Ekspor Subsektor Peternakan Mengalami Perbaikan Saat Pandemi

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai ekspor subsektor peternakan yang mengalami perbaikan

Ekspor Sarang Burung Walet (SBW)

Ekspor Saat Pandemi

burung walet
pixabay.com

Baca juga: Kebangkitan Sektor Pertanian Dengan Cara Modern

Perkembangan ekspor-impor Indonesia terus mengalami pemburukan di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Namun, saat diberlakukannya new normal sistem perdagangan mulai mengalami perbaikan.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Pekanbaru mencatat adanya peningkatan fasilitasi pemeriksaan perkarantinaan.

Terhadap komoditas subsektor peternakan berupa sarang burung walet (SBW) asal Riau sepanjang masa pandemi.

Sarang burung walet yang dinilai bagus dan telah memenuhi syarat sanitari dan fitosanitari sehingga diminati oleh pasar global. Saat ini Riau 124 rumah walet dari 8 perusahaan pengolahan sarang walet yang telah teregistrasi.

Di antara perusahaan tersebut, terdapat 1 perusahaan dan masih menunggu persetujuan dari otoritas karantina China agar dapat langsung ekspor.

Selain itu, tercatat sebanyak 75,35 ton SBW dengan nilai ekonomi Rp 753 miliar pada semester I 2020.

Meningkat sekitar 10 ton jika dibandingkan dengan jumlah pengiriman di periode yang sama pada periode serupa 2019 yakni 65,37 ton saja.

SBW yang berasal dari Riau ini telah dikirim ke Jakarta, Medan dan Surabaya untuk diolah sebelum diekspor ke tiga negara yakni Hongkong, Cina dan Australia.

Sehingga nilai tambah belum dapat dinikmati langsung oleh pelaku usaha, peternak maupun pemda.

Syarat Masuk Pasar Mancanegara

burung walet
pixabay.com

Baca juga: Pengembangan Inovasi Tanaman Jeruk Saat Pandemi

Untuk para pelaku agribisnis akan diberikan fasilitas klinik ekspor jika tertarik untuk terjun ke industri ini, karena telah dapat pendampingan untuk pelaku usaha baik industri maupun pengolahan produk, percepatan layanan sertifikasi karantina, dan registrasi rumah walet.

Mengingat gerakan tigakali lipat ekspor (Gratieks) untuk membuka informasi mengenai ekspor seluas-luasnya,

Kementerian Pertanian melalui Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian (Barantan) menyebutkan persyaratan teknis yang harus dipenuhi komoditas Sarang Burung Walet (SBW) agar dapat masuk pasar Australia.

Pertama, tidak mengandung bovine/ovine/caprine material.

Kedua, telah melalui perlakuan pemanasan steril komersial pada suhu 1.000 derajat celcius dan F0 mencapai 2,8.

Ketiga, menggunakan kemasan kedap udara (hermetically sealed). Hal ini sangat diperlukan perhatian pemanasan steril komersial.

Alat pemanas harus diverifikasi pada kondisi pemanasan steril komersial. Kemudian Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanasan dikembangkan berdasarkan hasil verifikasi.

Serta pencatatan proses pemanasan yang dilakukan oleh operator. Untuk menjaga keamanan dan mencegah kemungkinan membawa penyakit hewan asal unggas.


Itulah informasi mengenai ekspor sarang burung walet dari Riau. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Memilih Belanja Atau Menyimpan Uang Saat Pandemi ?

Sumber: Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.