Budidaya Baglog Jamur Tiram

Dalam rantai produksi jamur tiram, ada dua komponen bisnis utama, yakni pembuatan atau budidaya baglog dan budidaya jamur tiram. Baglog adalah media tumbuh jamur tiram. Adapun budidaya jamur tiram maksudnya adalah menanam jamur hingga usia panen.

Kebanyakan petani jamur tiram mengerjakan keduanya, yakni membuat baglog dan kemudian menanam jamur tiramnya. Tapi dalam perkembangannya, ada petani yang cenderung hanya membudidayakan/membuat baglog saja dan ada yang hanya menanam jamur dengan baglog hasil membeli dari pihak lain.

Nah, pada pembahasan kali ini, Pak Tani Digital fokus mengupas soal budidaya baglog.  Semoga pembaca bisa mendapat inspirasi betapa bisnis budidaya baglog itu sangat menguntungkan.

Selain keuntungan materi karena perputaran modal jadi lebih cepat, juga keuntungan terbebas dari kegagalan panen  karena pengalaman yang belum memadai.

Langkah Budidaya Baglog Jamur Tiram

Dalam budidaya baglog, sedikitnya ada 5 langkah yakni penyiapan peralatan/perlengkapan, penyiapan bahan media baglog, pembuatan baglog, sterilisasi, penanaman. Mari kita uraikan satu persatu:

Perlengkapan

Perlengkapan yang dibutuhkan dalam budidaya baglog jamur tiram sebagai berikut;

  • Plastik tahan panas jenis PP ukuran 1 kg
  • Cincin dari pipa paralon ukuran ¼ inchi
  • Karet gelang
  • Alat tanam
  • Alcohol 70%
  • Ruangan steril untuk meletakkan baglog steril
  • Tong besar untuk strerilisasi baglog

Bahan media tanam

  • Dedak/bekatul. Pastikan yang masih segar atau belum apek dan tidak berkutu
  • Serbuk gergaji dengan kriteria serbuk mudah lapuk, tidak bergetah dan tidak tercampur minyak atau oli bekas proses penggergajian
  • Tepung jagung atau biji-bijian lain seperti gabah atau gandum
  • Kapur bangunan
  • Air

Baca Juga: Banker Pintar Petani Jamur Gagal Panen Oleh Mahasiswa UMY

Baglog Jamur Tiram

Pembuatan Baglog

Secara umum, membuat baglog untuk jamur tiram tidak ada bedanya dengan membuat baglog untuk jamur jenis lain. Namun dalam budidaya baglog untuk jamur tiram, ada sedikit variasi dalam komposisi dan proporsi bahan, di mana setiap petani pembuatnya tidak sama persis dalam penentuan proporsi setiap bahan. Ini lebih karena faktor pengalaman bahwa satu sama lainnya merasa racikannya lebih bagus ketimbang lainnya.

Baiklah, kita mulai saja membahas proses pembuatannya.

1. Untuk per 100 kg serbuk gergaji, maka jumlah bahan-bahan lainnya adalah;

  • Dedak/bekatul 5 kg atau 5% dari 100 kg serbuk gergaji
  • Kapur  2 kg atau 2%
  • Gips ½ kg atau 0.5%
  • Tepung jagung atau biji-bijian lainnya 5 kg
  • Gula 1 kg atau 1%

2. Setiap bahan yang ada diayak dengan ayakan ukuran ½ – 1 cm meter untuk menghasilkan bahan yang lembut dan ukuran merata. Buang yang kasar atau gumpalan besar

3. Semua bahan tadi diaduk dan dicampur dengar air hingga menjadi bahan adukan yang bila dikepal tidak buyar. Itu tandanya campuran air dan bahan sudah sesuai.

4. Kemudian pengomposan selama 1- 2  hari dengan cara menutup media tadi menggunakan plastik.

5. Setelah pengomposan selama 1 hari atau lebih, adonan media tersebut kita masukkan dalam kantong plastik PP yang sudah kita siapkan sebelumnya.

6. Media dipadatkan dengan alat bantu botol atau alat pengepres lainnya. Semakin padat, semakin bagus. Sisakan sekitar 5 cm untuk sarana mengikat dengan cincin paralon nantinya.

7. Setelah diikat, maka baglog siap untuk disterilisasi. Susunlah baglog itu secara rapi di tempat yang bersih untuk menghindari adanya kontaminasi dari zat-zat tertentu yang merugikan.

Tahap Fermentasi

Di tahap ini, kita hanya bisa membiarkan baglog yang tertata di ruang khusus tadi untuk menjalani masa fermentasi alami atau pelapukan. Biasanya berlangsung sekitar 7 hari.

Selama proses itu, media baglog akan mengalami peningkatan panas. Setelah mengalami puncak panasnya, akan menurun hingga sampai suhu aman untuk dikeluarkan. Tahap budidaya baglog berikutnya adalah sterilisasi.

Baglog

Sterilisasi Baglog

Kita harus memastikan bahwa petani mitra yang akan membudidayakan jamur tiram mengetahui status terakhir budidaya. Dengan begitu, setelah sterilisasi selesai, proses inokulasi mesti segera dilakukan. Inilah tahap yang dilakukan oleh pembudidaya.

Sterilisasi dilakukan dengan cara mengukus baglog hingga suhu sekitar 90 derajat selama sekitar 6 jam. Alat pengukus bisa menggunakan drum. Setelah itu, keluarkan dari alat pengukus saat suhu sudah aman.


Demikian langkah-langkah budidaya baglog jamur tiram yang menguntungkan. Di toko online, harga baglog bervariasi mulai dari Rp2.000 – Rp3.000/baglog.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Ingin Budidaya Jamur Tiram? Ini Panduan Lengkapnya

Penulis: Fuad Bakhtiar

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-baglog-jamur-tiram
  • https://www.infoagribisnis.com/2018/02/cara-membuat-baglog/
  • https://jamurtirammedantembung.wordpress.com/komposisi-bahan-dan-cara-pembuatan-media-baglog-jamur-tiram-putih-2/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.