4 Cara Membasmi Hama Berdasarkan Waktu Serangan

Di mana ada tanaman, di situ ada hama. Hama selalu menyebabkan kerugian bagi petani, mulai dari kerugian kecil hingga kegagalan panen. Menggunakan pestisida tampaknya sudah menjadi satu paket dengan membasmi hama. Namun, pestisida ini sering tidak digunakan sesuai waktunya.

Di samping itu, ada cara lain yang dapat digunakan untuk membasmi hama (berdasarkan waktu) selain pestisida. Bagaimanapun juga, cara-cara ini tetap dapat dikolaborasikan dengan penggunaan pestisida.

Cara preventif

Tindakan preventif berarti tindakan pencegahan sebelum hama menyerang tanaman. Tindakan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • Membungkus buah (misalnya, buah nangka) untuk menghindari serangan lalat buat.
  • Memberi pagar plastik yang mengelilingi tanaman padi agar terhindar dari hama tikus.

Cara kuratif

Tindakan kuratif merujuk pada tindakan yang dilakukan saat terjadi serangan hama pada tanaman. Dalam pertanian, ada beberapa taktik yang dapat dilakukan, seperti taktik mekanik, fisis, kultur teknis, penanaman varietas tahan hama, pemanfaatan musuh alami, dan sebagainya.

Beberapa taktik tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

Taktik mekanis

Taktik ini merupakan upaya untuk mengurangi populasi hama dengan membunuh langsung hama yang menyerang tanaman. Hal ini dapat diterapkan pada ulat daun yang menyerang tanaman kubis.

Selain membunuh hama secara langsung, taktik ini juga dapat dilakukan dengan cara:

  • Menghambat pertumbuhan telur atau merusak larva hama.
  • Memberi racun pada tikus yang sering menjadi hama tanaman padi.

Masih banyak cara lain yang merupakan bagian dari teknik mekanis

Baca: 3 Cara Ampuh Mengusir Hama Wereng dan Tikus

Cara Ampuh Mengusir Hama Wereng dan Tikus di Sawah

Taktik fisis

Taktik fisis dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, yaitu:

  • Menggunakan cahaya dari lampu petromaks atau obor untuk menangkap ngengat penggerek batang padi. Lampu perangkap dapat dipasang di area tanaman, sekaligus untuk menangkap serangga dewasa lain yang tertarik dengan cahaya.
  • Menembakkan sinar gamma (radioaktif) pada karung berisi beras, jagung, atau kacang-kacangan untuk membunuh hama yang menyerang pasca panen.
  • Menggunakan suhu panas untuk mematikan hama yang tidak tahan panas. Oleh karena itu, petani juga harus mempelajari sifat-sifat hama yang menyerang tanamannya.
  • Menggenangi lahan untuk membasmi hama dalam tanah seperti ulat grayak, jangkrik, lundi, telur belalang, nematoda parasit, dan sebagainya.

Taktik kultur teknik

Taktik ini dilakukan dengan menerapkan cara bercocok tanam yang baik dan benar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kondisi lahan tidak sesuai dengan kehidupan hama.

  • Mempertimbangkan sanitasi, eradikasi, pengolahan lahan, dan lain sebagainya.
  • Mengadakan rotasi tanaman untuk mengganggu kelangsungan penyedia kebutuhan hama.

Mempertimbangkan waktu ambang pengendalian

Secara umum, waktu penggunaan pestisida biasanya dilakukan pada saat hama mencapai ambang pengendalian. Penyemprotannya harus dilakukan pada sore hari, yakni sekitar pukul 16.00-17.00, ketika suhu udara di bawah 30 derajat Celcius dan kelembaban udara sekitar 50-80%, karena biasanya jumlah hama meningkat pada saat itu.

Membasmi Hama pada Tanaman

Untuk membasmi hama, pestisida kimia sering menjadi pilihan. Padahal, saat ini, sudah ada alternatif lain yang dapat digunakan oleh petani, yaitu pestisida nabati.

Pestisida nabati merupakan pestisida berbahan dasar tumbuhan, misalnya daun, batang, akar, atau bahkan buah. Jenis pestisida ini memiliki beberapa keunggulan, seperti cenderung lebih ramah lingkungan, murah, dapat dibuat sendiri oleh petani, tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, cenderung tidak mengakibatkan resistensi hama, dan menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas dari pestisida kimia.

Baca: Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau sebagai Pestisida Nabati

Pestisida nabati sangat tepat digunakan setelah populasi hama berada di ambang batas kendali, karena pestisida ini memiliki sifat yang dapat menghambat pergantian kulit hama serangga, merusak perkembangan larva, pupa, dan telur hama, serta membuat hama, terutama serangga, kehilangan nafsu makan.

Mempertimbangkan kapan sebaiknya pestisida diaplikasikan

Pengaplikasian pestisida di tingkat petani biasanya dilakukan dengan 2 sistem, yaitu sistem kalender (berjadwal) dan sistem PHT (Pengendalian Hama Terpadu).

Dalam sistem kalendar, pengaplikasian pestisida tidak melihat apakah ada hama atau tidak karena pengaplikasiannya yang sudah terjadwal. Hal ini tentu berbahaya jika dilakukan dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan resistensi (ketahanan) hama terhadap pestisida.

Berbeda dengan sistem kalendar, pengaplikasian pestisida pada sistem PHT sangat bergantung pada jumlah hama yang menyerang. Dalam sistem ini, pestisida hanya akan diaplikasikan jika memang terpaksa karena hama sudah berada di ambang kendali.

Baca: 5 Cara Tepat Menggunakan Pestisida

Penulis: Hutri Cika Berutu 


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.