DPR Cecar Kementan Peremajaan Lahan Sawit Jauh dari Target

Salah satu alokasi penggunaan dana sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) adalah untuk peremajaan (replanting) perkebunan kelapa sawit.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Presiden No. 61. Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Baca Juga : Pendanaan Petani Sawit Sebesar Rp 25 Juta/Hektar, Kok Bisa?

Pedoman Pelaksanaan peremajaan perkebunan kelapa sawit dalam kerangka pembiayaan oleh BPDPKS itu sendiri diatur melalui Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Perkebunan No. 29/KPTS/KB.120/3/2017 tentang Pedoman Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Pekebun, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Bantuan Sarana dan Prasarana Dalam Kerangka Pendanaan BPDPKS.

Keadaan Peremajaan Lahan Sawit

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja Kementerian Pertanian dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan kelapa sawit (BPDPKS) yang selama ini dianggap tak mampu mencapai target peremajaan sawit rakyat.

Edward Tanur selaku Anggota Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa merasa kecewa dan kaget karena targetnya 180 ribu hektar tapi realisasinya hanya 34 ribu hektar.

peremjaan lahan sawit
detik.com

Kementan dan BPDPKS harus mampu mengefektifkan target peremajaan sawit rakyat agar sesuai dengan kebutuhannya.

Peremajaan yang dilakukan saat ini harus pelajari secara matang jangan sampai umurnya masih produktif kita sudah lakukan peremajaan, ini akan membuat banyak biaya keluar..

menurut Kementerian Pertanian, dari total luas areal sawit rakyat Indonesia yang seluas 5,61 juta hektare (ha), 2,4 juta ha di antaranya perlu diremajakan.

Dimana Saja Peremajaan Lahan Sawit di Indonesia ?

Perkebunan sawit Indonesia hanya menjamah beberapa provinsi saja di antaranya Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua saja.

Pemerintah harus lebih terbuka untuk melakukan perluasan kebun sawit ke wilayah yang selama ini tidak terjamah. Untuk itu, Kementan membagi target peremajaan sawit ini secara bertahap.

Baca juga: Oversupply Sawit, Mampukah Indonesia Bertahan?

Di mana untuk tahun 2017 peremajaan sawit ditarget selesai seluas 20.780 ha, tahun 2018 sebanyak 185 ribu ha, tahun 2019 diturunkan menjadi 180 ribu ha, dan untuk 2020-2032 ditarget seluas 180 ribu ha setiap tahun.

Akan tetapi, berdasarkan data BPDPKS, target tersebut justru tak terpenuhi meski setengahnya saja. Berdasarkan data BPDPKS, realisasi peremajaan sawit hingga Oktober 2019 hanya mampu menjamah 34.528 ha lahan.

Penyaluran dana sebesar Rp2.314 triliun untuk peremajaan sawitnya sudah didistribusikan kepada sebanyak 97.702 ha lahan dan diakui mengalami peningkatan penyaluran dana sebesar 621% dari tahun sebelumnya.

Akan tetapi, tetap tak mampu mencapai luas lahan sebagaimana yang sudah ditargetkan bersama dengan Kementan.

BPDPKS menyebut, Kementan dan BPDPKS menucurkan dana sebesar Rp 2,3 triliun untuk peremajaan lahan sawit.

Padahal Penyaluran dana sebesar Rp2,314 triliun untuk peremajaan sawitnya sudah didistribusikan kepada sebanyak 97.702 ha (hektare) lahan.


Nah itulah informasi mengenai peremajaan sawit. Semoga bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Menelisik Hubungan Minyak Kelapa Sawit Dan Karhutla

Disadur dari detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.