Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau iformasi mengenai harga jahe pada wabah covid-19? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!
Harga Jahe
Harga Jahe Saat Wabah Covid-19

Baca juga: Lawan Virus Corona Dengan Konsumsi Jahe dan Kunyit
Dengan maraknya wabah virus corona hingga pe penjuru dunia menyebabkan banyak masyarakat menjadi peduli akan kebugaran tubuh dan kebersihan yang ada disekitarnya.
Belakangan waktu terakhir dikabarkan beberapa rempa-rempah yang sangat dikenal oleh warga Indonesia yang mengandung senyawa kurkumin dan gingerol yang mampu meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh
Maraknya pemberitaan akan manfaat rempah-rempah ini mengakibatkan warga menyerbu pasar dan membeli secara berlebihan
Untuk persediaan dirumah, tanpa pikir panjang akan akibat yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.
Permintaan yang sangat besar membut rempah-rempah seperti jahe, kunyit, cengkeh dan lainnnya menjadi sangat sulit untuk dicari
Mungkin beberapa oknum juga ada yang mengambil kesempatan dalam penjualan dengan menaikkan harga rempah-rempahnya.
Karena rempah-rempah ini menjadi suatu kebutuhan yang penting pada kondisi dunia saat ini maka warga tidak mengutamakan harga asal mendapatkan rempah tersebut.
Langkah Menekan Harga Jahe

Baca juga: 5 Tips Budidaya Jahe Merah Bagi Pemula
Melihat kejadian seperti ini, Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus meningkatkan pasokan komoditas tanaman herbal dan rempah seperti jahe dan temulawak.
Hal ini dikarenakan sejumlah rempah dan herbal seperti jahe mengalami kenaikan harga seiring naiknya permintaan.
Wabah ini juga membuat masyarakat menyadari akan pentingya produk pertanian untuk kesehatandibuktikan dengan akhir-akhir ini konsumsi jahe dan rempah meningkat tajam.
Bahkan beberapa pedagang mengalami keuntungan besar dalam situasi ini, penghasilan yang mereka dapat berkali-kali lipat padahal biasanya yang membeli rempah-rempah hanyalah penjual jamu.
Berkaitan dengan itu pemerintah akan mengimbangi peningkatan permintaan tersebut dengan pengembangan kawasan tanaman rempah dan obat
Di sejumlah wilayah seperti Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Produksi rempah harus meningkat dari angka tahun 2019 yang hanya 173.888 ton.
Meski demikian masyarakat sebaiknya mampu membedakan antara produk obat dan tanaman rempah.
Produk obat, menurut dia adalah tanaman yang sudah diolah menjadi ramuan dan obat di Kementerian Kesehatan. Sedangkan rempah adalah jenis tanaman yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Sejauh ini Balitro sudah menghasilkan beberapa varietas rempah unggul serta menyediakan benih dan budidaya untuk kebutuhan tanaman rempah dan obat.
Itulah informasi mengenai harga jahe pada saat wabah virus corona. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Melonjaknya Harga Jahe Merah di Pontianak
Sumber: Sindonews.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di