rumput laut

Mau tau informasi mengenai industrialisasi rumput laut? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Rumput Laut Sumba Timur

Industrialisasi Rumput Laut

rumput laut
medcom.id

Baca juga: Destinasi Agrowisata di Bali, Liburan Sembari Belajar

Wilayah Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah yang memiliki lahan produksi rumput laut yang sangat perpotensi. Hal ini terbukti pada Tahun 2018 lalu.

Produksi rumput laut secara keseluruhan di Sumba Timur sebesar 30.054,49 ton yang akan terus didorong bukan hanya dari segi produktivitas, tapi juga sisi hilir guna mencetak rumput laut berkualitas ekspor.

Selain itu, tercatat sejak 2015 hingga 2019, rata-rata pendapatan bersih pembudidaya rumput laut per tahun meningkat hingga hampir 2 kali lipat.

Sebelumnya pada tahun 2015, para pembudidaya dapat meraup Rp 53,3 juta per tahun kini menjadi Rp 105,3 juta per tahun pada 2019.

Komoditas rumput laut selama ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Sumba Timur.

Industrialisasi rumput laut nasional merupakan sebuah langkah strategis yang akan menjembatani keterlibatan lintas sektoral dari mulai proses produksi di hulu hingga ke proses pengolahan dan pemasaran di hilir.

Hal ini serupa dengan yang KKP telah lakukan di SKPT Sumba Timur dan akan diimplementasikan secara nasional.

Proses dimulai dengan penyediaan bibit melalui bantuan kebun bibit rumput laut kepada pokdakan untuk selanjutnya dibudidayakan oleh pembudi daya.

Setelah rumput laut siap untuk dipanen, kelompok pembudidaya/koperasi rumput laut tidak perlu khawatir dengan penjualan karena sudah difasilitasi kemitraan dengan industri pengolah rumput laut.

Bantuan ke Sumba Timur

rumput laut
kupang.antaranews.com

Baca juga: Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan dengan Bioregionalisme

Bantuan berupa  sarana untuk budidaya, pembangunan MCK dan jaringan air bersih, pemasangan jaringan listrik, gudang rumput laut serta balai pertemuan yang berguna untuk peningkatan akses jalan ke lokasi.

Dan menyukseskan proses produksi hingga pendistribusisan hasilnya dan diharapkan peran aktif dan kontribusi pemda serta masyarakat setempat untuk dapat menjaga keberlanjutan usaha yang telah dibangun bersama.

Dari bantuan yang telah diberikan, produksi rumput laut Sumba Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya, pada 2016 produksi rumput laut Sumba Timur baru mencapai 26.413 ton rumput laut basah.

Sedangkan pada tahun 2019 menurut data sementara, meningkat mencapai 35.115 ton. Keberadaan BUMD PT Algae Sumba Timur Lestari (ASTIL) merupakan elemen penting sebagai penyerap hasil produksi masyarakat Sumba Timur.

Namun untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas peluang pasar, maka PT. ASTIL perlu didorong untuk bisa melakukan diversifikasi produk dari Chips menjadi produk Karaginan (Semi Refined Carageenan/SRC)

Sebagaimana diketahui, lanjut Sri, PT ASTIL merupakan pabrik yang memproduksi chips/ATC rumput laut, dengan kapasitas produksi mencapai 90 ton per bulan. Dengan kata lain.

Pabrik ini mampu menyerap suplai produksi rumput laut basah sebanyak 2.500 ton atau 250 ton rumput laut kering per bulan.

Dan diharapkan pemerintah tidak lelah untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya rumput laut di Sumba Timur ini.


Itulah informasi mengenai industrialisasi rumput laut. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Kuasai Literasi Untuk Peningkatan Kualitas Pertanian

Sumber: Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.