Menelisik Hubungan Minyak Kelapa Sawit Dan Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan membuat banyak daerah mengalami penurunan kualitas udara. Tidak main-main, memburuknya kualitas udara tidak hanya mempengaruhi sejumlah daerah di Indonesia saja, namun sudah sampai ke negara tetangga.

Karhutla menyebabkan peningkatan emisi dari kabut asap yang berpotensi memperburuk pemanasan global.

Namun yang menjadi perdebatan adalah, industri kelapa sawit dituding bertanggung jawab atas permasalahan karhutla yang terjadi di Indonesia. Mengapa demikian?

Baca Juga : 10 Tips Melawan Kabut Asap Di Daerah Karhutla

Pembakaran hutan yang dilakukan oleh pelaku produsen minyak kelapa sawit dibuat untuk membuka lahan baru dalam akses perkebunan kelapa sawit.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda tahu tentang hubungan minyak kelapa sawit dan karhutla yang dilansir dalam phys.org, Sabtu (29/9/2019)

Apa itu Minyak Sawit?

Tahukah kamu, bahwa penggunaan minyak kelapa sawit sebagai minyak nabati yang terbanyak dikonsumsi oleh dunia?

Ya, benar, terlepas dari bentuknya, minyak kelapa sawit digunakan dalam ragam jenis. Seperti dari sabun, coklat, pizza, kosmetik hingga tanki bensin kendaraan.

Dalam kegunaannya untuk memasak, minyak kelapa sawit membuat gorengan menjadi lebih renyah dan tahan lama.

Kelapa sawit dan karhutla
Benarkah pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab karhutla?

Sejauh ini, Indonesia merupakan produsen utama penghasil kelapa sawit, dan diikuti oleh Malaysia yang memasok sekitar 85% sawit dunia.

Prospek Menjanjikan, Namun Benarkah Ada Hubungan Minyak Kelapa Sawit dan Karhutla ?

Baca Juga : Pendanaan Petani Sawit Sebesar Rp 25 Juta/Hektar, Kok Bisa?

Sejak dulu, karhutla yang terjadi di Indonesia, selalu dihubungkan ke industri kelapa sawit.

Hubungan minyak kelapa sawit dan karhutla ini seakan-akan sudah menjadi rahasia yang umum.

Para pemerhati lingkungan menegaskan bahwa minyak kelapa sawit menjadi pendorong pengurangan hutan atau deforestasi di hutan hujan Asia Tenggara.

Penebangan hutan yang terjadi di beberapa dekade terakhir menjadi jalan untuk membuka lahan perkebunan baru.

Namun disamping itu, penebangan hutan justru semakin mengurangi habitat orang utan dan spesies langka dan membuat mereka menjadi semakin terancam.

Banyak kelapa sawit ditanam di area lahan gambut yang berawa dan mudah terbakar ketika dikeringkan untuk bercocok tanam. Pengembangan minyak kelapa sawit inilah yang berkontribusi pada perubahan iklim melalui kebakaran hutan karena ulah manusia. Kabut asap dari karhutla melepaskan karbon dioksika ke atmosfer dan asapnya menyumbat paru-paru.

Namun sayangnya, banyak pihak industri membantah bahwa mereka tidak patut untuk disalahkan. Bantahan bahwa aktivitas perkebunan kelapa sawit bukan menjadi penyebab utama sumber karhutla.

hubungan kelapa sawit dan karhutla
Pembukaan lahan sawit menjadi penyebab deforestasi, lalu langkah apa yang harus kita ambil?

Kondisi Karhutla di Indonesia

Menurut laporan dari phys.org, tingkat penurunan lahan hutan (deforestasi) di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Peningkatan deforestasi setiap tahun terus terjadi.

Dalam setengah abad terakhir hutan hujan di Indonesia sudah habis ditebang sekitar dua kali ukuran Jerman karena dibakar dan terdegradasi.

Baca Juga : 6 Langkah Kementan Dorong Peremajaan Kelapa Sawit

Selalu ada kasus baru kebakaran di Indonesia setiap tahun, apalagi diperparah karena bencana kekeringan dan musim kemarau berkepanjangan.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah namun upaya untuk menggunakan teknologi hujan buatan di titik panas belum menuai hasil maksimal.

Kira-kira apa ide dari kamu untuk membantu mengatasi karhutla, sobat PTD?


Nah itu dia ulasan artikel pertanian tentang hubungan minyak kelapa sawit dan karhutla. Bagaimana menurut kamu artikel kali ini sobat PTD?

Baca Juga : Mengintip Target Kerja Pemerintah Dalam Peremajaan Kelapa Sawit

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.