Ketahui Cabai Terpedas di Indonesia dan di Dunia

Cabai, siapa sich yang tidak kenal dengan tanaman yang satu ini? Para penikmat makanan pedas pasti sudah tidak asing lagi dengan cabai. Bahkan, baru – baru ini, para netizen di seluruh dunia saling menantang untuk menaklukan rasa pedasnya cabai.

Aksesi cabai biasanya diklasifikasikan berdasarkan karakteristik buah termasuk kepedasan, warna, bentuk, rasa, ukuran, dan penggunaan. Berdasarkan karakteristik bunga dan buah, cabai budidaya dibagi menjadi 5 spesies utama, yaitu Capsicum annuum, Capsicum frutencens, Capsicum chinense, Capsicum pendulum, dan Capsicum pubenscens.

Tanaman cabai termasuk famili Solanaceae, famili yang cukup besar pada tanaman tropika seperti tomat, terung dan kentang. Cabai tumbuh sebagai tanaman annual (tahunan) pada beberapa negara di dunia.

Rasa pedas pada cabai berasal dari zat Kapsaisin yang terkandung dalam buah cabai. Kapsaisin adalah komponen aktif dari cabai yang menghasilkan sensasi terbakar (pedas) jika bersentuhan dengan jaringan mahluk hidup.

Kapsaisin diproduksi sebagai metabolit sekunder yang bertujuan untuk mekanisme pertahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Namun, saat diolah, Kapsaisin menjadi zat yang menimbulkan rasa pedas di lidah. Kandungan Kapsaisin sangat beragam tergantung pada varietas tanaman cabai.

Nah, Kamu tahu nggak sich cabai terpedas di Indonesia adalah cabai Hiyung. Cabai Hiyung merupakan varietas lokal yang berasal dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sementara itu, pemegang rekor cabai terpedas di dunia adalah Trinidad Moruga Scorpion dengan angka kepedasan mencapai -2.200.000 SHU (Scoville Heat Unit).

Baca: Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula

Cabai Hiyung, Cabai Terpedas di Indonesia
Cabai Hiyung | Sumber: teen.co.id

Selain cabai Hiyung, ada beberapa cabai juga yang dikenal sangat pedas di Indonesia, diantaranya Cabai Gendot dari dataran tinggi Dieng, Cabai Katokkon dari daerah Toraja, dan Cabai Jamu dari Jawa.

Berikut ini adalah daftar cabai terpedas di dunia.

  1. Trinidad Moruga Scorpion : 1.200.000 – 2.200.000 SHU
  2. Carolina Reaper : 1.500.000 – 2.200.000 SHU
  3. 7 Pot Douglah (chocolate 7 pot) : 1.853.935 SHU
  4. 7 Pot Primo :  1.469.000 SHU
  5. Trinidad Scorpion “Butch T” : 500.000 – 1.463.700 SHU
  6. Naga Viper : 1.382.118 SHU
  7. Bhut jojokia (Ghost Pepper) : 885.000 – 1.041.427 SHU
  8. 7 Pot Barrackpore : 1.000.000 SHU
  9. 7 Pot Red Giant : 1.000.000 SHU
  10. Red Savina Habanero : 248. 556 – 500.000 SHU

Sebenarnya, kandungan Kapsaisin sendiri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Jika cabai varietas tertentu ditanam di daerah lain, bisa jadi tingkat kepedasannya akan berubah. Baihaki (2000), menyebutkan bahwa faktor genetik tidak akan memperlihatkan sifat yang dibawanya kecuali dengan adanya faktor lingkungan yang diperlukan.

Sebaliknya, bagaimana pun manipulasi dan perbaikan terhadap faktor lingkungan tidak akan menyebabkan perkembangan suatu sifat kecuali faktor genetik yang diperlukan terdapat pada individu atau populasi tanaman yang bersangkutan. Kemudian, ditambahkan bahwa sifat yang muncul dari suatu tanaman (fenotipe) merupakan hasil dari genetik dan lingkungan.

Baca: Data Produksi Cabai Terus Meningkat, Namun Harga Pasar Selalu Tinggi

Cabai Trinidad Moruga Scorpion, Cabai Terpedas di Dunia
Cabai Trinidad Moruga Scorpion | Sumber: http://professionale.saissementi.it

Bagaimana cara mengukur tingkat kepedasan cabai?

Scoville Heat Unit (SHU) merupakan satuan untuk mengukur tingkat kandungan Kapsaisin pada cabai. Jumlah satuan pedas pada Scoville (SHU) menunjukan jumlah Kapsaisin yang terkandung dalam cabai.

Alatnya sendiri dinamakan Chili Tester. Alat ini sudah tersedia di pasaran dan bisa didapatkan secara online maupun offline di toko-toko pertanian.

Selain bermanfaat sebagai rempah untuk menghadirkan rasa pedas pada masakan, cabai dapat mengobati berbagai penyakit seperti rematik, kanker, osteoporosis, serta menurunkan tekanan darah dan kolestrol. Cabai juga mengandung vitamin A, C, Kalium, dan Besi yang membantu mencegah pengumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, dan menangkal flu.

Tidak hanya itu, cabai juga mengandung zat photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor serta merangsang otak dan kelenjar ludah untuk melepas endorfin ke dalam tubuh dimana zat ini dapat menghilangkan rasa sakit alami dan menimbulkan perasaan senang.

Mungkin itu kenapa beberapa netizen ketagihan dengan makanan pedas. Tapi awas, jangan berlebihan karena bisa mengakibatkan penyempitan syaraf dan menimbulkan kematian. Konsumsi secukupnya saja ya.

Baca: 6 Cara Mengendalikan Penyakit Antraknosa / Patek pada Cabai

Penulis: Sulassky
Farmer – Traveller – Blogger


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.