Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi keberadaan kunang-kunang? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!
Kunang-Kunang
Kunang-kunang di Hutan Mangrove

Baca juga: Serangga Terancam Punah, Apa Penyebabnya?
Kunang-kunang merupakan serangga yang sekarang sulit untuk dijumpai bahkan sudah menjadi salah satu serangga yang keberadaannya hampir punah.
Sama halnya dengan negara Jepang dari tahun ke tahun juga sulit menemukannya, hal ini disebabkan oleh beberpa faktor.
Seperti belalang, kunang-kunang, kumbang, capung dan kupu-kupu. Salah satu serangga yang mjulai terancam di akibat ulah manusia yang disebabkan kerusakan habitat.
Penurunan drastis tercatat pada spesies ini setelah habitatnya dirusak untuk dibuat perkebunan sawit, pertanian budidaya dan peternakan, penggunaan cahaya buatan pada malam hari.
Serta sebagian besar penggunaan insektisida terjadi pada larva, kunang-kunang remaja menghabiskan waktu hingga dua tahun di bawah tanah atau di bawah air,
Biotek Network Laboratory Kitakyuhu Jepang malakukan penelitian di Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar. Kegiatan itu termasuk dalam kerja sama Sister City dengan Pemkot Surabaya.
Keberadaan kunang-kunang dihutan mangrove Surabaya dinilai sebagai sesuatu kejadian yang langka, terutama bagi warga jepang yang melakukan penelitian.
Beberapa kali melakukan penelitian, mereka menemukan dan melihat langsung kunang-kunang padahal, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya saja tidak tahu kalau ada kunang-kunang yang hidup di hutan mangrove.
Keberadaan serangga yang satu ini itu sebagai sesuatu yang tak biasa karena di Jepang sudah jarang sekali ditemukannya, bahkan masyarakat Jepang dapat melihatnya setahun sekali saja.
Pelestarian Hutan Mangrove

Baca juga: Kenali 4 Jenis Lebah Madu dan Produk yang Dihasilkan
Memang sejak Januari lalu, di Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar diberlakukan larangan membawa plastik. Pengelola telah menyiapkan screening dan petugas untuk memeriksa pengunjung yang membawa makanan aau minuman yang berplastik.
Larangan itu bertujuan untuk menjaga mangrove dan harus diselamatkan dari sampah plastik. Karena ini mengganggu kelangsungan mangrove yang ada di Surabaya.
Selain itu, menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan masyarakat pada lingkungan sehingga kelestaraian hewan atau mangrove lebih terjaga.
Itulah informasi mengenai keberadaan kunang-kunang di hutan mangrove. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Yuk, Pahami Syarat Label Kemasan Pestisida
Sumber: Detik.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di