Budidaya Nangkadak - GU (goodnewsfromindonesia.id)

Apakah Anda ingin mencoba budidaya nangkadak? Nangkadak merupakan akronim dari dua varietas tanaman buah hasil persilangan nangka dan cempedak. Kedua tanaman tersebut tergolong dalam genus Artocarpus.

Di dalam genus Artocarpus terdapat sekitar 50 spesies tanaman di antaranya adalah nangka (Artocarpus heterophyllus), cempedak (Artocarpus integer), sukun (Artocarpus altilis), dan lain-lain.

Keunggulan Nangkadak

Anda ingin membudidayakan nangkadak? Anda perlu mengetahui beberapa tips berikut ini agar nangkadak  yang Anda budidayakan berbuah lebat. Nangkadak merupakan tanaman buah dengan produktivitas tinggi.

Bahkan  memiliki produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas nangka yang sudah umum dikenal masyarakat kita seperti nangka merah, nangka mini, nangka kunir, dan lain-lain.

Rasa daging buah  nangkadak jauh lebih manis dari nangka biasa. Rasa manis nangkadak bisa mencapai 30 brix. Brix merupakan skala kemanisan buah yang diukur dengan satuan brix.

1% brix setara dengan 1 gram gula sukrosa dalam 100 gram air. Semakin tinggi nilai brix semakin tinggi kualitas rasa manis dari suatu jenis buah.

Memang buah nangkadak lebih kecil dengan bobot 2-3 kg dibandingkan varietas nangka yang lain. Tapi satu pohon nangkadak bisa menghasilkan  30-50 buah.

Habitus nangkadak juga tidak terlalu tinggi, sekitar 3 meter tidak seperti nangka yang pohonnya tinggi dan rimbun. Sebab itu, nangkadak sangat cocok bila dibudidayakan di pekarangan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Budidaya Ubi dengan Stek

Tips Budidaya Nangkadak

Nah, karena masih satu genus, maka sangat mungkin dilakukan perkawinan silang antara nangka dan cempedak sehingga kita mengenal nangkadak. Berikut ini tips budidaya nangkadak yang perlu diperhatikan.

Bibit yang Berkualitas

Untuk memulai budidaya nangkadak, Anda dapat memilih bibit dari hasil okulasi atau cangkokan. Ini merupakan hasil perbanyakan vegetatif yang menjamin mutu genetik tanaman sama persis dengan induknya.

Nangkadak okulasi diperoleh dengan menyambung mata tunas dari nangkadak produktif dengan batang bawah dari spesies atau varietas tanaman yang sama, yang memiliki perakaran yang kokoh. Sedangkan bibit cangkokan diperoleh dari bagian tanaman indukan.

Bibit nangkadak harus bebas hama dan penyakit serta tumbuh subur. Hal ini dapat Anda lihat dari pertumbuhan bibit dalam polibag yang memiliki batang yang kokoh, dan daun yang hijau dan segar.

Nangkadak

Ketinggian Tempat

Nangkadak dapat Anda budidayakan pada ketinggian dari 0-800 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tempat akan mempengaruhi keadaan iklim yang penting bagi tanaman, seperti curah hujan, suhu, kelembaban, angin, dan panjang penyinaran.

Ketinggian tempat juga akan berpengaruh terhadap rasa manis buah nangkadak. Angin membantu penyerbukan bunga pada tanaman nangkadak, karena itu keberadaan angin mutlak diperlukan.

Curah hujan tahunan rata-rata  yang sesuai untuk tanaman nangkadak 1.500 – 2.500 mm dan periode musim kering sekitar 4 bulan. Sinar matahari sangat diperlukan nangkadak untuk memacu fotosintesis dan pertumbuhan tanaman.

Sinar matahari yang kurang dapat menyebabkan terganggunya pembentukan bunga dan buah serta pertumbuhannya tidak sempurna. Suhu yang sesuai menunjang pertumbuhan berada dalam kisaran 21-32 derajat Celcius.

Menyiapkan Lubang Tanam

Bersihkan tempat untuk membuat lubang tanam, dan usahakan agar mendapat sinar mata hari yang cukup.  Nangkadak dapat tumbuh di berbagai tipe tanah, tetapi lebih menyukai tanah yang gembur, agak berpasir dan beririgasi baik.

Buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm  x 50 cm. Pada saat lubang tanam digali, tanah bagian atas dipisahkan dari tanah bagian bawah.

Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang atau kompos sebanyak 10-20  kg per lubang. Tanah yang sudah dicampur kompos lalu dimasukkan ke dalam lubang tanam, dan biarkan selama beberapa hari agar mendapat sinar matahari yang cukup.

Baca Juga: Ingin Budidaya Alpukat di Dalam Pot? Ini Dia Caranya

Menanam Bibit

Bibit yang sudah disiapkan dibawa ketempat penanaman. Siram bibit tersebut terlebih dahulu sebelum ditanam agar tanah yang tidak rusak saat polibag dibuka.

Bibit hasil okulasi dapat ditananam pada umur 6-8 bulan. Sedangkan bibit dari cangkokan dapat ditanam setelah berumur 1-2,5 bulan, dan akar sudah banyak yang keluar.

Waktu penanaman dapat dilakukan pagi atau sore hari. Bibit nangkadak yang ditanam perlu disiram agar akar dan tanah dapat menyatu dengan baik. Lebih baik lagi bila penanaman dilakukan pada permulaan musim penghujan, yaitu saat curah hujan sudah cukup merata.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan yang perlu Anda lakukan adalah  penyiangan gulma bila ada yang tumbuh disekitar tanaman. Penggemburan juga perlu dilakukan.

Pemberian pupuk NPK perlu Anda lakukan satu minggu setelah penanaman dengan dosis 100 gram NPK per tanaman.  Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dapat diberikan pupuk daun, guna merangsang pembentukan daun.

Pemberian pupuk daun dilakukan 2 minggu sampai tanaman berumur 17 bulan. Jenis pupuk daun yang digunakan adalah Gandasil D/Bayfolan.

Pohon Nangkadak
Foto: goodnewsfromindonesia.id

Pemupukan NPK yang kedua dapat dilakukan pada umur 6 bulan dengan dosis 150 gram per tanaman. Pemupukan ketiga dilakukan pada tanaman umur 12 bulan dengan dosis 200 gram per tanaman.

Pemberian pupuk NPK dapat Anda lakukan setiap 6 bulan sekali pada saat sudah berbuah. Sedangkan pemberian pupuk kompos atau pupuk kandang dapat diberikan sekali dalam setahun dengan takaran 15 kg per tanaman.

Pemangkasan dapat Anda lakukan bila tajuk nangkadak sangat rimbun, agar sinar matahari bisa masuk untuk merangsang pembungaan.  Pemangkasan dibatasi pada penjarangan pucuk ketika pohon mulai ditanam.

Pemangkasan cabang  dapat dilakukan  untuk mengatur pembuahan, karena bunga betina muncul pada batang utama atau cabang primer.

Merangsang Pembungaan

Tanaman yang dirangsang untuk pembungaan dan pembuahan harus berada dalam kondisi sehat, pertumbuhan vegetatifnya sudah maksimal, dan sudah cukup umur untuk berbuah. Pemangkasan merupakan salah satu cara untuk mempercepat tanaman berbuah.

Pemupukan di luar pemupukan yang rutin dapat dilakukan, misalnya dengan memberikan pemupukan yang mengandung unsur fosfor, dan kalium yang tinggi. Pemupukan dengan unsur hara yang mengandung magnesium, seng, dan boron juga dapat dilakukan.

Pengendalian Hama & Penyakit

Hama utama tanaman nangkadak adalah Diaphania caesalis. Larva hama ini melubangi tunas sehingga tanaman tidak bertumbuh dan mati. Hama lain adalah Ochyromera artocarpi yang merupakan kumbang penyerang cabang dan tunas nangkadak.   

Hama utama lainnya adalah Dacus umbrosus (lalat buah), yang menyerang buah nangkadak sehingga buahnya menjadi busuk dan gugur.

Untuk mengendalikan hama lalat buah dapat dilakukan dengan membungkus buah nangkadak dengan kantong plastik atau kertas, atau membungkus dengan anyaman dedaunan. Membungkus merupakan cara yang juga dapat mencegah serangan tikus dan kelelawar.

Penyakit yang menyerang nangkadak  diantaranya adalah penyakit busuk akar, yang disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus. Tanaman nangkadak yang terserang penyakit busuk akar akan tumbuh  kerdil, daun-daunnya rontok, dan akhirnya pohonnya mati.

Penyakit yang menyerang bunga dan buah adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Rhizopus artocarpi. Serangan penyakit ini menyebabkan bunga dan buah mentah membusuk dan mudah rontok.

Serangan penyakit ini biasanya mengikuti bekas luka akibat serangan lalat buah atau penggerek buah.

Bila semua aspek yang berhubungan dengan pemilihan bibit, penanaman, pemupukan, perawatan tanaman, dan pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan baik, maka tanaman nangkadak yang Anda budidayakan dapat berbuah lebat.

Ketika sudah mencapai kematangan fisiologis tercapai, inilah saatnya Anda panen dan menikmati manisnya daging buah nangkadak.


Itulah 5 tips mudah dalam budidaya Nangkadak. Apakah Sobat PTD tertarik untuk mencobanya?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah yang Ramah Lingkungan

Penulis: Norbertus Kaleka

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber gambar utama: goodnewsfromindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.