ilustraasi rumput laut

Potensi Ekspor Rumput Laut

Melalui Ditjen Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikan (KPP) yakin dapat mendorong industrialisasi rumput laut Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Direktur Jenderal Perikanan menyatakan bahwa rumput laut berkontribusi besar terhadap nilai ekspor perikanan nasional Indonesia. Di tengah pandemi COVID-19, ekspor rumput laut turut menyumbang devisa negara mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh COVID-19. Beliau menuturkan bahwa ekspor rumput laut dapat meningkatkan optimisme Indonesia bahwa di tengah pandemi, kegiatan ekonomi perikanan masih berlangsung

rumput laut

jakartainsight.com

Pada (25/4), Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melepaskan ekspor rumput laut di Serang, rumput laut yang diekspor adalah jenis Spinosum dari CV. Delta sebanyak 53,5 ton dalam bentuk bahan mentah kering, nilai ekspor ini mencapai Rp 700 juta. Spinosum tergolong rhodophyta atau alga merah yang memiliki cukup besar manfaat, sehingga alga ini berpotensi menjadi unggulan ekspor selain Eucheuma cottoni.

rumput laut

kargoku.id

Kedua jenis alga ini sudah dapat dikembangkan secara masal di Indonesia. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya pun mengajak pembudidaya  untuk membudidayakan rumput laut dengan benar dan sesuai dengan SOP sehingga menghasilkan rumput laut yang berkualitas bagus. Biaya produksi rumput laut relatif murah dan mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga budidaya rumput laut ini merupakan potensi yang mudah dikembangkan dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Kesuksesan Industrialisasi Rumput laut Sumba Timur

Kegiatan ekspor pada akhir April tersebut merupakan momen yang menggembirakan karena di tengah pandemi COVID-19 ini, Indonesia masih mampu melakukan ekspor rumput laut. Selain itu, tujuan ekspor juga semakin meluas, seperti Vietnam yang merupakan tujuan baru. Sebelumnya, tujuan ekspor rumput laut Indonesia didominasi oleh China dan Filipina, dan kini meluas ke Vietnam.

Dengan ini berarti akan meningkatkan nilai ekonomi Spinosum dan akan dapat melibatkan lebih banyak masyarakat dalam kegiatan budidaya rumput laut ini. Dirut CV. Delta Cabang Serah menuturkan bahwa saat ini permintaan rumput laut Vietnam mencapai 3.000 ton per bulan atau senilai Rp 36 miliar per bulan.

Indonesia memiliki kurang lebih 550 jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pemerintah juga telah membentuk kelompok kerja untuk mempercepat industrialisasi nasional, dan untuk mendorongnya, KPP telah menyusun peta jalan untuk mempercepat produksi rumput laut nasional.

Baca juga: Lepas Ekspor 53 Ton Rumput Laut ke China

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.