Dampak Covid-19 Terhadap Ketersediaan Beras di Indonesia

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenal dampak covid-19 terhadap ketersediaan beras di indonesia.

Pandemi Covid-19

Covid-19 di Indonesia

pixabay.com

Baca Juga : Manfaat Bawang Putih Tunggal Bagi Tubuh

Pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Namun, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan virus corona jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19 itu sudah masuk ke Indonesia sejak awal Januari.

Dari 69 negara, per hari ini (Senin, 2 Maret 2020) nama Indonesia masuk ke dalam negara yang terjangkit virus corona. Presiden Joko Widodo mengumumkan virus corona Wuhan menjangkiti dua warga Indonesia, tepatnya di kota Depok, Jawa Barat.

Kedua orang tersebut merupakan seorang ibu (64) dan putrinya (31) yang sempat kotak dengan warga Jepang yang positif mengidap COVID-19. Warga Jepang tersebut baru terdeteksi COVID-19 di Malaysia, setelah meninggalkan Indonesia.

Kasus COVID-19 di Indonesia diawali dari sebuah pesta dansa di  Klub Paloma & Amigos, Jakarta. Peserta acara tersebut bukan hanya warga negara Indonesia saja, tetapi juga multinasional, termasuk warga Jepang yang menetap di Malaysia. Berikut kronologi virus corona yang muncul di Depok, Jawa Barat, Indonesia.

14 Februari: NT mengikuti acara pesta dansa dengan peserta multinasional, termasuk Jepang. Ketika kembali ke domisilinya (Malaysia), warga negara Jepang tersebut positif mengidap COVID-19.

16 Februari: Selang dua hari setelah itu, NT mengalami batuk, sesak, dan demam selama kurun waktu 10 hari.

26 Februari: Untuk mengatasi keluhannya NT berobat ke RS Mitra Depok. Di sana dokter mendiagnosis NT mengidap Bronkopneumonia, salah satu jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. NT ditetapkan sebagai suspect virus corona Wuhan, dengan riwayat kontak kasus positif COVID-19.

29 Februari: NT dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, meski keadaanya sudah membaik (tidak demam, masih batuk).

1 Maret: Dokter mengambil spesimen berupa nasofaring, orofaring, serum, dan sputum. Sampel ini, kemudian dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Pengambilan Bronchoalveolar lavage (BAL) akan dikirim kemudian. Kasus yang dialami NT masuk dalam kategori pengawasan.

Covid-19 ini sangat menggangu setiap kegiatan termasuk kegiatan pertanian, salah satunya ketersediaan sarana dan prasarana.

Dampak Covid-19 Terhadap Persediaan Beras

pixabay.com

Baca Juga : Mengenal Manfaat Gandum Bagi Tubuh

Di tengah pandemi Corona atau Covid-19, Indonesia diprediksi bakal menghadapi tantangan dalam memenuhi pasokan pangan. Pasalnya, produksi kebutuhan pangan di dalam negeri bakal turun dan tidak mencapai target.

Salah satunya pemerintah diminta waspada karena produksi beras pada masa tanam I yang panen di April 2020 nanti bakal turun. Dengan demikian, berpotensi mengganggu cadangan beras.

Pengalaman berbagai krisis, sistem pangan menjadi faktor penentu. Stok menipis, harga melonjak adalah fenomena yang memungkinkan terjadinya chaos pada masa krisis.

Kasus di India adalah bukti bahwa penutupan wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus tanpa persiapan sistem pangan, mengakibatkan kekacauan sosial yang sulit dikendalikan.

Setelah inspeksi mendadak ke gudang milik Bulog tanggal 19 Maret 2019, Presiden RI Joko Widodo memastikan bahwa stok pangan cukup sehingga masyarakat tidak perlu panik di tengah pandemi virus corona.

Menurut Kementerian Pertanian saat ini tersedia stok beras sebesar 3,5 juta ton. Disamping itu, April-Mei 2020 merupakan masa panen di daerah penghasil padi di Pulau Jawa.

Stok produksi beras dipastikan melimpah, cukup untuk menghadapi situasi krisis dan masa Lebaran.

Pemerintah secara ketat telah memantau ketersediaan 11 bahan pangan pokok, diantaranya adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih dan cabai besar merah

Oleh karena itu ketersediaan beras untuk saat ini masih mencukupi, namun apabila pemerintah melakukan kelalaian akan menimbulkan krisis pangan terkhususnya beras.


Itulah informasi mengenai dampak covid-19 terhadap ketersediaan beras di Indonesia. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca Juga : Mengenal Kandungan dan Manfaat Beras Shirataki Bagi Tubuh

Sumber : Kompas.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.