Tips Menanam Bayam Hidroponik - GU

Apakah bayam merupakan bahan makanan sehari-hari Anda? Maka, Anda perlu mencoba untuk menanam bayam, salah satunya adalah dengan metode hidroponik.

Bayam (Amaranthus) adalah sayuran yang banyak disukai oleh masyarakat. Banyak manfaat yang didapat dari mengonsumsi bayam karena bayam mengandung energi sebesar 16 Kkal; karbohidrat 2,9 gr; protein 0,9 gr; lemak 0,4 gr; serat 0,7 gr; kalsium 166 mg; vitamin 41 mg; dan zat besi 3,5 mg.

Bayam juga dikenal sebagai makanan pencegah anemia karena kandungan zat besi yang relatif tinggi. Selain itu bayam juga dapat meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan mata.

Karena termasuk dalam sayuran favorit Keluarga, Bayam hidroponik menjadi pilihan Sebagian besar masyarakat. Kualitas tinggi dan kebersihan yang terjamin menjadi salah satu faktor bayam hidroponik banyak diminati.

Namun, sebagian masyarakat beranggapan bahwa sistem tanam hidroponik adalah sistem penanaman yang banyak mengeluarkan biaya besar dan sulit diterapkan.

Padahal, banyak sekali keuntungan yang didapat dalam sistem hidroponik, seperti penggunaan lahan yang lebih efisien, sistem penanaman tanpa menggunakan tanah, dan penggunaan pupuk dan air yang lebih efisien.

Baca Juga: 5 Langkah Budidaya Selada Hidroponik dengan Mudah

5 Tips Menanam Bayam Hidroponik

Sistem hidroponik sendiri memiliki banyak jenis dari yang rumit hingga yang paling sederhana. Dan inilah beberapa tips mudah yang dapat dicoba dalam menanam bayam secara hidroponik.

Memilih bibit yang berkualitas

Benih-benih yang berkualitas dapat ditemukan di toko benih dengan jaminan persentase tubuh yang tinggi. Kemudian penyemaian dapat dilakukan dengan merendam benih ke dalam air terlebih dahulu.

Biji yang terendam adalah biji yang berkualitas, sedangkan yang terapung dapat dibuang. Biji yang telah direndam dapat diletakkan di media semai. Masukkan 3-4 biji ke dalam 1 lubang penyemaian.

Selama penyemaian letakkan di tempat yang teduh tanpa terkena sinar matahari langsung. Bayam dapat dipindah tanam setelah tumbuh daun ke-4.

Memilih jenis hidroponik yang sederhana

Banyak sekali jenis-jenis hidroponik yang dapat digunakan. Namun sistem hidroponik yang paling sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat adalah sistem hidroponik Wick atau sumbu.

Sistem hidroponik ini adalah sistem yang menggunakan sumbu sebagai media perantara akar menyerap nutrisi dengan mengapungkan netpot berisi tanaman.

Sistem sumbu ini juga tidak perlu menggunakan pompa air sehingga tidak perlu menggunakan listrik.

Hidroponik Wick (sumbu)
Gambar skema sistem Hidroponik wick terapung

Baca Juga: Hanya 4 Tahap Menanam Kacang Hijau Secara Hidroponik

Sistem hidroponik yang dapat dicoba selain sumbu adalah NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem ini bekerja dengan cara mengalirkan nutrisi ke bagian akar tanaman. Netpot yang disusun secara miring bertujuan agar air nutrisi dapat mengalir ke tampungan dan dipompa kembali ke atas untuk menuju ke akar, sehingga terjadi sirkulasi nutrisi.

Pergerakan nutrisi ini dibantu dengan pompa aquarium yang tentunya membutuhkan daya listrik.

Hidroponik NFT
Gambar sekema sistem Hidroponik NFT

Memilih media tanam yang mudah didapat

Banyak media tanam yang dapat digunakan dalam sistem hidroponik. Namun ,media tanam yang paling mudah didapat adalah rockwool dan arang sekam.

Keduanya dapat ditemukan di toko pertanian atau toko hidroponik. Selain itu keduanya juga mudah dalam penggunaan.

Menggunakan nutrisi secara efisien

Nutrisi yang digunakan dalam sistem hidroponik adalah AB mix yang dapat dibeli di toko pertanian.

Cara pelarutan nutrisi hidroponik adalah dengan mencampurkan 5 ml nutrisi ke dalam 1 liter air dan dapat dilakukan dengan kelipatannya.

Nutrisi yang telah dicairkan dapat dituang ke wadah atau ember. Perlu diperhatikan bahwa untuk sistem hidroponik Wick perlu dilakukan pemeriksaan jumlah nutrisi, karena jika air nutrisi habis maka tanaman dapat mengering sehingga diusahakan nutrisi dapat ditambah di hari-hari berikutnya.

Gunakan barang atau peralatan daur ulang yang mudah didapat

Banyak yang mengira sistem hidroponik adalah sistem tanam yang mahal. Padahal kita dapat menggunakan peralatan di sekitar kita yang sudah tidak terpakai lagi untuk digunakan dalam sistem hidroponik.

Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah gelas plastik untuk menggantikan netpot, ember bekas sebagai wadah air hidroponik dan kain bekas yang dapat digunakan untuk menggantikan kain Flanel sebagai sumbu.


Demikian beberapa tips mudah dalam menanam bayam secara hidroponik yang dapat diterapkan. Tentu dengan berpikir kreatif dan kita dapat menyelesaikan masalah ada, dan dapat melakukan segala hal dengan mudah.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Ingin Budidaya Bawang Putih Hidroponik? Ini Dia Caranya

Penulis: Dino Laferda

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Refrensi :

  • https://distan.sukabumikota.go.id/kelebihan-dan-kekurangan-bercocok-tanam-hidroponik/
  • https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bayam-hidroponik
  • https://www.alodokter.com/mengolah-manfaat-bayam-menjadi-hidangan-sehari-hari
  • https://m.detik.com/food/info-sehat/d-2531041/mana-yang-lebih-kaya-kandungan-zat-besi-bayam-hijau-atau-bayam-merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.