Lepas Ekspor 53 Ton Rumput Laut ke China

Mau tau informasi mengenai ekspor rumput laut di Batam? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Rumput Laut

Ekspor Rumput Laut 

ekspor rumput laut
liputan6.com

Baca juga:Kesuksesan Industrialisasi Rumput laut Sumba Timur

Luas perairan Indonesia lebih besar daripada luas daratan, sehingga Indonesia dijuluki pula sebagai Negara Maritim.

Hampir seluruh wilayah pesisir Indonesia dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya rumput laut, selama masih memenuhi kriteria lokasi untuk kegiatan budidaya.

Rumput laut merupakan salah satu produk perikanan unggulan yang memiliki nilai ekonomis dan strategis untuk peluang usaha yang menjanjikan untuk dikembangkan.

Indonesia menjadi salah satu negara eksportir rumput laut yang telah dikirim ke berbagai negara di dunia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo telah melepas ekspor 53 ton rumput laut kering dari Batam, Kepulauan Riau ke China.

Pelepasan ekspor senilai lebih dari Rp 159 juta itu diakui tidak mengalami kendala, meski virus corona sedang melanda beberapa wilayah di China.

Hasil produksi PT Kencana Bumi  Sukses yaitu rumput laut kering, setiap bulannya perusahaan ini bisa menghasilkan 200 ton rumput laut kering.

Perusahaan milik Wahyudi ini juga termasuk aktif mengirimkan rumput laut ke China, Vietnam dan Singapura.

Sepanjang tahun lalu, total ekspornya mencapai 1.371 ton dengan nilai Rp 4,48 miliar. Sedangkan ekspor hari ini, merupakan ketiga kalinya selama Februari 2020 dan semuanya dikirim ke China.

Potensi Rumput Laut Batam

ekspor rumput laut
liputan6.com

Baca juga: Tegakkan Perlindungan Untuk Ekosistem Terumbu Karang

Aksi menjemput bola kepada pelaku usaha yang dilakukan perusahaan mendapatkan apresiasi dari Edhy, hal ini membuatproses ekspor rumput laut kering jadi lebih mudah.

Soal masih adanya kendala lahan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemda dan kementerian lain untuk mencari jalan keluar.

Mencari rumput laut tadinya tak menarik minat masyarakat Batam. Alasannya, harga jual komoditas tersebut begitu murah. Namun sejak adanya usaha rumput laut kering, masyarakat mulai tertarik mencari rumput laut.

Harganya pun merangkak naik. Ada sekitar 300 nelayan yang menggeluti bidang ini sekarang.

Padahal rumput laut Batam sangat potensial dikembangkan menjadi budidaya. Jumlahnya mencapai 5.000 ton, namun yang termanfaatkan baru 2%. Sehingga ia mendorong masyarakat dan pemda dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Besar harapan untuk KKP melakukan terobosan-terobosan yang bertujuan mempermudah proses budidaya di tengah masyarakat.

Dengan begitu, perputaran ekonomi berjalan maksimal dan penghasilan masyarakat bisa meningkat dan membuat masyarakat pesisir lebih sejahtera denganm memulai budidaya rumput laut yang mejadi terobosan.


Itulah informasi mengenai ekspor rumput laut dari Batam. Semoga informasi yang diberikan dapat memberi manfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Destinasi Agrowisata di Bali, Liburan Sembari Belajar

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.