, restoran, hingga hotel untuk menarik minat pengunjung untuk menggunakan layanan mereka.

Nah, hal itu merupakan peluang besar yang bisa Anda manfaatkan untuk mulai membudidayakan tanaman hias. Ketersediaan pasar yang masih luas dan keuntungan yang bisa dihasilkan juga cukup besar. Namun, sebelum kamu mulai budidaya tanaman hias, Anda perlu terlebihan dahulu mengetahui hal-hal berikut ini.

Apa itu tanaman hias?

Tanaman hias adalah salah satu pengelompokkan tanaman hortikultura yang berfungsi untuk menambah keindahan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, setiap jenis tanaman hortikultura yang kita anggap bisa menambah keindahan suatu ruangan atau lingkungan, berarti tanaman tersebut termasuk ke dalam jenis tanaman hias, walaupun tanaman itu juga termasuk kedalam tanaman sayuran.

Namun, pada umumnya, tanaman hias bunga merupakan tanaman hias yang paling digemari oleh masyarakat karena memiliki warna dan kelopak bunga yang sangat beragam dan menarik serta memiliki nilai keindahan tersendiri.

Membudidayakan Tanaman Hias

Hal itulah yang menjadikan tanaman hias bunga sering dimanfaatkan sebagai media untuk mempercantik halaman maupun ruangan rumah, sekaligus tempat bersantai menghilangkan penat pekerjaan sehari-hari. Contoh dari tanaman hias bunga yang sering kita temui adalah bunga kamboja, bunga melati, bunga mawar, bunga lily, bunga kertas, dan lain sebagainya.

Tips Memulai Membudidayakan Tanaman Hias

Membudidayakan tanaman hias sering kali mengalami kegagalan bagi petani pemula. Hal ini terjadi karena tidak adanya pengalaman serta minimnya pengetahuan dan keahlian yang memadai. Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa tips untuk memulai membudidayakan tanaman hias agar mengurangi resiko kegagalan dan bisa laris dijual.

1. Memilih jenis tanaman hias

Tanaman hias memiliki masa-masa populer sehingga terkadang terdapat tren-tren tanaman hias yang banyak dicari di pasaran. Sebagai contoh, bunga Anthurium sangat laris pada tahun 2000-an. Bahkan, harga satu pohon bunga bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, harga bunga tersebut saat ini tidak terlalu mahal dan sudah banyak di jumpai di pasaran.

Jadi, kamu harus jeli melihat peluang trend bunga yang akan laris di masa mendatang ya. Atau cara yang lain, kamu bisa memanfaatkan sistem pre-order, yaitu dengan menerima penawaran terlebih dahulu dari konsumen mengenai jenis bunga yang mereka inginkan.

Baca juga: Produksi Bunga Potong di Tanah Air

2. Memilih bibit

Pemilihan bibit juga langkah yang penting agar tanaman hias yang dihasilkan semakin menarik minat pembeli. Nah, faktor utama dalam pemilihan bibit adalah melihat kuntum bunga indukan yang bagus dan banyak.

3. Menyiapkan media tanam

Pastikan kamu menggunakan media tanam yang baru untuk mencegah penyakit yang mungkin bisa menjangkit tanaman hias yang akan ditanam. Penambahan pupuk kompos pada media tanam juga sebaiknya dilakukan. Beberapa jenis media tanam yang dapat digunakan antara lain pot, kaleng bekas, botol bekas, kain, dll.

Media Tanam

4. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman perlu dilakukan untuk menghindari tanaman terserang penyakit ataupun mengalami kelayuan. Perawatan tanaman hias yang perlu kamu lakukan antara lain:

  • Penyiraman

Tanaman hias membutuhkan air secara rutin untuk mencegah kelayuan. Banyaknya air yang disiram juga harus disesuaikan dengan masing-msing kebutuhan tanaman. Jangan menyiram terlalu berlebihan ataupun terlalu kekurangan.

  • Pemupukan

Pemupukan perlu dilakukan untuk menjaga tumbuh kembang tanaman hias. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk kompos ataupun pupuk kimia, sesuai dengan kebutuhan tanaman.

  • Pemberian pestisida dan insektisida

Pestisida berfungsi untuk mencegah rumput liar dan insektsida untuk membasmi hama yang menyerang tanaman. Dengan kata lain, kamu perlu mencegah datangnya penyakit tanaman.

  • Pemangkasan

Pemangkasan perlu dilakukan untuk merawat tumbuh kembang tanaman serta meningkatkan keindahan dari tanaman itu sendiri.

5. Promosi dan pemasaran

Zaman digital saat ini bisa kamu manfaatkan sebagai media promosi yang gratis. Namun, akan sangat sulit bagi pemula untuk menampilkan postingannya jika dianggap tidak terlalu populer oleh algoritma media sosial yang ada. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari digital marketing untuk membantu pemasaran produk tanaman hias milikmu.


Nah, itulah 5 tips mudah yang perlu Anda tahu untuk menghindari kegagalan dalam membudidayakan tanaman hias. Tentu saja, Anda tidak langsung mahir dalam membudidayakan tanaman hias dan jago dalam memasarkannya. Tetap saja dibutuhkan kerja keras dan kemauan yang tinggi. Yang pasti, tetap berusaha ya.

Baca juga:  3 Inspirasi Cantik dari Produk Pertanian

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.