tanaman porang

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai potensi tanaman porang untuk masuk pasar ekspor.

Tanaman Porang

Potensi Budidaya Tanaman Porang

tanaman porang
sarjanatani.com

Baca juga: Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 432 Miliar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus meningkatkan budi daya tanaman porang yang saat ini menjadi salah satu komoditas pertanian diminati pasar ekspor.

Tanaman porang yang termasuk dalam jenis umbi-umbian mengandung banyak glucomannan berbentuk tepung.

Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air dan biasa digunakan menjadi aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental.

Selain itu bahannya dapat penjadi bahan pembuatan lem yang ramah lingkungan dan digunakan sebagai komponen pesawat terbang. Bahkan tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan kosmetik hingga penjernih air.

Kementan mendorong para petani untuk fokus untuk mengembangkan tanaman porang karena memiliki pasar ekspor yang menjanjikan.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pasar ekspor porang, meliputi Jepang, Taiwan, Korea dan China serta beberapa negara di Eropa.

Hal ini ditunjukkan Kemntan saat mengunjungi kebun porang Kelompok Tani Semangat Milineal di Desa Talumae Kecamatan Watang Sidendreng, Sidrap, Sulawesi Selatan untuk ikut melakukan penanaman tanaman porang.

Pengembangan Pertanian Maju

tanaman porang
bukaview.com

Baca juga: Potensi Ekspor Rumput Laut Ditengah Pandemi

Dalam pengembangannya yang lebih maju turut mencanangkan model pengembangan pertanian yang maju dalam membangun industri pengolahan yakni  dalam setiap 1.000 hektare lahan harus dibangun pabrik.

Dalam rangka pengembangan budidayanya, pemerintah mengalokasikan pada tahun 2020 seluas 17.886 ha, yaitu di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, NTT, dan Sulawesi Selatan.

Sementara untuk Provinsi Sulawesi Selatan, dialokasikan kegiatan proyek percontohan tanaman ini seluas 10 ha dan pengembangan seluas 564 ha.

Ekspor porang dalam periode Januari hingga 28 Juli 2020 sebesar 14.568 ton dengan nilai Rp801,24 miliar. Sebelumnya selama 2019 sebanyak 11.720 ton senilai Rp644 miliar.

Dalam merealisasikan kegiatan pengembangan tersebut Kementan akan memberikan bantuan senilai Rp26 miliar untuk Kabupaten Sidrap.

Bantuan tersebut berupa sarana produksi, seperti benih dan maupun alat mesin pertanian. Kementan juga menyediakan fasilitas dana KUR sehingga petani memiliki modal bertani.

Hal ini membuat para petani mengapresiasi Kementan yang sangat optimal dalam pemberian bantuan dan pendampingan,

Dengan menafaatkan tanaman porang yang merupakan komoditas baru namun bernilai ekonomis tinggi serta penggunaan lahan marginal menjadikan terobosan baru yang cukup bagus.

Ditambah lagi dengan adanya bantuan petani akan mendapatkan keuntungan yang besar dalam pembudidayaan


Itulah informasi mengenai potensi budidaya tanaman porang. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: 6 Strategi Utama Perkuat Ekspor Perkebunan Saat Covid-19

Sumber: Antaranews.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.