Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau penyebab terjadinya serangan ulat grayak petani Ponorogo? Pak Tani Digital akan memberikan informasinya. Berikut ulasannya!
Ulat Grayak Serbu Tanaman Petani
Mengenal Ulat Grayak

Ulat grayak (Spodoptera) adalah ngengat yang termasuk dalam suku Noctuidae. Larvanya (ulatnya) dikenal sebagai hama yang sangat merusak. Ulat yang tidak berbulu oleh awam biasa disebut ulat tentara atau ulat grayak.
Di Indonesia, ulat grayak utama adalah Spodoptera exigua (larva berwarna coklat kehijauan) dan S. litura (larva berwarna coklat). Ulat grayak tinggal di bawah permukaan tanah di siang hari dan aktif memakan tajuk tumbuhan pada malam hari.
Serangannya dapat sangat hebat sehingga dalam waktu semalam dapat menghabiskan suatu pertanaman, dan oleh sebab itu dikenal sebagai ulat tentara.
Pengendalian ulat grayak sampai saat ini masih mengandalkan insektisida kimia yang diaplikasikan secara teratur/terjadwal. Oleh sebab itu, frekuensi aplikasi insektisida perlu diperhitungkan.
Hal ini dilakukan agar secara ekologi dan ekonomi, tindakan pengendalian tidak merugikan karena penggunaan insektisida kimia terjadwal dan berlebihan secara terus menerus dapat mematikan populasi musuh alami seperti parasitoid dan predator.
Di samping itu, akan menimbulkan masalah resistensi dan resurgensi baik hama utama maupun hama lainnya serta mencemari lingkungan.
Serangan Ulat Grayak Pada Petani Ponorogo

Baca juga: Petani Milenial, Tumpuan & Masa Depan Pertanian Indonesia
Sekarang ulat grayak menyerang tanaman jagung milik warga di Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Warga dipastikan menanam ulang karena gagal panen.
Penyebarannya diduga karena iklim yang berubah secara ekstrem. Tahun 2018 lalu, serangan penggerek batang dan awal tahun 2019 ini ada serangan ulat grayak.
Medi Susanto selaku Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Ponorogo mengatakan hingga saat ini belum ada laporan petani terkait serangan ulat grayak. Karena serangan di titik-titik tertentu dan tidak menyeluruh, jadi belum ada laporan kepada Dinas Pertanian.
Penyebab, serangan ulat dipengaruhi oleh iklim. Tidak bisa seorang penyuluh pertanian bisa memprediksi serangan hama pada tanaman.
Karena iklim saat ini yang sering berubah secara ekstrem. Seperti tahun 2018 serangan penggerak batang juga datang pada tanaman.
Dinas Pertanian menyarankan petani untuk menggunakan light trap untuk mencegah serangan ulat grayak, tetapi petani yang mengikuti saran ini masih sangat sedikit.
Itulah informasi mengenai serangan ulat grayak pada tanaman. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!
Sumber: Detik.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di