Tani dan Ternak sebagai Obat Kecanduan Gadget pada Anak - GU

Apakah bertani dan beternak bisa menjadi obat kecanduan gadget pada anak?

Tanpa menyangkal banyaknya manfaat gadget, di sisi lain pula tidak sedikit berita yang menginformasikan dampak negatif gadget bagi anak.

Ada yang nyaris buta karena terlalu lama bermain game online di handphone, ada yang terganggu mentalnya karena kecanduan berat terhadap handphone hingga masuk Rumah Sakit Jiwa.

Sangat disayangkan sekali, bahwa mereka masih sangat belia dengan harapan masa depan yang masih panjang tapi seakan direnggut oleh benda bernama gadget. Sebelum masa seperti sekarang ini, dunia anak pure bercengkrama dengan alam.

Setelah aktivitas sekolah dan belajar selesai, mereka menggembala, membantu orang tua bertani, berenang di sungai, dan mencari rumput untuk ternak. Mereka bermain dengan bahan baku dari alam, membuat kerajinan tangan dari tanah liat dan bambu, dan memainkan berbagai macam pertanian tradisional.

Semuanya sangat bersahaja. Mereka tumbuh dalam koridor yang sewajarnya sesuai usianya dan menjelma menjadi manusia yang bertanggung jawab, karena terbiasa dengan amanah yang diberikan sejak kecil.

Lantas kembali lagi pada masa-masa itu sambil memaksakan anak berlaku seperti generasi sebelumnya, tentu sangat sulit karena requirement order mereka berbeda. Oleh sebab itu, harus ada program terstruktur dan masif untuk mencegah anak terkena efek buruk gadget.

Baca Juga: 7 Tips Budidaya Nangkadak yang Berbuah Lebat

Kebijakan Pemerintah

Dalam hal ini pemerintah harus mengambil kebijakan, berupa aturan atau program. Salah satu contohnnya, baru-baru ini ada kebijakan Pemerintah Kota Bandung Jawa Barat yang menganjurkan pelajar SD dan SMP beternak dan bertani.

 

Walikota berencana akan membagikan bibit tanaman produktif bagi pelajar perempuan, dan anak ayam bagi pelajar laki-laki. Program ini digulirkan dalam rangka mengatasi ketergantungan atau kecanduan gadget pada anak-anak.

Ternak Kerbau

Fakta diketahui bahwa anak-anak hampir setiap hari berinteraksi dengan handphone secara berlebihan. Menakar tingkat keberhasilan program ini ke depan tentunya perlu kerjasama solid antara pelajar, orang tua, sekolah, pemerintah, dan stakeholders.

Mengambil peran turut serta memberikan pengetahuan pertanian dan peternakan, menjadikan anak lebih bersemangat dengan mini projectnya. Nilai lainnya yang dikembangkan dalam program ini yaitu entrepreneur, karakter berintegritas, disiplin, dan tentunya melek lingkungan (ecoliteracy).

Baca Juga: Ingin Budidaya Alpukat di Dalam Pot? Ini Dia Caranya

Sekolah sebagai Program Ecoliteracy

Sebagai rumah kedua bagi anak, sekolah secara formal mempunyai kewajiban mendidik para pelajar mengenai ecoliteracy. Wawasan ini yang akan menuntun anak keluar dari zona nyaman hanya berdua dengan gadget.

Mereka akan berbuat sesuatu untuk alam dan sekitarnya, termasuk memelihara ayam atau menanam sayur dan buah.

Praktik tani dan ternak bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah, atau bila ada inisiatif dari kelurahan atau kecamatan, bisa mengadakan agenda tani dan ternak bagi masyarakat, termasuk anak-anak secara berkala pada hari libur sekolah sekaligus ajang gathering warga untuk silaturahmi.

Agenda seperti ini bisa menjadi langkah kemandirian ekonomi lokal, sebab masyarakat diberdayakan untuk mengelola peternakan dan pertanian di lingkungannya. Output jangka panjang dari program ini diharapkan terbentuk generasi yang ramah lingkungan terhadap segala predikat yang disandangnya kelak.

Tentunya jangan dilupakan bahwa misi program ini bukan melenyapkan fitrah zaman mereka dilahirkan sebagai anak digital oriented, tapi program ini berupaya menyeimbangkan jiwa mereka terhadap alam sebagai media nyata bersosialisasi dengan manusia, tumbuhan, hewan, dan memenuhi hak tubuh untuk menghirup udara segar.

Keseimbangan seperti demikian akan membiasakan mereka bijaksana menggunakan gadget. Durasi menggunakan gadget akan proporsional dan konten yang dibuka akan sejalan dengan “proyek” yang sedang dikerjakannya. Mereka akan lebih tertarik membuka informasi cara beternak ayam dan memelihara tanaman sayur dan buah.


Nah itu dia sedikit ulasan tentang bertani dan beternak sebagai obat kecanduan gadget pada anak. Bagaimana sobat PTD?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Budidaya Lele dengan Buis Beton? Ikuti 5 Tips Ini

Penulis: Farah Pramudita

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.