Full Face Mask VECTOR MASK, Masker Fumigasi Pelindung Pernapasan

FULL FACE/HALF FACE masker untuk fumigasi dengan merk Vector Mask. Masker VECTOR MASK ini dirancang sesuai dengan ukuran wajah orang Asia sehingga sangat nyaman digunakan oleh orang Indonesia.

Peralatan Wajib untuk Fumigasi

Untuk melakukan fumigasi, seorang teknisi atau fumigator haruslah dalam keadaan sehat, karena bekerja dengan bahan-bahan kimia memiliki resiko tinggi. Selain itu, teknisi fumigasi juga harus memiliki keterampilan yang mumpuni dan cakap (kompeten).

Seorang fumigator haruslah dilatih terlebih dahulu dalam melakukan fumigasi, sehingga mengikuti prosedur keamanan yang sudah di-standar-kan. Selain itu, ia juga harus tahu melakukan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan atau keracunan.

Untuk itu, fumigator harus mengerti betul resiko dan bahaya saat melakukan fumigasi.

Pentingnya menggunakan alat perlindungan saat melakukan fumigasi

Seorang personil fumigasi harus memakai wearpack, atau baju kerja bertangan panjang dan terkancing sampai ke bagian leher. Pakaian harus terbuat dari katun dan jika bisa, diberi pita berpendar (fuluorescence) pada bagian dada dan punggungnya.

Selain pakaian yang tertutup, peralatan lain yang harus dipakai adalah helmet atau helm kerja, sepatu, dan sarung tangan. Sepatu sebaiknya terbuat dari kulit dan berlaras panjang, memiliki pelindung pada bagian depannya.

Sarung tangan juga disarankan yang berbahan kulit atau katun yang tidak mudah robek.

Alat perlindungan pernapasan/Masker

Seorang fumigator atau petugas fumigasi wajib memakai masker yang memadai dan sudah memenuhi standar, yaitu masker dengan canister yang sesuai dengan fosfin atau juga tabung oksigen (Self-contained Breathing Apparatus/SCBA).

Memakai Masker Fumigasi

Mengapa harus menggunakan masker yang memiliki canister?

Agar saat melakukan fumigasi, petugas bisa terlindungi, karena masker yang menggunakan canister akan menyaring gas fosfin. Namun, saat pemasangan canister pada masker, harus diperhatikan baik-baik, karena filter canister terbatas dalam penyaringan fosfin.

Untuk kepentingan kesehatan, masker tidak diperbolehkan untuk dipinjam-pinjamkan, artinya satu masker untuk satu orang. Selain itu, perhatikan saat menyimpan masker, pastikan canister ditempatkan terpisah dari fumigan atau obat fumigasi.

Canister yang telah terpakai harus diganti setelah masa berlakunya habis. Masa pakai canister mengikuti spesifikasi yang dikeluarkan oleh produsen. Canister yang telah terpapar fumigan dalam konsentrasi yang tinggi harus diganti dengan segera.

Selain itu, canister yang telah basah, isinya harus dibuang. Dalam praktek, canister dapat digunakan beberapa kali asalkan selalu dilepas dari masker setiap habis digunakan dan ditutup saat tidak digunakan, sepanjang masa berlakunya belum habis.

Waktu dan tanggal pemakaiannya selalu dituliskan pada canister tersebut.

Masker dengan standar SCBA biasanya digunakan untuk pernafasan di ruangan/tempat yang dipenuhi gas dengan konsentrasi tinggi. Alat ini harus memiliki tabung oksigen, sehingga harganya pun cukup mahal dibandingkan dengan masker yang menggunakan canister.

Periksa kekedapan masker sebelum melakukan fumigasi

Sebelum melakukan fumigasi, pastikan kekedapan masker yang digunakan. Caranya adalah dengan melakukan uji sederhana, yaitu masker harus melekat pada wajah dengan baik sewaktu dipasang.

Setelah itu, tutupkan telapak tangan pada lubang masuk udara yang terdapat pada bagian depan masker. Setelah itu, tariklah nafas dalam-dalam dan tahan, lalu kendurkan sedikit tali pengikat. Apabila masker tetap menempel erat pada wajah selama nafas masih ditahan, maka masker dalam keadaan baik atau kedap (tidak bocor).

Tapi, bila tidak melekat, berarti ada kebocoran pada masker atau cara pemasangannya kurang benar. Lakukan uji ulang hingga masker dalam keadaan kedap. Untuk itu, penting bagi petugas fumigasi untuk tidak memiliki jambang atau jenggot saat melakukan fumigasi.

Baca Juga: 5 Cara Tepat Menggunakan Pestisida

Cara Menggunakan Masker Fumigasi VECTOR MASK

Mengetahui cara menggunakan masker atau alat pelindung pernafasan (respirator) dengan benar sangatlah penting, terutama saat melakukan fumigasi.

Respirator atau yang sering kita sebut sebagai masker adalah alat yang akan melindungi kita dari udara yang terkontaminasi.

Masker umum digunakan oleh pekerja lapangan, seperti seorang fumigator atau teknisi fumigasi. Terlebih fumigasi adalah pekerjaan yang mengaplikasikan bahan kimia berbahaya untuk membunuh serangga atau insektisida.

Untuk itu, masker yang digunakan harus bersih sewaktu dipasangkan di wajah. Pastikan juga filter atau saringan yang ada di dalam canister dalam keadaan bersih.

Melakukan Pengasapan

Berikut ini adalah cara menggunakan masker fumigasi dengan benar:

  • Sebelum digunakan, pastikan bahwa masker serta elemennya dalam kondisi baik, katup saluran pembuangan pernafasannya sudah pada tempatnya.
  • Pasanglah masker dengan cara memegang bagian depan dengan satu tangan serta tangan yang satunya memegang tali masker ke atas kepala.
  • Selanjutnya,letakkan tali bagian atas dengan cara menumpangkannya di atas kepala, sehingga tali bagian atas berada di atas telinga serta tali bagian bawah berada di bawah telinga.
  • Kaitkanlah tali bawah di belakang leher. Kencangkandengan cara menarik tali di kedua sisi, sampai masker benar-benar pas menutupi pipi.
  • Demikian juga dengan tali bagian atas. Kencangkan dengan cara menarik tali di kedua sisi sampai masker benar-benar menutupi hidung. Jangan terlalu kencang sebab akan mengakibatkan hidung tertekan.

Baca Juga: Biopestisida, Pengganti Pestisida Kimia yang Ramah Lingkungan

Terkait pemakaian masker dengan pemurni udara (air-purifying respirator), pemilihan filter atau cartridge/canister harus dilakukan dengan tepat. Pasalnya, filter atau cartridge/canister sangat menentukan efektivitas dari masker yang digunakan.

Jika penggunaan filter atau cartridge/canister tidak sesuai dengan jenis paparan, akibatnya bisa fatal bagi pekerja.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) mendefinisikan cartridge/canister pada masker sebagai wadah atau kontainer dengan filter, sorben, katalis, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Fungsinya untuk membersihkan atau menyaring kontaminan di udara yang melewati cartridge/canister.

Cartridge/canister ini biasanya digunakan pada masker gas dan uap, yang umumnya dikenal dengan chemical cartridge respirator atau gas masks. Perbedaannya, gas masks menggunakan canister yang berukuran lebih besar daripada cartridge yang biasa digunakan pada chemical cartridge respirator sebagai pemurni udara.

Canister untuk Masker Fumigasi
Canister untuk Masker Fumigasi

Cartridge/canister umumnya menggunakan bahan sorben untuk menyaring molekul gas atau uap di udara. Cara kerjanya, gas atau uap yang melewati sorben akan terikat pada permukaan sorben baik secara fisika atau kimia (absorbsi) sehingga udara yang terhirup jadi lebih bersih.

Bahan sorben untuk gas dan uap yang digunakan biasanya karbon aktif yang sudah di-treatment atau ditambahkan bahan kimia khusus agar kemampuannya dalam mengikat gas atau uap lebih maksimal dan selektif.

Baca Juga: Cara Terampuh Membasmi Kutu di Gudang Beras/Palawija

Ingin Membeli Masker Fumigasi VECTOR MASK?

Untuk memesan masker fumigasi ini, kamu bisa menghubungi melalui Whatsapp 0853 1320 0188 (KLIK DI SINI)Harganya HANYA Rp 2,2 Juta (sudah termasuk canister dan PPN 10%). Yuk, Beli Sekarang Juga! Kamu juga bisa bertanya atau berkonsultasi seputar penggunaan masker ini.


Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.