hewan kurban

Berikut Informasi mengenai daya beli masyarakat terhadap hewan kurban hari raya Idul Adha 2020.

Hewan Kurban

Stok Hewan Kurban

hewan kurban
pixabay.com

Baca juga: 7 Keuntungan Inseminasi Buatan pada Ternak Sapi

Jelang hari raya Idul Adha data kementerian menyebutkan, stok mencapai 2,2 juta ekor.

Sementara permintaan hanya 1,8 juta ekor dan dipastikan bahwa stok hewan masih terpenuhi untuk hari raya Idul Adha tahun ini.

Jumlah kambing yang akan dipotong diperkirakan mencapai 853,2 ribu ekor dari stok 1 juta ekor.

Sapi untuk kurban diprediksi sebanyak 541,6 ribu ekor, sementara yang kini tersedia sebanyak 649,9 ribu ekor. Kemudian, domba dan sapi juga diminati sebagai hewan kurban tahun ini.

Perkiraan jumlah yang akan dipotong masing-masing adalah 392,2 ribu ekor (stok 470,6 ribu ekor) dan 15,7 ribu ekor (stok 18,8 ribu ekor).

Adapun, berdasarkan situs Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), harga kambing dan domba dipatok sebesar Rp 2,5 juta untuk bobot 27-30 kg. Sedangkan, harga sapi dan kerbau sekitar Rp 17,5 juta untuk bobot 200-300 kg.

Diperkirakan volume penjualan sapi diperkirakan turun 30-50% yang disebabkan lantaran daya beli masyarakat masih rendah imbas pandemi corona.

Daya Beli Masyarakat

hewan kurban
pixabay.com

Baca juga: 5 Faktor Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi

Penjualan kambing dan domba juga terkena imbasnya karena umat Muslim yang berencana beribadah kurban cenderung memilih hewan ternak yang lebih kecil, namun segi permintaan masih sama dengan tahun sebelumnya.

Dengan adanya peraturan dari Kementerian Agama, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah yang meminta pemotongan hewan kurban dilakukan pada Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Yang telah difasilitasi dengan penerapan protokol kesehatan. Ditambah lagi, beberapa masjid banyak yang menutup layanan pemotongan kurban.

Inilah yang menjadi faktor terbesar berkurang nya daya beli masyarakat dan lebih memilih untuk menundanya.

Adapun berdasarkan hasil studi Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) potensi ekonomi dari kegiatan kurban secara nasional pada tahun ini mencapai Rp 20,5 triliun.

Potensi ini berasal dari proyeksi 2,3 juta umat muslim yang mampu berkurban.

Peneliti IDEAS Askar Muhammad menjelaskan, proyeksi tersebut bersumber dari perkiraan 62,4 juta keluarga muslim.

Dari jumlah tersebut, 9% atau 5,6 juta di antaranya masuk kelompok kelas menengah atas dengan pengeluaran per kapita diatas Rp 2,5 juta per bulan.

Dari 2,3 juta umat muslim yang diperkirakan mampu berkorban, diperkirakan terdapat 1,9 juta ekor kambing atau domba, dan 452 ribu ekor sapi yang akan dikurbankan.

Dengan asumsi keuntungan perdagangan dan pengangkutan hewan ternak mencapai 20%.

Serta harga rata-rata kambing di tingkat produsen Rp 1,9 juta per ekor dan sapi Rp 15 juta per ekor, nilai ekonominya mencapai Rp 20,5 triliun.


Itulah informasi mengenai perkiraan daya beli masyarakat terhadap hewan kurban. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Panduan Umum Ternak Sapi Perah yang Menguntungkan

Sumber: Republika.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.