fungisida oleh petani

Fungisida merupakan salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur penyebab pathogen/penyakit. Secara harfiah fungisida dapat digolongkan dalam dua kata yakni fungi yang berarti jamur dan sida yang berarti beracun.

Aplikasi fungisida oleh petani bermacam – macam seperti penyemprotan langsung, ke area batangnya, akar, perendaman benih, dan pengasapan (fumigasi). Bentuk sediaan juga bermacam – macam seperti cair, bubuk, butiran, dan gas. Namun penggunaan dalam bentuk cair dan bubuk adalah yang paling banyak karena mudah digunakan dan harganya yang cukup terjangkau.

fungisida oleh petaniSumber: 8villages.com

Aplikasi Fungisida

Penggunaan fungisida yang berlebihan dapat menjadi masalah besar sehingga bisa meninggalkan residu pada tanaman. Bila dikonsumsi manusia dapat berefek toksik hingga menyebabkan kanker. Berikut ini syarat yang harus dipenuhi dalam mengaplikasikan penyemprotan fungsida pada tanaman:

  • Tepat jenis: jenis fungisida yang digunakan pada OPT efektif sehingga tidak menyisakan residu. Perhatikan label pada kemasan produk terhadap jenis OPT yang dapat terbunuh.
  • Tepat mutu: gunakan pestisida yang telah lolos kelayakan edar, bermutu baik, jauh dari kadaluarsa, rusak dan adanya dugaan pemalsuan. Anda bisa mengeceknya di laman produk kementerian pertanian untuk lebih jelasnya.
  • Tepat sasaran: penyemprotan pada target sesuai OPT pada tanaman.
  • Tepat dosis dan konsentrasi: ikuti petunjuk penggunaan yang tersedia pada label kemasan.
  • Tepat waktu aplikasi: pengaplikasian dapat dilakukan pada pagi maupun sore hari, disaat udara cerah, angin tidak kencang dan tidak terdapat hujan.
  • Tepat cara dan alat aplikasi: gunakan peralatan yang tepat untuk mengaplikasikan pestisida, anda bisa membelinya di toko pertanian terdekat.
BACA JUGA: Harus Mengetahui Hal Ini Sebelum Membeli Pestisida

Berdasarkan bahan penyusunnya, fungisida dapat dibedakan dalam 2 jenis, yakni:

Fungisida Sintetik

Fungisida sintetik berdasakan bahan penyusunnya terdiri dari bahan – bahan kimia yang sengaja diramu untuk memiliki efek toksik pada jamur dengan dosis tertentu. Penggunaan fungisida sintetik bisa menyebabkan efek yang berbahaya pada manusia dan juga hewan bila digunakan dengan dosis yang melebihi kadar yang ditentukan.

Fungisida sintetik dapat pula diistilahkan secara kimia tidak memiliki atom karbon di dalam penyusunnya sehingga bahan pertama kali yang dikembangkan ialah sulfur dan ion logam seperti: tembaga, timah, merkuri, cadmium, dan lain – lain.

Penggunaan fungisida sintetik lebih disukai oleh petani karena memiliki onset kerja yang cepat. Azoxystrobin misalnya, membunuh jamur dengan cara menghambat terjadinya proses transport electron dalam tubuh jamur pathogen. Beberapa jenis fungisida sintetik yang ditemukan di lapangan ialah: Amistartop, Armur, Acrobat, Bion, dan Ziflo.

ragam fungisida

Sumber: 8villages.com

Fungisida Nabati/Alam

Berbeda dengan fungisida sintetik, fungisida nabati berdasarkan bahan penyusunnya diperoleh dari bahan – bahan alam seperti bahan nabati maupun mikroorganisme. Penggunaan fungisida nabati cenderung lebih aman karena memiliki onset kerja yang lambat dan efek toksik yang tidak besar namun bila terpapar terus menerus pun bisa sangat membahayakan.

Penggunaan daun sirih sebagai antifungal mampu membunuh fungi pathogen dengan cara menganggu dan menghambat dinding sel yang merupakan komponen utama dalam pengatur protein. Fungisida nabati tapak liman dan mimba juga memiliki cara kerja yang sama guna mengatasi penyakit bulai pada tanaman jagung.

Beberapa jenis fungisida yang dapat kamu temukan di alam yakni: minyak cengkeh, minyak pohon teh, minyak oregano, minyak jojoba, kluwak, kulit randu, dan lain – lain.

BACA JUGA: Melihat Sisi Pestisida Palsu dan Ilegal yang Merugikan Produsen dan Petani

REFERENSI

Azzamy. 2015. Pengertian Fungisida dan Jenis – Jenis Fungisida. Diakses dari: https://mitalom.com/pengertian-fungisida-dan-jenis-jenis-fungisida/

Jatmiko, R. 2016. Asesman Paparan Residu Fungisida Azoxystrobin dalam Buah Melon (Cucumis melo L.) Terhadap Keamanan Konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Sanatha Dharma.

Sekarsari, A.R., J. Prasetyo, T. Maryono. 2013. Pengaruh Beberapa Fungisida Nabati Terhadap Keterjadiaan Penyakit Bulai Pada Jagung Manis (Zea mays saccharate). Journal Agrotek Tropika. Vol. 1, No. 5. Hal. 98 – 101.

Mu’min Z., Nurul. 2017. Uji Efektivitas Beberapa Fungisida dalam Mengendalikan Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) secara In Vitro [Tesis]. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.