3 Tantangan Global Pertanian Abad Ini, Apa Saja Itu?

Setelah di postingan sebelumnya bercerita tentang masalah-masalah menahun pertanian di Indonesia, sudah saatnya Pak Tani Digital membawa sobat sekalian untuk mengembara ke topik selanjutnya yaitu tantangan pertanian secara global.

Lho, apa bedanya masalah pertanian dengan tantangannya ya?

Supaya tidak keliru, saya pertegas dulu nih, apa bedanya tantangan dengan masalah. Masalah merupakan sesuatu yang menghalangi tujuan kita sehingga sulit untuk dicapai. Sementara itu, tantangan adalah sesuatu yang menuntut kita untuk menggugah kemampuan dalam menyelesaikannya.

Singkatnya, masalah lebih mengarah ke hal yang negatif, sedangkan tantangan membakar semangat kita untuk terus bergerak maju dan meningkatkan kemampuan.

Dalam postingan sebelumnya, poin-poin tersebut termasuk masalah pertanian Indonesia karena sifatnya yang menghalangi kemajuan dan sudah berlangsung menahun. Bukan berarti kita tidak punya kemampuan untuk menyelesaikannya. Namun, ada saja kondisi yang mempersulit. Maka, inilah dinamakan masalah.

Pada artikel ini, akan diberikan beberapa poin yang menjadi tantangan global di bidang pertanian. Tantangan, yang memaksa kita, mau tak mau, untuk terus meng-upgrade kemampuan dalam mengelola pertanian sehingga menjamin pangan tetap dapat diakses hingga waktu yang akan datang.

Halah, masalah negeri sendiri aja belum selesai. Boro-boro ngomongin dunia…

Eitss, tunggu dulu….. Ngomongin global, bukan berarti hal ini jauh dari kita nih, guys. Kita, selain sebagai masyarakat Indonesia, juga adalah masyarakat dunia. Artinya, hidup kita akan selalu bersentuhan dengan apa yang mengancam dunia. Dan, Indonesia pun akan turut merasakan dampak-dampak perubahan yang terjadi di dunia ini.

Misalnya aja nih ya, global warming alias pemanasan global yang sering digaung-gaungkan belakangan ini, tidak hanya dirasakan oleh manusia yang hidup di belahan Bumi tertentu saja, misalnya Eropa bagian utara yang dekat dengan daerah kutub. Namun, kita pun bisa merasakan dampaknya terhadap suhu di lingkungan tempat kita tinggal yang makin lama makin tidak karuan.

Nah, apa-apa saja tantangan global pertanian tersebut? Langsung saja simak berikut ini.

Perubahan Iklim

Perubahan Iklim pada Pertanian
Sumber: Dakota Farmer

Masih berhubungan dengan global warming, perubahan iklim juga merupakan topik yang hangat diperbincangkan di berbagai tempat. Mulai dari industri, sekolah, universitas, hingga berita-berita di televisi, banyak yang mengangkat isu-isu lingkungan yang mulai rusak karena ulah manusia yang kurang memberi perhatian dalam merawat lingkungannya. Hanya ingin menikmati bagian yang enaknya saja.

Sadar atau tidak, hanya ulah manusia juga, sebagai makhluk paling bijaksana di bumi ini, yang bisa membawa Bumi ke kondisi yang lebih baik. Tanda-tanda manusia yang mulai sadar dengan lingkungannya adalah munculnya istilah-istilah baru seperti pertanian organik, pupuk organik, hidroponik, akuaponik, reboisasi, dan banyak lagi. Ingat, ini hanya sebagian kecil usaha memperbaiki dari apa yang sudah kita rusak.

Fenomena seperti kekeringan, cuaca ekstrem, dan bertambahnya luas lahan salin di muka bumi, menuntut ahli-ahli pertanian untuk mampu meningkatkan daya tahan tanaman. Idealnya, tanaman tumbuh dengan optimal di lingkungan tropis, cuaca normal, dan tanah yang mengandung garam dengan kadar yang belum melewati ambang, bukan lagi pilihan.

Varietas-varietas baru yang lebih kebal dan tetap mampu menghasilkan meski lingkungan terancam, harus segera diproduksi jika ingin pangan tetap terjamin ketersediaannya.

Pertambahan penduduk yang sangat cepat

Pertambahan Penduduk yang Sangat Cepat
Sumber: Science

Robert Malthus, seorang ahli demografi dan ekonomi politik berkebangsaan Inggris, pernah mencetuskan sebuah teori yang terkenal dengan “The Malthusian Theory”, bahwa pertambahan populasi mengikuti deret geometri, sedangkan ketersediaan pangan seperti deret aritmatika. Deret geometri artinya perbandingan angka setelah dan sebelumnya selalu sama, seperti 2, 4, 8, 16,…. Sedangkan deret aritmatika, selisih angka sebelum dan setelahnya sama, misalnya 2, 4, 6, 8,…..

Singkatnya, pertambahan penduduk jauh lebih cepat dibandingkan dengan produksi pangan yang terjadi di lapangan, dan terjadilah ketidakseimbangan. Fakta yang jelas mendukung teori Malthus, bahwa pada tahun 2030, populasi manusia di Bumi mencapai 8.6 milyar, 9.8 milyar di tahun 2050, dan 11.2 milyar di tahun 2100.

Bagaimana cara memberi makan manusia sebanyak ini?

Saat ini saja, belum seluruh manusia mampu mengakses makanan dengan layak dan cukup untuk memenuhi gizinya sehari-hari. Lebih dari 1 milyar orang di berbagai belahan Bumi kesulitan memperoleh makanan. Selain itu, lebih dari 2 kali lipatnya mampu makan, tetapi masih tidak mampu memenuhi kebutuhan gizinya.

Belum selesai dengan kondisi perubahan iklim yang semakin tidak mendukung pertanian dalam menghasilkan produksi dalam jumlah besar, permintaan yang semakin tinggi juga masuk dalam daftar teratas tantangan global untuk sektor pertanian.

Baca: Fakta dan Tantangan Pertanian di Indonesia

Hama dan penyakit yang semakin sulit dibasmi

Hampir serupa dengan bagaimana antibiotik terus diperbarui dengan kemajuan bidang kesehatan, begitu juga halnya dengan obat-obatan pertanian yang harus terus diperbarui untuk mengimbangi perkembangan virus, bakteri, dan mikroba penyebab penyakit tanaman yang semakin bandel.

Bahkan, mengingat adanya efek samping dari penerapan pestisida terhadap tanaman dan lingkungan, para peneliti harus berpikir 2 kali. Pertama, bagaimana caranya mengembangkan obat-obatan yang lebih paten. Kedua, bagaimana caranya agar obat-obatan ini juga ramah lingkungan.

Karena sulitnya menghasilkan pestisida tanpa efek samping pada lingkungan sekitar, alternatifnya adalah mengembangkan varietas-varietas resisten (kebal) hama dan penyakit.

Baca: Cara Basmi Hama Minim Biaya dan Pestisida


Dari 3 tantangan utama pertanian global di atas, muncul pertanyaan penutup.

Sudahkah kita siap ?

Sumber gambar utama: Extension

Penulis: Junita Solin
Mahasiswa Agronomi Universitas Gadjah Mada


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.