6 Langkah Menanam Pare dan Perawatannya

Bingung cara menanam dan merawat tanaman pare? Berikut Pak Tani Digital membagikan uraian mengenai informasi budidaya pare.

Sayuran  pare merupakan  sayuran  yang terkenal akan  rasanya yang  pahit. Meskipun  begitu, tanaman  pare memiki daya tarik sendiri.

Masyarakat Indonesia pada umumnya juga mengkonsumsi tanaman  pare dengan  tujuan untuk dijadikan, selain itu  dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit seperti mengobati pencernaa, obat cacing, diabetes, serta antibotik.

Khasiat sebagai obat ini didapatkan dari tanaman pare yang ternyata kaya akan gizi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin C, natrium, kalsium, zat besi, dll

Menanam Pare Dan Perawatannya

Dengan melihat baanyaknya manfaat tanaman  pare. Berikut cara budidaya pare :

Syarat Tumbuh Tanaman Pare

Tanaman pare dapat tumbuh dengan baik jika berada diketinggian lahan  dataran  rendah hingga dataran tinggi, yaitu sekitar 0 – 1400 mdpl.  Selain itu, pH tanah  yang diperlukan tanaman pare untuk tumbuh adalah sekitar 4–7 pH.

Media tanam  lahan  adalah  tanah  yang  gembur serta mengandung banyak humus yang  berfungsi untuk memberikan  nutrisi bagi tanaman.

Utuk area tanam tidak terlalu membutuhkan sinar matahari sehingga dapat diletakkan pada area yang jauh dari jangkauan sinar matahari.

menanam pare
docplayer.info

Baca juga: Ingin Mencoba Sistem Hidroponik Tapi Masih Pemula? Terapkan 2 Cara Ini

Mempersiapkan Benih Pare

Untuk mengetauhi cara memlih benih dari pare yang baik serta buruk dapat dilakukan dengan cara hangatkan air jernih, masukkan benih pare yang akan digunakan, tunggulah selama 30 menit.

Proses pemisahan akan dimulai, pada benih pare yang baik maka benih tersebut akan mengambang, apabila benih pare yang dimiliki tenggelam, maka benih cenderung tidak tumbuh.

Perawatan Tanaman Pare

Berikut beberapa cara untuk melakukan proses perawatan tanaman pare :

1. Teknik Penyiangan

Proses penyiangan pada tanaman pare dilakukan untuk menghindari serangan hama dan gulma yang berada disekitar tanaman pare yang akan mengakibatkan terhambatnya proses pertumbuhan tanamannya

Proses penyiraman  setelah penanaman dilakukan pada pagi dan sore hari  dengan air sebayak dua kali sehari

2. Pembuatan para-para

Para-para merupakan tempat tumbuh rambatan dari tanaman pare. Bahan Para-para terbuat dari  belahan-belahan bamboo yang disusun berukuran 200 cm.

Bentuk para-parayang baik yaitu  berbentuk kotak, karena akan membuat tumbuhan pare terlihat rapih serta tertata dengan baik.

menanam pare
faunadanflora.com

Baca juga: Langkah-Langkah Membuat Pupuk Organik dari Buah Busuk

Penanaman pare

Gemburkanlah tanah pada lahan yang akan digunakan yang bertujuan untuk membuat racun yang mengendap pada tanah dapat dikeluarkan.

Buatlah bendengan dengan ketinggian sekitar 30 x 150 cm dan panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan.

Berikan pupuk organik sebelum menananm pare. Masukkanlah benih pare 3 biji pada lubang tanam yang sebelumnya telah dibuat dan tutup kembali dengan tanah.

Pupuk Tanaman Pare

Agar meningkatkan proses pertumbuhan serta produktivitas dari tanaman pare itu sendiri, maka selain pupuk organic maka kita dapat memberikan pupuk anorganik pada tanaman pare yang ditanaman.

Pupuk organik diberikan setelah tanaman memasuki umur 21 hari setelah proses penanaman, pupuk yang baik yaitu menggunakan pupuk NPK

Pemanenan Pare

Setelah memasuki hari ke-60 setelah dari penanaman, maka tanaman pare siap untuk dipanen.

Cara yang dapat dilakukan untuk memanen tanaman pare tersebut adalah dengan cara memotong pada bagian tangkai buah pare dengan menggunakan gunting atau pisau untuk stek, atau pisau.

Pada saat pemotongan tersebut, sebaiknya alat pemotong berada pada kondisi yang tidak kotor atau steril.


Itulah cara menanam dan merawat tanaman pare yang bisa kalian terapka. Selamat mencoba!

Baca juga: Tahapan Budidaya Buncis Hingga Panen Banyak

Penulis: Rini Itona

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.