kebun sayur

Mau tau teknologi baru yang diciptakan? Bagaimana informasiya? Pak Tani Digital akan memberikan info tersebut. Simak ulasannya!

Penemuan Inovasi Baru

kebun sayur
detik.com

Manfaat Berkebun

Berkebun bertujuan untuk mendukung kesehatan seluruh sistem berkebun secara alami. Ini berarti bekerja selaras dengan sistem alami termasuk tanah, persediaan air, manusia, dan bahkan serangga dengan tujuan akhir.

Untuk meminimalkan kerusakan pada makhluk hidup dan makhluk hidup di lingkungan alami sambil terus-menerus mengisi kembali sumber daya yang digunakan selama berkebun.

Baca juga: Roni Hartanto, Petani Sayuran Hidroponik dengan Omzet 240 Juta/bulan

Kebun Sayur Minimalis

Perkembangan zaman semakin canggih tapi orang-orang justru cenderung lebih banyak menjalani pola makan sehat. Kebun sayur pribadi pun jadi salah satu alternatif agar bisa mengonsumsi makanan sehat yang lebih efisien.

Maka dengan melihat manfaat berkebun seorang desainer baru saja menciptakan kebun sayuran minimalis. Uniknya, kebun berisi puluhan jenis sayuran ini diberi pupuk dari urin si pemilik kebun.

Desainer bernama Aroussuak Gabrielian tergelitik untuk membuat satu inovasi baru. Ia menciptakan konsep kebun sayuran minimalis yang bisa menumbuhkan puluhan jenis sayuran. Konsep ini disebutnya dengan istilah ‘menumbuhkan makanan anda sendiri.’

Proyek kebun sayuran milik Gabrielian ini awalnya dibuat karena terinspirasi dari kebun botani yang ada di Prancis Patrick Blanc. Ada bagian kebun yang dibuat secara vertikal dengan teknik tertentu.

Kebun minimalis buatan Gabrielian ini pun berhasil dirancang dan menumbuhkan aneka sayuran. Di kebun ini sengaja diletakkan beberapa sekat untuk tempat menanam aneka jenis sayuran dan biji-bijian.

Daya Tarik Kebun Sayur Minimalis

kebun sayur
detik.com

Baca juga: Ketahui Strategi Pengendalian OPT Sayuran di Musim Penghujan

Yang menjadi daya tarik bukan hanya bentuk dan ukurannya yang minimalis tapi juga proses penanamannya. Gabrielian menerapkan sistem irigasi yang organik dan berkesinambungan. Ia menjadikan urin pemilik kebun sebagai bagian dari pupuk.

Tentu saja bukan dengan buang air kecil langsung di atas kebun melainkan sudah melewati proses penyaringan. Urin manusia ini diproses dengan cara yang disebut forward osmosis sebelum dialirkan sebagai sumber makanan bagi tumbuhan.

Gabrielian sendiri merupakan asisten profesor arsitektur di University of Southern California. Dalam membangun kebun ini ia sudah melakukan banyak percobaan untuk jenis sayuran yang bisa ditanam.

Setidaknya kini ia mencatat ada 22 jenis sayuran yang bisa hidup dan tumbuh di kebun minimalisnya. Beberapa sayuran dan buah tersebut antara lain kol, lobak, aneka kacang dan buah strawberry. Semua jenis tumbuhan ini bisa ditanam secara bersamaan dalam satu media tanam.

Di masa depan, kebun minimalis ini diprediksi bisa jadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Orang-orang bisa mengurangi ketergantungan pada petani buah dan sayuran. Sebaliknya, mereka bisa menyantap makanan dari kebun di rumahnya sendiri.


Itulah informasi mengenai teknologi baru. Semoga informasinya bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Banjir Jakarta Membuat Pemasok Sayuran Mengalami Kerugian Besar

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.